Kinerja Positif PT Pyridam Farma Tbk pada Kuartal I-2026
PT Pyridam Farma Tbk (PYFA) mencatat kinerja yang sangat positif pada kuartal pertama tahun 2026. Pertumbuhan pendapatan dan profitabilitas yang lebih kuat dibandingkan periode yang sama tahun lalu menjadi bukti bahwa perusahaan mampu menjaga momentum pertumbuhan meskipun menghadapi berbagai tantangan di pasar.
Pendapatan neto PYFA pada kuartal I-2026 mencapai Rp766,53 miliar, meningkat sebesar 11,8 persen dibandingkan dengan pendapatan pada periode yang sama tahun 2025 yang sebesar Rp685,46 miliar. Selain itu, laba bruto perseroan juga naik sebesar 6,9 persen secara tahunan menjadi Rp192,8 miliar. Peningkatan ini didorong oleh efisiensi manufaktur dan peningkatan produktivitas yang mampu mengimbangi kenaikan biaya bahan baku serta tekanan harga di pasar.
Direktur PYFA, Sinta Ningsih, menyampaikan bahwa capaian tersebut menunjukkan fondasi bisnis yang semakin kuat. “Peningkatan ini ditopang oleh efisiensi manufaktur dan produktivitas yang lebih baik sehingga mampu mengimbangi kenaikan biaya bahan baku serta tekanan harga di pasar,” ujarnya dalam keterangannya.
Peningkatan EBITDA yang Signifikan
Salah satu indikator utama keberhasilan PYFA adalah pertumbuhan EBITDA sebesar 30 persen dibandingkan kuartal I-2025. Margin EBITDA juga meningkat menjadi 9,5 persen dari 8,2 persen pada periode yang sama tahun lalu. Hal ini menunjukkan bahwa perusahaan mampu mempertahankan profitabilitas yang tinggi meskipun menghadapi tekanan biaya produksi.
Sinta menilai bahwa capaian awal tahun ini menjadi modal penting untuk menjaga pertumbuhan berkelanjutan. “Selain kontribusi berkelanjutan dari pilar utama pertumbuhan yaitu layanan contract development and manufacturing organization (CDMO), pertumbuhan pendapatan juga didorong oleh peningkatan kinerja sejumlah produk farmasi berlisensi tinggi yang memiliki nilai tambah dan margin lebih baik,” katanya.
Investasi Strategis yang Berdampak Positif
Sejumlah investasi strategis juga turut memberikan dampak positif terhadap kinerja PYFA. Salah satunya adalah pembangunan fasilitas produksi Lini 3 milik anak usaha PT Ethica Industri Farmasi. Dengan adanya pembangunan tersebut, prospek pertumbuhan PYFA ke depan dinilai semakin cerah.
Sinta menambahkan bahwa PYFA optimistis dengan strategi yang fokus pada pengembangan portofolio produk bernilai tinggi dan penguatan kapasitas manufaktur akan semakin meningkatkan daya saing perusahaan dalam jangka panjang.
Pengembangan Lini Produksi Baru untuk Ekspansi Bisnis
Untuk mendukung ekspansi bisnis, PYFA tidak hanya melanjutkan pengembangan Lini Produksi 3 di PT Ethica Industri Farmasi. Perseroan juga tengah mempersiapkan pembangunan Lini Produksi 4 dan Lini Produksi 5. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan kapasitas produksi sekaligus memperkuat kemampuan perusahaan dalam memenuhi kebutuhan pasar farmasi nasional yang terus berkembang.
“Ke depan, PYFA membidik pertumbuhan yang berkelanjutan melalui kombinasi strategi inovasi produk berlisensi tinggi yang berfokus pada area terapi tertentu, ekspansi kapasitas manufaktur, penguatan jaringan layanan kesehatan, serta pengembangan portofolio bisnis pada segmen yang memiliki potensi pertumbuhan tinggi,” tegas Sinta.







