Kembali Munculnya Teori Konspirasi Terkait Hantavirus
Kasus baru hantavirus di sebuah kapal pesiar berbendera Belanda baru-baru ini telah membangkitkan kembali teori konspirasi yang menyebar di era pandemi Covid-19. Salah satu klaim yang salah dan tengah beredar menyebutkan bahwa hantavirus “telah direncanakan” dengan bukti laporan riset lama dari Moderna, sebuah perusahaan farmasi asal Amerika Serikat (AS). Namun, universitas di Korea Selatan yang menjadi mitra Moderna dalam riset itu mengatakan bahwa inisiatif tersebut bertujuan untuk menangani sebuah “patogen yang telah lama diabaikan” yang terus menginfeksi pasien sejak ditemukan pada 1950. Walaupun hantavirus mematikan, sejumlah ahli mengatakan bahwa virus ini kecil kemungkinan menyebabkan pandemi global.
Klaim yang Beredar di Media Sosial
Postingan di Facebook pada 7 Mei 2026 menyebutkan: “KAMPANYE PANIK ‘VIRUS’ HANTA TERLIHAT SUDAH DIRENCANAKAN.” Postingan tersebut menyatakan bahwa pada tahun 2024, Moderna diam-diam bermitra dengan Universitas Korea untuk vaksin Hantavirus berbasis mRNA. Selanjutnya, postingan tersebut juga menyebutkan bahwa media mulai berbisik tentang “ancaman Hantavirus” lagi, dengan skrip dan pemain yang sama, menciptakan siklus ketakutan yang sama.

Klaim serupa juga muncul di X dan Instagram serta beredar dalam berbagai bahasa, seperti Mandarin, Belanda, dan Inggris. Beberapa postingan menyebutkan bahwa hantavirus “tidak ada” dan wabah mematikan yang terjadi di atas kapal pesiar MV Hondius telah “direncanakan” sebelumnya. Postingan-postingan tersebut menggaungkan misinformasi yang pernah disuarakan oleh para penentang vaksin Covid-19, termasuk teori bahwa pandemi Covid-19 dibuat untuk menguntungkan produsen vaksin seperti Moderna atau narasi salah bahwa pandemi Covid merupakan agenda “depopulasi”.
Penjelasan dari Pihak Terkait
Salah satu tangkapan layar yang dibagikan di postingan salah memperlihatkan rilis pers tentang kolaborasi riset vaksin dari website America Association for the Advancement of Science pada 5 September 2024. Rilis tersebut menyebutkan bahwa Sekolah Kedokteran Universitas Korea bermitra dengan Moderna untuk mengembangkan vaksin messenger RNA (mRNA) guna melawan hantavirus. Virus ini menginfeksi ratusan orang di Korea setiap tahunnya, terutama para pemuda yang sedang menjalani wajib militer dan penduduk yang tinggal di daerah rawan risiko.
Kim Woo-joo, seorang guru besar di lembaga Vaccine Innovation Center milik Sekolah Kedokteran Universitas Korea yang bermitra dengan Moderna, mengatakan kolaborasi antar kedua pihak bertujuan untuk menangani sebuah “patogen yang telah lama terabaikan”. Meskipun “jarang terjadi”, sejumlah kasus hantavirus memiliki tingkat kematian yang tinggi, menjadikan penyakit tersebut sebagai “masalah kesehatan publik yang serius”, menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).
Risiko Pandemi yang Kecil
Berbeda dari Covid-19, yang menewaskan jutaan penduduk di seluruh dunia, risiko yang dibawa oleh hantavirus terhadap masyarakat umum “sangatlah kecil,” kata juru bicara WHO Christian Lindmeier pada 8 Mei. Hantavirus merupakan “virus yang berbahaya, namun hanya bagi orang yang sudah terinfeksi,” kata Lindmeier. Kim, sang profesor mikrobiologi dari Universitas Hallym, mengatakan karena mode penularan hantavirus yang terbatas, kecil kemungkinan virus ini akan menyebabkan pandemi global.
Patogen yang Sudah Lama Diidentifikasi
Selain itu, tidak seperti Covid-19 — yang disebabkan oleh virus yang tidak dikenal sebelum ditemukan pada akhir 2019 — hantavirus sudah lama diidentifikasi. Hantavirus terbagi kedalam dua kelompok: virus yang dikenal sebagai virus dunia lama yang ditemukan di Eropa, Asia dan Afrika; dan virus dunia baru yang dideteksi di wilayah utara, tengah dan selatan benua Amerika.
Dua wabah besar memicu penemuan dari dua kelompok virus tersebut, menurut sebuah penelitian tahun 2010 yang diunggah di jurnal Clinical Microbiology Reviews. Wabah pertama membuat sakit lebih dari 3.000 tentara Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang berpartisipasi dalam Perang Korea tahun 1950-1953, yang juga menyebabkan virus tersebut diberi nama Hanta yang diambil dari Sungai Hantan di Korea Selatan. Sementara wabah kedua berlangsung di wilayah barat daya AS pada tahun 1993 dengan kasus infeksi sebanyak 18 orang.
Infeksi hantavirus telah menjadi penyakit yang wajib dilaporkan secara nasional di AS sejak 1995. Di Korea Selatan sendiri, hantavirus menjadi penyakit yang wajib dilaporkan dan terus diawasi sejak 1976, menurut Badan Penanggulangan dan Pencegahan Penyakit negara tersebut.






