Pengeluaran Wisatawan Diperkirakan Tembus US$7,5 Miliar Selama Piala Dunia 2026

Piala Dunia 2026 diperkirakan akan menjadi momen penting yang tidak hanya menarik perhatian dunia dalam hal olahraga, tetapi juga memberikan dampak signifikan terhadap sektor pariwisata. Proyeksi yang diungkapkan dalam laporan FIFA World Cup 2026 Socio-Economic Impact Analysis menyebutkan bahwa belanja wisatawan selama periode turnamen bisa mencapai sekitar US$7,48 miliar. Angka ini berasal dari estimasi jumlah penonton dan pola pengeluaran wisatawan internasional yang hadir di tiga negara tuan rumah, yaitu Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.

Laporan tersebut menjelaskan bahwa total kehadiran penonton stadion diperkirakan mencapai 6,52 juta orang. Angka ini setara dengan sekitar 90 persen dari kapasitas penuh stadion yang tersedia selama seluruh pertandingan. Dari jumlah tersebut, sekitar 40 persen merupakan wisatawan asing yang datang dari berbagai negara untuk menyaksikan langsung pertandingan Piala Dunia 2026.

Selain para penonton utama, laporan ini juga memperhitungkan adanya pendamping wisatawan asing. Proporsi pendamping diperkirakan mencapai 15 persen dari total wisatawan. Hal ini membuat jumlah individu yang terlibat dalam aktivitas wisata selama turnamen menjadi lebih besar dari sekadar pemegang tiket pertandingan.

Dalam hal perilaku wisatawan, laporan menyebutkan bahwa setiap wisatawan asing rata-rata menghadiri dua pertandingan selama masa tinggalnya. Format Piala Dunia 2026 yang lebih panjang dan tersebar di berbagai kota tuan rumah turut memengaruhi mobilitas antar-kota. Kondisi ini menjadi faktor penting yang mendorong peningkatan konsumsi wisata.

Untuk perhitungan belanja, FIFA menggunakan asumsi bahwa setiap wisatawan memiliki lama tinggal sekitar 12 hari. Selama periode tersebut, setiap wisatawan diperkirakan menghabiskan sekitar US$416 per hari. Pengeluaran ini mencakup berbagai kebutuhan seperti akomodasi, makanan dan minuman, transportasi lokal, belanja ritel, hiburan, serta layanan pendukung pariwisata lainnya.

Berdasarkan kombinasi jumlah wisatawan, lama tinggal, dan rata-rata pengeluaran harian tersebut, total belanja wisatawan selama Piala Dunia 2026 diproyeksikan mencapai US$7,482 miliar. Angka ini menjadikan belanja wisatawan sebagai salah satu komponen terbesar dalam keseluruhan pengeluaran yang terkait dengan penyelenggaraan turnamen.

Kontribusi belanja wisatawan ini memiliki peran strategis dalam mendorong aktivitas ekonomi lokal di kota-kota tuan rumah. Sektor perhotelan, transportasi, ritel, serta jasa pariwisata diperkirakan menjadi penerima manfaat utama dari lonjakan konsumsi selama turnamen berlangsung. Dengan skala turnamen yang lebih besar dan durasi kompetisi yang lebih panjang dibanding edisi sebelumnya, Piala Dunia 2026 diproyeksikan meninggalkan dampak signifikan bagi sektor pariwisata di negara tuan rumah.

Pos terkait