Kritik Netizen Indonesia terhadap Unggahan Akun Instagram BWF
Unggahan akun Instagram Badminton World Federation (BWF) baru-baru ini memicu kemarahan netizen Indonesia. Kritik berawal dari postingan BWF yang menampilkan tangkapan layar (screenshot) komentar tunggal putri India, PV Sindhu, terkait hasil pertandingan babak 16 besar Singapore Open 2026 antara Sabar/Reza (Indonesia) vs Kang/Aaron (Malaysia). Dalam unggahan tersebut, BWF menampilkan reaksi Sindhu yang memberikan pujian kepada Kang/Aaron usai mengalahkan Sabar/Reza dengan skor 19-21 dan 17-21.
Para penggemar bulu tangkis Indonesia atau badminton lovers Tanah Air ramai-ramai meluapkan kekesalan mereka dengan “menggeruduk” akun Instagram resmi BWF, @bwf.official. Unggahan BWF dinilai tidak tepat yang kemudian memicu perdebatan di kalangan warganet.
Kemarahan netizen bermula dari sebuah postingan BWF yang menampilkan tangkapan layar (screenshot) komentar tunggal putri India, PV Sindhu, terkait hasil pertandingan di Singapore Open 2026. Dalam unggahan tersebut, BWF menampilkan reaksi Sindhu yang memberikan pujian kepada pasangan Malaysia, Kang Khai Xing/Aaron Tai, usai mengalahkan wakil Indonesia, Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi Isfahani, di babak 16 besar Singapore Open 2026, Kamis (28/5/2026) beberapa waktu lalu.
Bertempat di Singapore Indoor Stadium, Sabar/Reza harus mengakui keunggulan Kang/Aaron dua gim langsung dengan skor 19-21 dan 17-21. Kemenangan Aaron/Kang atas Sabar/Reza menjadi sebuah kejutan. Karena dari segi ranking, peringkat keduanya terpaut jauh. Sabar/Reza menghuni ranking 7, sedangkan Aaron/Kang menempati peringkat 27.
Sindhu kemudian memberikan pujian kepada performa Aaron Tai yang dinilainya sebagai pemain muda berbakat. Ia bahkan menyebut telah mengikuti perkembangan Aaron Tai sejak level junior. Selain itu, Sindhu menambahkan bahwa beberapa pemain sparring di Bangalore yang pernah berhadapan dengan Aaron Tai di level junior juga memberikan penilaian positif terhadap kualitas permainan sang atlet.
“Aaron Tai adalah pemain yang sangat, sangat menarik. Saya sudah memantaunya sejak masih di level junior, dan dia selalu dikenal karena membawa beberapa pukulan yang sangat menarik dan menyenangkan di lapangan. Beberapa rekan sparring saya di Bangalore juga pernah bermain melawannya di sirkuit junior, dan mereka semua berbicara sangat tinggi tentang dia,” tulis Sindhu.
Ramai Kritikan
Unggahan BWF yang memuat komentar Sindhu memicu reaksi dari publik Indonesia. Banyak warganet menilai konten tersebut kurang tepat. Terlebih karena hanya menampilkan satu hasil pertandingan tanpa menyoroti laga lain yang juga melibatkan pemain unggulan. Sejumlah badminton lovers Indonesia pun membanjiri kolom komentar @bwf.official dengan kritikan. Mereka menilai akun resmi sekelas BWF seharusnya menyajikan konten yang lebih berimbang dan profesional. Bukan hanya menampilkan potongan komentar yang dianggap tidak mewakili keseluruhan pertandingan.
Akibatnya, kolom komentar akun Instagram BWF dipenuhi berbagai protes dari warganet Indonesia yang mempertanyakan standar konten yang diunggah oleh federasi bulu tangkis dunia tersebut.
Sinar Sabar/Reza Kian Meredup
Terlepas dari kritikan yang dilayangkan warganet Indonesia, penampilan Sabar/Reza di babak 16 besar Singapore Open 2026 memang sangat mengecewakan. Sinar Sabar/Reza kian meredup. Pasangan non pelatnas tersebut meraih hasil kurang maksimal di beberapa turnamen terakhir.
Setelah sempat mencuri perhatian dengan menembus semifinal Indonesia Masters 2026, Sabar/Reza gagal mempertahankan konsistensi mereka di turnamen-turnamen berikutnya. Di All England Open 2026, Sabar/Reza tersingkir di babak 32 besar setelah kalah dari pasangan Prancis, Christo Popov/Toma Junior Popov, dengan skor 12-21, 12-21. Tren serupa berlanjut di Badminton Asia Championship 2026. Sabar/Reza terhenti di babak 16 besar seusai kalah dari wakil Taiwan, Lee Fang Chih/Lee Fang Jen, dengan skor 14-21, 21-18, 15-21.
Terbaru, Sabar/Reza yang berstatus unggulan keenam kalah di babak 16 besar Singapore Open 2026 setelah dikalahkan pasangan muda Malaysia, Kang Khai Xing/Aaron Tai, Kamis (28/5/2026). Setelah ini, Sabar/Reza akan memanaskan persaingan Indonesia Open 2026 yang akan berlangsung di Istora Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta, pada 2-7 Juni pekan depan. Sabar/Reza dituntut segera menemukan performa terbaiknya agar tidak kembali terjebak dalam tren hasil yang kurang maksimal.






