Momen Piala Dunia 2026 Menghadirkan Peluang Usaha Bagi Pedagang Kecil di Abepura
Menjelang Piala Dunia 2026, kawasan Abepura, Kota Jayapura, mulai menunjukkan perubahan yang signifikan. Suasana yang biasanya tenang kini mulai ramai dengan aktivitas jual beli atribut sepak bola. Pedagang kecil yang sehari-hari menjajakan barang dagangannya di pinggir jalan kini mengalami peningkatan pembeli, terutama dari masyarakat yang antusias menyambut ajang olahraga terbesar dunia ini.
Atribut Sepak Bola Mulai Ramai Diburu
Di lapak-lapak pedagang, berbagai atribut seperti bendera negara peserta Piala Dunia, syal, dan jersey pemain bintang mulai menghiasi tempat dagangan. Berbagai merek dan negara yang akan bertanding di Piala Dunia 2026 kini menjadi incaran para pembeli. Salah satu pedagang di kawasan tersebut mengatakan bahwa momen ini menjadi waktu paling ditunggu-tunggu karena penjualan meningkat dibanding hari biasa.
Pedagang berusia 32 tahun ini membuka lapaknya setiap hari mulai pukul 08.00 WIT hingga malam hari. Tujuannya adalah untuk memenuhi kebutuhan keluarga dan biaya pendidikan anak-anaknya. Ia mengaku bahwa saat dekat dengan penyelenggaraan Piala Dunia, jumlah pembeli meningkat drastis. Banyak orang mencari bendera maupun jersey dari negara favorit mereka.
Harga Jersey dan Bendera Beragam
Harga jersey yang dijual bervariasi, mulai dari Rp150 ribu hingga Rp300 ribu, tergantung pada kualitas bahan dan jenis jersey. Sementara itu, harga bendera mulai dari puluhan ribu rupiah, tergantung ukuran dan kualitasnya. Di antara berbagai negara yang diminati, Brasil menjadi salah satu yang paling banyak dicari oleh masyarakat Jayapura.
Warna kuning hijau khas timnas Brasil disebut selalu menarik perhatian masyarakat Papua. Pedagang ini mengaku mendukung Brasil, dan dukungan itu bermula dari anak-anaknya yang sangat mengidolakan Neymar Jr. “Anak-anak suka nonton Neymar main dari dulu, jadi saya juga ikut dukung Brasil,” ujarnya sambil tersenyum.
Anak-Anak Jadi Penggerak Permintaan Jersey
Ia menjelaskan bahwa hampir setiap pertandingan Brasil, anak-anaknya selalu menonton bersama di rumah. Bahkan, mereka sering meminta dibelikan jersey Neymar untuk dipakai saat bermain bola bersama teman-temannya. Menurutnya, Neymar menjadi salah satu pemain yang paling digemari anak-anak Papua karena gaya bermainnya yang cepat dan penuh hiburan.
“Kalau anak-anak main bola di sini banyak yang bilang mereka Neymar,” ujarnya sambil tertawa kecil. Selain jersey Brasil, jersey Argentina dan Prancis juga cukup diminati pembeli. Banyak masyarakat mencari jersey pemain-pemain terkenal seperti Lionel Messi, Kylian Mbappé, hingga Cristiano Ronaldo.
Penjualan Paling Ramai di Sore dan Malam Hari
Ia mengaku bahwa penjualan biasanya paling ramai pada sore hingga malam hari ketika masyarakat selesai bekerja dan mulai datang berbelanja di Abepura. Meski usaha ini terlihat sederhana, namun hasil penjualan tersebut menjadi sumber utama penghasilan keluarganya. Dari hasil jualan tersebut, ia membiayai kebutuhan rumah tangga hingga pendidikan anak-anaknya.
“Yang penting anak-anak bisa sekolah dan kebutuhan keluarga tetap jalan,” katanya. Menurutnya, momen Piala Dunia bukan hanya menghadirkan hiburan sepak bola bagi masyarakat, tetapi juga membawa rezeki bagi pedagang kecil seperti dirinya.
Suasana di Kawasan Abepura Semakin Dinamis
Suasana di kawasan Abepura pun mulai terasa berbeda menjelang Piala Dunia 2026. Lapak-lapak penjual atribut sepak bola mulai ramai dipadati pembeli, sementara bendera berbagai negara berkibar di depan kios-kios pedagang. Antusiasme masyarakat Papua terhadap sepak bola terlihat semakin meningkat menjelang turnamen terbesar dunia yang akan berlangsung di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko tersebut.






