Periksa Komponen Mobil Pasca Mudik Lebaran: Fokus pada Piringan Cakram Rem
Setelah perjalanan panjang dan melelahkan saat mudik Lebaran, memastikan kondisi optimal seluruh komponen mobil adalah langkah krusial untuk menjaga keselamatan dan performa kendaraan. Salah satu aspek penting yang seringkali terabaikan namun berdampak signifikan adalah kesehatan sistem pengereman, khususnya piringan cakram atau rotor rem.
Piringan cakram merupakan bagian vital dari sistem rem cakram. Fungsinya adalah menyediakan permukaan gesek bagi kampas rem untuk memperlambat atau menghentikan laju kendaraan. Keausan pada piringan cakram adalah hal yang wajar terjadi seiring bertambahnya usia pakai kendaraan dan jarak tempuh. Namun, jika piringan cakram mengalami keausan yang berlebihan dalam waktu singkat, hal ini mengindikasikan adanya masalah yang perlu segera diatasi.
Mengapa Piringan Cakram Cepat Aus?
Menurut Opik, seorang mekanik di Bengkel Mobil 77, keausan piringan cakram yang terjadi lebih cepat dari seharusnya bukanlah fenomena alamiah. “Sebenarnya, piringan cakram itu bisa mengalami keausan, tapi kalau cepat aus berarti ada yang salah,” ungkapnya. Ada beberapa faktor utama yang dapat mempercepat proses keausan piringan cakram:
Penggunaan Kampas Rem Berkualitas Rendah atau Tidak Sesuai:
Salah satu penyebab paling umum dari keausan piringan cakram yang berlebihan adalah penggunaan kampas rem yang memiliki material terlalu keras. Kampas rem berfungsi sebagai media gesek langsung dengan piringan cakram. Jika material kampas rem sangat keras, gesekannya akan bersifat abrasif terhadap permukaan piringan cakram. Akibatnya, piringan cakram akan terkikis lebih cepat, atau yang sering disebut “kemakan”.Meskipun kampas rem dengan bahan yang lebih keras seringkali memberikan sensasi pengereman yang lebih responsif dan terasa “enak” di telapak kaki, serta banyak diminati untuk kendaraan berperforma tinggi, penggunaannya pada kendaraan harian yang tidak memerlukan performa ekstrem justru bisa merugikan komponen lain.
Jarang Melakukan Pembersihan Sistem Rem:
Debu yang dihasilkan dari gesekan kampas rem, serta kotoran dari jalanan, dapat menumpuk pada area piringan cakram dan kampas rem. Penumpukan kotoran ini dapat meningkatkan gesekan secara tidak normal, menyebabkan panas berlebih, dan mempercepat keausan baik pada kampas rem maupun piringan cakram. Jika sistem rem jarang dibersihkan, partikel-partikel asing ini akan terus bergesekan dengan piringan, memperburuk kondisi.
Rekomendasi Perawatan Berkala
Untuk mencegah piringan cakram dan komponen rem lainnya mengalami keausan prematur, Opik menyarankan beberapa langkah perawatan yang sederhana namun efektif.
Pilih Kampas Rem yang Tepat:
Untuk penggunaan harian, disarankan untuk menggunakan kampas rem asli bawaan mobil atau kampas rem aftermarket berkualitas baik yang memang dirancang untuk penggunaan sehari-hari. Kampas rem jenis ini umumnya memiliki komposisi material yang lebih seimbang antara performa pengereman dan daya tahan terhadap komponen lain seperti piringan cakram. Hindari penggunaan kampas rem balap atau performa tinggi pada mobil harian, kecuali jika memang ada kebutuhan spesifik dan Anda memahami konsekuensinya.Jadwalkan Pembersihan Rem Secara Berkala:
Membersihkan area sistem rem, termasuk piringan cakram dan kaliper, secara rutin adalah tindakan pencegahan yang sangat penting. Pembersihan ini akan menghilangkan debu kampas rem dan kotoran lain yang dapat mempercepat keausan. Frekuensi pembersihan bisa disesuaikan dengan kondisi penggunaan mobil. Jika mobil sering melewati jalan berdebu atau berlumpur, pembersihan mungkin perlu dilakukan lebih sering.Secara umum, pemeriksaan dan pembersihan sistem rem sebaiknya menjadi bagian dari jadwal perawatan rutin kendaraan Anda, misalnya setiap kali melakukan servis berkala atau mengganti oli.
Dengan memperhatikan kedua poin di atas, Anda dapat memperpanjang usia piringan cakram dan komponen rem lainnya, serta memastikan sistem pengereman mobil Anda tetap optimal dan aman digunakan, terutama setelah melalui perjalanan jauh seperti saat mudik Lebaran. Jangan tunda pemeriksaan jika Anda merasakan ada perubahan pada performa pengereman mobil Anda.




