Peringatan Cuaca Sulut, Selasa 28 April 2026: BMKG Prediksi Hujan Lebat

Peringatan Dini Cuaca di Sulawesi Utara

Pagi ini, Selasa (28/4/2026), wilayah Sulawesi Utara menghadapi potensi cuaca ekstrem yang memerlukan perhatian khusus. Berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), beberapa daerah di Sulut diperkirakan akan dilanda hujan lebat disertai petir dan angin kencang. Peringatan dini ini berlaku hingga pukul 11:30 WITA.

Saat berita ini ditulis, yaitu pukul 13:09 WITA, kondisi cuaca di wilayah Mapanget, Kota Manado, Sulawesi Utara terlihat berawan. Namun, masyarakat tetap diminta untuk waspada karena kemungkinan hujan lebat masih bisa terjadi.

Wilayah yang Terdampak Peringatan Dini Cuaca

Peringatan dini cuaca yang dikeluarkan oleh BMKG pada pukul 09:09 WITA menunjukkan bahwa wilayah-wilayah berikut memiliki potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat:

  • Kota Bitung:
  • Aertembaga
  • Lembeh Selatan
  • Madidir
  • Ranowulu
  • Matuari
  • Girian
  • Maesa
  • Lembeh Utara

  • Kabupaten Minahasa Utara:

  • Kauditan
  • Wori
  • Dimembe
  • Likupang Barat
  • Likupang Timur
  • Talawaan
  • Likupang Selatan

Peringatan ini juga dapat meluas ke wilayah lainnya, sehingga masyarakat di sekitar daerah-daerah tersebut diminta untuk tetap waspada dan memperhatikan perkembangan cuaca terkini.

Tugas dan Fungsi BMKG

BMKG merupakan Lembaga Pemerintah Non-Kementerian (LPNK) Indonesia yang bertugas melaksanakan tugas pemerintahan di bidang meteorologi, klimatologi, dan geofisika. Dalam menjalankan tugasnya, BMKG menyelenggarakan beberapa fungsi utama, antara lain:

  • Perumusan kebijakan nasional dan kebijakan umum di bidang meteorologi, klimatologi, dan geofisika.
  • Perumusan kebijakan teknis di bidang meteorologi, klimatologi, dan geofisika.
  • Koordinasi kebijakan, perencanaan, dan program di bidang meteorologi, klimatologi, dan geofisika.
  • Pelaksanaan, pembinaan, dan pengendalian observasi serta pengolahan data dan informasi di bidang meteorologi, klimatologi, dan geofisika.
  • Pelayanan data dan informasi di bidang meteorologi, klimatologi, dan geofisika.
  • Penyampaian informasi kepada instansi dan pihak terkait serta masyarakat berkenaan dengan perubahan iklim.
  • Penyampaian informasi dan peringatan dini kepada instansi dan pihak terkait serta masyarakat berkenaan dengan bencana karena faktor meteorologi, klimatologi, dan geofisika.
  • Pelaksanaan kerja sama internasional di bidang meteorologi, klimatologi, dan geofisika.
  • Pelaksanaan penelitian, pengkajian, dan pengembangan di bidang meteorologi, klimatologi, dan geofisika.
  • Pelaksanaan, pembinaan, dan pengendalian instrumentasi, kalibrasi, dan jaringan komunikasi di bidang meteorologi, klimatologi, dan geofisika.
  • Koordinasi dan kerja sama instrumentasi, kalibrasi, dan jaringan komunikasi di bidang meteorologi, klimatologi, dan geofisika.
  • Pelaksanaan pendidikan dan pelatihan keahlian dan manajemen pemerintahan di bidang meteorologi, klimatologi, dan geofisika.
  • Pelaksanaan pendidikan profesional di bidang meteorologi, klimatologi, dan geofisika.
  • Pelaksanaan manajemen data di bidang meteorologi, klimatologi, dan geofisika.
  • Pembinaan dan koordinasi pelaksanaan tugas administrasi di lingkungan BMKG.
  • Pengelolaan barang milik/kekayaan negara yang menjadi tanggung jawab BMKG.
  • Pengawasan atas pelaksanaan tugas di lingkungan BMKG.
  • Penyampaian laporan, saran, dan pertimbangan di bidang meteorologi, klimatologi, dan geofisika.

BMKG dikoordinasikan oleh Menteri yang bertanggung jawab di bidang perhubungan.

Tips untuk Masyarakat

Masyarakat di wilayah yang terdampak peringatan dini cuaca diharapkan untuk:

  • Memantau perkembangan cuaca secara berkala melalui sumber resmi seperti BMKG.
  • Menghindari aktivitas di luar ruangan saat hujan lebat dan angin kencang.
  • Menjaga keamanan rumah dan properti dari dampak cuaca ekstrem.
  • Memastikan keluarga dan lingkungan sekitar siap menghadapi situasi darurat jika diperlukan.

Dengan tetap waspada dan mengikuti informasi terkini, masyarakat dapat mengurangi risiko dari cuaca ekstrem yang mungkin terjadi di wilayah Sulawesi Utara.

Pos terkait