Perayaan Hari Lanjut Usia Nasional 2026 di Kupang
Ribuan lansia dari berbagai komunitas di Nusa Tenggara Timur memadati Lapangan Rumah Jabatan Gubernur NTT, Sabtu (30/5/2026), dalam peringatan Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) 2026 tingkat nasional yang dipusatkan di Kota Kupang. Acara ini dihelat dengan tema “Lansia Tangguh, Indonesia Tumbuh”, dan berlangsung meriah serta penuh sukacita sejak pagi hari.
Para lansia telah memenuhi area kegiatan yang dilengkapi tenda-tenda besar untuk menampung peserta yang datang dari berbagai daerah. Rangkaian kegiatan dimulai dengan jalan santai yang diikuti ribuan lansia, dilanjutkan dengan senam sehat bersama, pemeriksaan kesehatan gratis, serta pembagian hadiah doorprize yang telah disiapkan panitia.
Peringatan HLUN tahun ini menjadi istimewa karena untuk pertama kalinya Provinsi Nusa Tenggara Timur dipercaya pemerintah pusat melalui Kementerian Sosial Republik Indonesia sebagai tuan rumah pelaksanaan Hari Lanjut Usia Nasional tingkat nasional.
Hadir dalam Kegiatan
Dalam acara tersebut hadir Direktur Jenderal Rehabilitasi Sosial Kementerian Sosial RI, Supomo, Wakil Gubernur NTT Jhoni Asadoma, pimpinan OPD, unsur Forkopimda, serta berbagai organisasi dan komunitas lansia. Dalam sambutannya, Wakil Gubernur NTT, Jhoni Asadoma, menjelaskan bahwa Hari Lanjut Usia Nasional sejatinya diperingati setiap tanggal 29 Mei. Namun, untuk tahun 2026 pelaksanaannya di NTT digeser satu hari menjadi 30 Mei karena pertimbangan situasional tanpa mengurangi makna dan esensinya.
Ia menyampaikan bahwa tahun ini mengukir catatan sejarah baru yang sangat membanggakan bagi bumi Flobamora. Pemerintah pusat melalui Kementerian Sosial Republik Indonesia telah memberikan kepercayaan besar kepada Pemerintah Provinsi NTT untuk melaksanakan Hari Lanjut Usia Nasional secara nasional untuk pertama kalinya.
Program Pelayanan bagi Lansia
Sejak 1 Mei hingga 31 Mei 2026, Kementerian Sosial bersama pemerintah daerah telah melaksanakan berbagai program pelayanan bagi lansia di seluruh wilayah NTT. Selama sebulan penuh seluruh staf dan jajaran Kementerian Sosial berkolaborasi dengan pemerintah daerah bergerak menyisir 22 kabupaten/kota di NTT. Mereka turun langsung ke lapangan menghadirkan berbagai program nyata yang berdampak langsung kepada masyarakat.
Program-program tersebut meliputi operasi katarak gratis, penyediaan alat bantu aksesibilitas, pemberdayaan ekonomi lansia, pelayanan kesehatan fisik dan mental, fisioterapi, layanan home care, bedah kamar ramah lansia, hingga penguatan lembaga kesejahteraan sosial. Selain itu, pemerintah juga memastikan pemenuhan hak-hak sipil para lansia melalui pengurusan dokumen kependudukan serta berbagai pelayanan sosial lainnya.
Kepercayaan Pemerintah
Atas nama Pemerintah Provinsi NTT, Jhoni menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada Kementerian Sosial serta seluruh pihak yang telah memberikan perhatian besar kepada para lansia di NTT. Ia juga mengajak masyarakat untuk memahami makna Hari Lanjut Usia Nasional yang diperingati setiap 29 Mei. Menurutnya, tanggal tersebut dipilih untuk mengenang sidang pertama Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) pada 29 Mei 1945 yang dipimpin tokoh senior Prof. Dr. Rajiman Wedyodiningrat.
Beliau adalah tokoh yang paling sepuh saat itu, namun memiliki pemikiran yang luar biasa cemerlang. Kehadirannya membuktikan bahwa usia bukanlah penghalang untuk memberikan kontribusi besar bagi bangsa dan negara. Ia menegaskan bangsa yang besar adalah bangsa yang menghormati orang tuanya.
Harapan untuk Lansia
Pada tahun ini kita mengusung tema yang sangat kuat dan penuh energi, “Lansia Tangguh, Indonesia Tumbuh”. Menjadi lansia tangguh bukan berarti tidak pernah sakit atau tidak memiliki keterbatasan fisik. Lansia tangguh adalah mereka yang tidak pernah menyerah pada usia.
Direktur Jenderal Rehabilitasi Sosial Kementerian Sosial RI, Supomo, menyampaikan bahwa usia hanyalah angka karena semakin bertambah usia seseorang maka semakin banyak pula pengalaman dan hikmah yang dapat dibagikan kepada masyarakat. Kupang menjadi saksi bahwa usia lanjut bukanlah akhir pengabdian. Nusa Tenggara Timur memperlihatkan bahwa opa dan oma, kakek dan nenek bukan sekadar orang tua, tetapi sumber hikmah yang harus dihormati.
Program yang Dilakukan
Peringatan HLUN merupakan momentum untuk menghargai pengorbanan, doa, dan keteladanan yang telah diberikan para lansia kepada keluarga, masyarakat, dan bangsa. Lansia tangguh bukan berarti tidak pernah lelah atau sakit. Lansia tangguh adalah mereka yang tetap bangun pagi, tetap bergerak, tetap tersenyum, tetap mendoakan anak cucu, dan menjadi cahaya di tengah keluarga.
Supomo menegaskan komitmen Kementerian Sosial dalam memperkuat perlindungan sosial, pelayanan, pendampingan, serta penghormatan terhadap para lansia di Indonesia. Pada peringatan Hari Lanjut Usia Nasional ke-30 ini, Kementerian Sosial bersama Pemerintah Provinsi NTT telah melaksanakan berbagai layanan sosial di seluruh 22 kabupaten/kota.
Salah satu program yang mendapat perhatian besar adalah operasi katarak gratis. Ternyata masih banyak saudara-saudara kita, kakek dan nenek kita yang menderita katarak. Kemarin kami cek di RSUD Naibonat, ada sekitar 560 lansia yang telah kami siapkan untuk menjalani operasi katarak dan alhamdulillah berjalan dengan lancar.
Selain operasi katarak, Kemensos juga menyalurkan bantuan alat bantu aksesibilitas, alat bantu dengar, program pemberdayaan ekonomi lansia, serta layanan pengurusan dokumen kependudukan seperti KTP dan Kartu Keluarga. Kami juga membantu pengurusan akta nikah dan dokumen penting lainnya. Karena tanpa dokumen kependudukan, pemerintah akan kesulitan memberikan bantuan yang berbasis nomor induk kependudukan.
Kemensos juga melaksanakan program home care bagi lansia yang hidup sendiri atau membutuhkan perhatian khusus dari pemerintah dan masyarakat sekitar.
Kolaborasi yang Diperlukan
Namun demikian, Supomo menegaskan negara tidak dapat bekerja sendiri dalam memberikan perlindungan kepada lansia. Karena itu, diperlukan kolaborasi yang berkelanjutan antara pemerintah, dunia usaha, organisasi sosial, dan masyarakat. Keluarga harus menjadi tempat tinggal yang paling hangat bagi lansia. Oleh karena itu, kami juga hadir di sekolah-sekolah melalui program Taruna Siaga Bencana (Tagana) maupun pekerja sosial untuk memberikan edukasi kepada anak-anak agar menghormati dan menyayangi orang tua mereka.
Perayaan Hari Lanjut Usia Nasional 2026 di Kupang berlangsung penuh kehangatan dan kebersamaan. Ribuan lansia tampak antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan hingga akhir acara. Momentum tersebut menjadi pengingat bahwa para lansia bukan hanya bagian dari masa lalu bangsa, melainkan sumber pengalaman, keteladanan, dan kebijaksanaan yang tetap berperan penting dalam pembangunan Indonesia menuju masa depan yang lebih baik.






