Peringatan Santo dan Santa Pelindung Hari Ini
Hari ini, Senin 6 April 2026, kita merayakan peringatan santo dan santa pelindung yang memberikan teladan dalam iman. Dalam rangkaian perayaan tersebut, ada beberapa tokoh yang layak dikenang, seperti Santo Selestinus, Santa Kresensia Hoess, dan Santo Notker “Penggagap”.
Santo Selestinus: Paus dan Pengaku Iman
Santo Selestinus diangkat menjadi Paus pada tahun 422 dan memimpin Gereja Kristus selama sepuluh tahun. Selama masa pemerintahannya, Gereja menghadapi tantangan dari berbagai ajaran sesat yang mulai menyebar. Salah satu ajaran yang paling menonjol adalah dari Nestorius, yang mengajarkan bahwa Maria bukanlah Bunda Allah.
Untuk menjaga kebenaran ajaran Gereja, Santo Selestinus mengundang Konsili Efesus untuk mengutuk ajaran sesat tersebut. Konsili ini memperkuat keyakinan bahwa Yesus adalah Putera Allah yang benar-benar dikandung dan dilahirkan oleh Maria. Ajaran-ajaran sesat lainnya yang muncul saat itu juga ditentang oleh Santo Selestinus bersama para pemimpin gereja lainnya.
Santo Selestinus meninggal dunia pada tanggal 432 dan dianggap sebagai tokoh penting dalam sejarah Gereja Katolik.
Santa Kresensia Hoess: Pengaku Iman
Santa Kresensia Hoess hidup antara tahun 1682 hingga 1744. Sebagai gadis miskin, ia diterima oleh biara dengan desakan walikota Kaufbeuren, Jerman yang beragama Protestan. Meskipun demikian, pembesarnya sangat tidak adil terhadap suster muda ini, meskipun Kresensia tetap sabar dan taat.
Ia menerima banyak rahmat khusus setelah menjalani berbagai godaan. Ketika menjadi pembesar, ia memperbaiki seluruh biara dan menjadi contoh bagi banyak orang. Kehidupannya penuh dengan ketekunan dan kesabaran, serta kepedulian terhadap sesama.
Santo Notker “Penggagap”: Pengaku Iman
Santo Notker disebut “Penggagap” karena kesulitannya dalam berbicara dengan jelas. Meski begitu, ia menjadi murid terpandai di biara St. Gallen, Swiss. Banyak orang, termasuk teman-temannya, mengejeknya karena kekurangannya itu. Namun, ia tidak merasa terhina, melainkan menggunakan hal tersebut sebagai dorongan untuk fokus pada belajar dan membantu orang sakit.
Notker yang tekun berdoa ini mampu menyanyi dengan baik, sehingga menjadi guru dirigen koral yang terkenal. Ia juga menggubah berbagai syair dan lagu gerejani yang indah, seperti “Media vita in morte sumus…”. Santo Notker meninggal dunia pada tahun 912.





