Pernyataan SBY Usai Kematian 3 TNI: Desak PBB Hentikan Misi UNIFIL di Lebanon

Presiden RI ke-6 SBY Angkat Bicara tentang Keselamatan Personel TNI di Lebanon



Presiden Republik Indonesia ke-6, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), memberikan pernyataan terkait keselamatan personel Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang bertugas dalam misi perdamaian di Lebanon. Dalam pernyataannya yang diunggah melalui akun media sosial X @SBYudhoyono pada hari Ahad (5/4), SBY mengecam penugasan Pasukan Perdamaian PBB (UNIFIL) dan meminta agar penugasan tersebut segera dihentikan.

SBY menjelaskan bahwa pasukan UNIFIL seharusnya hanya menjalankan fungsi penjaga perdamaian sesuai dengan Chapter VI Piagam PBB. Namun, saat ini, pasukan tersebut justru berada di zona konflik yang seharusnya tidak menjadi area perang terbuka.

Alasan Pasukan Perdamaian UNIFIL Perlu Ditarik

Menurut SBY, pasukan penjaga perdamaian tidak dilengkapi senjata yang memadai dan tidak ditugaskan untuk terlibat dalam pertempuran. Mereka ditempatkan di wilayah ‘Blue Line’ sebagai zona pemisah antara Israel dan Lebanon. Namun, saat ini, situasi telah berubah drastis.

SBY menyebut bahwa pasukan Israel kini sudah maju 7 kilometer dari batas Blue Line. Hal ini membuat para peacekeeper berada dalam bahaya yang sangat besar karena bisa menjadi korban dari pertempuran yang sedang berlangsung setiap saat.

Apa Itu UNIFIL? Ini Tugas dan Peran TNI di Dalamnya

SBY juga menjelaskan bahwa kontingen Indonesia saat ini berada di zona perang atau war zone yang menjadi lokasi pertempuran antara pihak Israel dan Hizbullah. Menurutnya, hal ini sangat membahayakan keselamatan prajurit TNI yang bertugas di sana.

Ia menekankan bahwa posisi TNI dalam misi UNIFIL harus dipertimbangkan ulang mengingat kondisi yang semakin memburuk. SBY menilai bahwa tindakan tegas dari PBB diperlukan untuk melindungi pasukan perdamaian yang notabene tidak memiliki kemampuan militer yang kuat.

Desak Investigasi Gugurnya TNI

Selain itu, SBY juga mendukung langkah pemerintah Presiden Prabowo Subianto dalam meminta PBB melakukan investigasi secara serius, jujur, dan adil atas insiden yang menimpa prajurit TNI. Ia menegaskan bahwa PBB, khususnya UNIFIL, harus mampu memberikan penjelasan yang dapat diterima mengenai rangkaian peristiwa yang menyebabkan jatuhnya korban jiwa dan luka-luka.

SBY menyampaikan duka mendalam atas wafatnya tiga prajurit TNI. Dia bahkan ikut memberikan penghormatan terakhir saat jenazah ketiga personel TNI tiba di Indonesia.

Tiga Prajurit TNI yang Gugur dalam Misi Perdamaian

Tiga prajurit TNI yang gugur dalam misi perdamaian tersebut adalah Mayor Inf (Anumerta) Zulmi Aditya Iskandar, Serka (Anumerta) Muhammad Nur Ichwan, dan Kopda (Anumerta) Farizal Rhomadon. SBY mengungkapkan rasa duka yang mendalam atas kehilangan mereka, terutama bagi keluarga yang hadir di Cengkareng.

“Saya bisa merasakan duka yang mendalam dari keluarga mereka (istri, anak dan orang tua) yang hadir di Cengkareng semalam. Saat saya ikut mengucapkan bela sungkawa yang mendalam kepada mereka, saya tahu arti air mata yang jatuh di pipi mereka,” tulis SBY.

Sejarah Keterlibatan TNI di Lebanon

SBY juga menceritakan awal mula Indonesia terlibat dalam upaya perdamaian di Lebanon selatan. Keikutsertaan RI dimulai saat konflik antara Israel dengan Lebanon pada Agustus 2026. Saat itu, SBY mengusulkan kepada Perdana Menteri Malaysia saat itu yakni Abdullah Ahmad Badawi untuk menggelar pertemuan darurat Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) di Kuala Lumpur.

Pertemuan dipimpin oleh Badawi yang juga menjabat pimpinan OKI. Hadir dalam pertemuan tersebut SBY, Perdana Menteri Turki Recep Tayyip Erdogan, Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad, hingga PM Lebanon Fouad Siniora.

Dalam pertemuan itu, SBY mengutarakan niat untuk mengirimkan satu batalyon pasukan TNI ke perbatasan Israel dan Lebanon. Ini sebagai bentuk partisipasi Indonesia dalam mengawal gencatan senjata.

Menurut SBY, inilah yang menjadi alasannya untuk menyatakan sikap atas gugurnya prajurit TNI di Lebanon. “Saya juga merasa punya kewajiban moral untuk ikut memperjuangkan keadilan bagi prajurit-prajurit TNI yang menjadi korban,” katanya.

Pos terkait