Persebaya Surabaya pincang hadapi PSIM Yogyakarta! Bernardo Tavares minta skuad fokus di lapangan

— Persebaya Surabaya pincang saat menantang PSIM Yogyakarta pada pekan ke-18 Super League 2025/2026. Kondisi itu membuat pelatih Bernardo Tavares menekankan fokus penuh di lapangan demi membawa pulang hasil positif.

Laga PSIM Yogyakarta vs Persebaya Surabaya akan berlangsung di Stadion Sultan Agung, Bantul, Minggu (25/1/2026) sore pukul 15.30 WIB.

Pertandingan ini menjadi ujian penting bagi Persebaya Surabaya yang datang dengan komposisi tim kurang ideal.

Bernardo Tavares mengungkapkan timnya tidak datang dalam kekuatan penuh ke markas PSIM. Sejumlah pemain harus menepi karena masalah cedera dan kondisi kesehatan.

“Beberapa pemain kami mengalami cedera atau terkena virus sehingga tidak diperbolehkan berlatih dengan tim,” ungkap Tavares, Sabtu (24/1/2026). Situasi ini memaksa tim pelatih melakukan penyesuaian dalam persiapan pertandingan.

Meski begitu, Tavares menegaskan kondisi tersebut tidak boleh menjadi alasan bagi timnya. Ia ingin seluruh pemain yang tersedia tetap menunjukkan determinasi tinggi sepanjang laga.

Pelatih asal Portugal itu juga memberi perhatian khusus pada kekuatan PSIM Yogyakarta. Menurutnya, tim tuan rumah memiliki karakter permainan yang menuntut konsentrasi tinggi selama 90 menit.

“Mereka adalah tim yang banyak berlari tanpa bola dan dengan bola,” jelasnya. “Mungkin salah satu tim di liga yang pemainnya menempuh jarak lebih jauh dalam pertandingan.”

Statistik dan karakter itu membuat PSIM menjadi lawan yang merepotkan. Persebaya Surabaya dituntut mampu menjaga intensitas permainan agar tidak kalah dalam duel fisik dan transisi.

Tavares juga mengingatkan hasil pertemuan sebelumnya yang berpihak pada PSIM. Fakta tersebut menjadi alarm bagi Green Force untuk tidak lengah sejak menit awal.

“Mereka menang di lapangan Persebaya,” tegasnya. “Jadi kita perlu fokus dan memberikan yang terbaik besok jika ingin mendapatkan hasil yang baik.”

Fokus menjadi kata kunci utama yang terus ditekankan Tavares kepada anak asuhnya. Ia meminta pemain memerhatikan detail kecil yang sering menentukan hasil pertandingan.

Menurutnya, setiap momen di lapangan harus dijalani dengan konsentrasi penuh. Mulai dari transisi ofensif dan defensif hingga organisasi permainan dalam situasi set-piece.

Persebaya Surabaya diharapkan mampu tampil disiplin meski kehilangan beberapa pilar. Tavares percaya kedalaman skuad dan pemahaman taktik bisa menutup kekurangan tersebut.

Di sisi lain, para pemain Persebaya Surabaya mengaku siap menjalankan instruksi pelatih. Mereka merasa persiapan tim berjalan dengan baik meski kondisi tidak sepenuhnya ideal.

Penjaga gawang Persebaya Surabaya, Ernando Sutaryadi, menegaskan tim sudah memahami karakter PSIM. Arahan dari tim pelatih dinilai sangat membantu pemain dalam membaca permainan lawan.

“Menurut saya persiapan tim kita sangat baik dan kita juga sudah diberitahu bagaimana karakteristik setiap pemain dari PSIM oleh pelatih dan official lainnya,” jelasnya. Informasi detail tersebut menjadi bekal penting jelang pertandingan.

Ernando menilai pemahaman itu membuat pemain lebih siap secara mental. Setiap individu tahu apa yang harus dilakukan ketika menghadapi tekanan di lapangan.

“Jadi kita sangat terbantu dan sudah mempersiapkan semua itu untuk pertandingan besok,” tandas Ernando. Ia optimistis Persebaya Surabaya mampu tampil solid meski kondisi tim pincang.

Laga ini diprediksi berjalan ketat sejak awal. PSIM ingin mempertahankan tren positif, sementara Persebaya Surabaya berambisi bangkit dan mencuri poin di kandang lawan.

Bagi Persebaya Surabaya, pertandingan ini bukan sekadar soal hasil. Konsistensi, fokus, dan disiplin bermain menjadi tolok ukur sejauh mana tim mampu bersaing di papan atas Super League 2025/2026.

Dengan kondisi skuad yang terbatas, Persebaya Surabaya dituntut bermain cerdas dan efisien. Setiap peluang harus dimaksimalkan demi menjaga asa meraih hasil terbaik di Bantul.

Pos terkait