Pertamina Buka Suara: Antrean SPBU Medan Mengular

Kekhawatiran BBM Memicu Antrean Panjang di SPBU, Pemerintah Imbau Masyarakat Tetap Tenang

Medan – Situasi kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) yang sempat meresahkan masyarakat kini mulai mereda. Gelombang kekhawatiran yang dipicu oleh isu penutupan Selat Hormuz dan pernyataan terkait cadangan BBM nasional telah menyebabkan antrean panjang di berbagai Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU). Warga di berbagai kota, termasuk di Kota Binjai, dilaporkan memadati SPBU sejak Kamis malam, bahkan hingga meluber ke jalan dan menyebabkan kemacetan.

Salah seorang warga, yang enggan disebutkan namanya, menceritakan pengalamannya pada Ahad, 8 Maret 2026. “Kamis malam itu, SPBU di Tanahtinggi Binjai, antrean sepeda motor penuh macam lagi nonton konser. Sampai ke jalan, macet. Paginya, sepanjang jalan Medan-Binjai, gitu juga,” ujarnya. Fenomena serupa juga terjadi di kota-kota lain, di mana SPBU tampak dipenuhi oleh kendaraan roda dua maupun roda empat yang mengular panjang.

Awal Mula Kekhawatiran: Pernyataan dan Pesan Berantai

Kekhawatiran masyarakat ini bermula setelah Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengeluarkan pernyataan mengenai stok bahan bakar minyak Indonesia yang hanya tersisa untuk 20 hari. Pernyataan ini diucapkan menyusul peristiwa penutupan Selat Hormuz di Iran pada 2 Maret 2026.

Tak lama setelah pernyataan tersebut, beredar pesan berantai melalui aplikasi percakapan dan media sosial. Pesan tersebut berisi imbauan agar masyarakat segera mengisi penuh tangki kendaraan mereka dan menggunakan jeriken untuk menyimpan BBM. Imbauan inilah yang kemudian memicu kepanikan massal, mendorong warga untuk berbondong-bondong mendatangi SPBU terdekat. Akibatnya, antrean kendaraan menjadi sangat panjang, memakan badan jalan, dan menciptakan kemacetan lalu lintas yang parah di sejumlah wilayah.

Klarifikasi Pemerintah dan Pertamina: Stok BBM Aman

Menyadari potensi kepanikan yang semakin meluas, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia memberikan klarifikasi dua hari setelah pernyataan awalnya. Ia menegaskan bahwa cadangan BBM nasional sebenarnya masih mencukupi dan angka 20 hari tersebut bukanlah indikasi situasi darurat.

“Itu kemampuan kita, standar nasionalnya minimal 20 sampai 21 hari,” jelas Bahlil di Istana Kepresidenan. Pernyataan ini bertujuan untuk menenangkan masyarakat dan meluruskan kesalahpahaman yang terjadi.

Selanjutnya, PT Pertamina Patra Niaga Regional Sumatra bagian Utara (Sumbagut) juga turut memberikan pernyataan resmi. Pihaknya membantah kebenaran pesan berantai yang beredar, menegaskan bahwa penyaluran BBM berjalan normal. Stok BBM untuk wilayah Aceh dan sekitarnya dilaporkan dalam kondisi aman dan terus didistribusikan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Imbauan Bijak dalam Menerima Informasi

Fahrougi Andriani Sumampouw, Area Manager Communication, Relations and CSR Regional Sumbagut, dalam keterangan tertulisnya pada Kamis, 5 Maret 2026, mengajak masyarakat untuk lebih bijak dalam menerima dan menyebarkan informasi. “Kami mengajak masyarakat untuk lebih bijak menerima dan menyebarkan informasi. Jangan mempercayai pesan berantai dari sumber yang tidak jelas yang tidak sesuai fakta,” tegasnya.

Meskipun telah ada klarifikasi, kepanikan di masyarakat sudah terlanjur terjadi. Gelombang antrean di SPBU terus berlanjut.

Upaya Pemerintah Kota Medan Memastikan Ketersediaan BBM

Untuk meredakan kekhawatiran yang meluas dan mencegah gejolak yang lebih besar, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kota Medan, Citra Effendi Capah, bersama rombongannya melakukan kunjungan ke kantor Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut. Tujuannya adalah untuk memastikan secara langsung kondisi stok BBM di Kota Medan.

Dalam pertemuan tersebut, Citra Effendi diterima oleh Sales Area Manager (SAM) Retail Medan Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, Tito Rivanto Marsono, dan Sales Branch Manager, Ferry Fernando. Keduanya memberikan jaminan bahwa ketersediaan BBM untuk seluruh produk di Kota Medan dalam kondisi aman dan akan terus terjaga.

  • Ketersediaan Produk: Seluruh produk BBM dipastikan tersedia dalam jumlah yang cukup.
  • Pasokan Jangka Panjang: Suplai BBM hingga periode Lebaran dan sesudahnya juga telah dipastikan tidak akan mengalami kendala.
  • Logistik Lancar: Tidak ada masalah terkait pengadaan kapal maupun armada pengangkut lainnya.
  • Penambahan Armada: Jumlah mobil tangki dan sopir akan ditambah untuk memastikan kelancaran distribusi.

Imbauan untuk Tidak Panik dan Berbelanja Normal

Menyikapi penjelasan dari pihak Pertamina, Citra Effendi Capah mengimbau masyarakat Kota Medan agar tidak terpengaruh oleh isu-isu yang berkembang mengenai kelangkaan BBM. Ia mengajak warga untuk tetap tenang dan melakukan pengisian BBM seperti biasa agar kondisi di SPBU dapat kembali normal.

“Kami mengimbau masyarakat tidak panic buying. Isi BBM seperti biasa agar SPBU tetap normal dan tidak terjadi antrean panjang,” ujar Citra.

Selain itu, Pemerintah Kota Medan juga memberikan peringatan tegas kepada para pedagang BBM eceran. Mereka diingatkan untuk tidak memanfaatkan situasi dengan menaikkan harga secara tidak wajar atau melakukan praktik-praktik lain yang merugikan masyarakat. Dinas terkait bersama aparat penegak hukum akan melakukan pengawasan ketat untuk mencegah hal tersebut.

Gubernur Sumut: Stok BBM Aman, Edukasi Masyarakat Penting

Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution, juga turut angkat bicara mengenai situasi ini. Ia meminta para kepala daerah di wilayahnya untuk terus mengedukasi masyarakat agar tidak melakukan panic buying. Bobby menegaskan bahwa stok BBM di Sumatera Utara secara keseluruhan masih dalam kondisi aman.

“Saya harap kepala daerah terus edukasi masyarakat karena kalau saya perhatikan setelah saya mengunjungi beberapa kabupaten kota, panic buying cuma di kota-kota saja,” kata Bobby usai berbuka puasa bersama keluarga besar DPD Gerindra Sumut di Medan.

Gubernur membandingkan ketersediaan stok BBM nasional dengan tangki bahan bakar mobil. “Jadi tidak perlu panik, selama ini kita tidak pernah kehabisan BBM walau tempat penyimpanan BBM kita hanya 25 hari karena sebelum habis sudah diisi,” ucapnya, memberikan analogi yang mudah dipahami untuk menenangkan kekhawatiran masyarakat.

Dengan adanya klarifikasi dari pemerintah pusat, Pertamina, serta imbauan dari pemerintah daerah, diharapkan masyarakat dapat lebih tenang dan tidak terprovokasi oleh isu yang belum tentu kebenarannya. Ketenangan dan tindakan yang bijak dari setiap individu akan sangat membantu dalam menjaga stabilitas pasokan BBM di tanah air.

Pos terkait