Pesantren Kilat dan Bakti Sosial: Mengasah Spiritual dan Kepedulian Sosial di MI Al Halim
Madrasah Ibtidaiyah (MI) Al Halim yang berlokasi di Perumahan Gading Tutuka 2, Desa Ciluncat, Kecamatan Cangkuang, Kabupaten Bandung, turut meramaikan semangat bulan suci Ramadhan dengan menggelar serangkaian kegiatan edukatif dan sosial yang komprehensif. Inisiatif ini menunjukkan komitmen lembaga pendidikan tersebut dalam memberikan pengalaman belajar yang holistik, tidak hanya berfokus pada akademis, tetapi juga pada pembentukan karakter dan kepedulian sosial generasi muda.
Pesantren Ramadhan: Penguatan Pendidikan Keagamaan dan Praktik Ibadah
Umy Yeti Hayatiningsih, salah seorang guru di MI Al Halim, menjelaskan bahwa Pesantren Ramadhan (Sanram) di sekolahnya telah dimulai sejak Senin, 9 Maret 2026, dan akan berlangsung hingga Jumat, 13 Maret 2026. Kegiatan ini dirancang untuk memperdalam pemahaman siswa terhadap ajaran agama Islam dan mempraktikkan ibadah sehari-hari.
“Acaranya diisi dengan pemantapan pendidikan keagamaan dan praktik ibadah,” ujar Umy Yeti. Selain itu, sebagai metode pembelajaran yang menarik dan informatif, para siswa juga diajak untuk menonton video-video edukatif yang mengisahkan tentang sejarah para nabi serta para sahabat Rasulullah SAW. Pendekatan visual ini diharapkan dapat membantu siswa menyerap pelajaran dengan lebih baik dan menumbuhkan rasa cinta pada sejarah Islam.
Infak Harian dan Unit Pengumpul Zakat (UPZ)
Salah satu aspek penting dari kegiatan Sanram di MI Al Halim adalah pembiasaan berinfak setiap hari. Dana yang terkumpul dari infak siswa selama bulan Ramadhan ini akan dialokasikan untuk berbagai kegiatan, termasuk lomba-lomba keagamaan yang diselenggarakan di akhir masa Sanram dan kegiatan bakti sosial.
MI Al Halim sendiri telah memiliki Unit Pengumpul Zakat (UPZ) yang bekerja sama dengan BAZNAS Kabupaten Bandung. Keberadaan UPZ ini semakin memperkuat keyakinan pihak sekolah dalam mengelola dan menyalurkan dana infak dari para siswa secara transparan dan akuntabel. Bahkan, sekolah ini telah menerima penghargaan BAZNAS Award pada Desember tahun lalu, sebuah bukti nyata komitmen dan keberhasilan mereka dalam pengelolaan zakat.
“Al Halim sudah memiliki Unit Pengumpul zakat (UPZ) dari BAZNAS Kabupaten Bandung bahkan mendapatkan BAZNAS Award pada Desember tahun lalu,” ungkap Umy Yeti.
Umy Yeti menambahkan bahwa kebiasaan berinfak ini tidak hanya dilakukan selama Ramadhan. “Biasanya kalau di luar Ramadhan para siswa infak tiap Jumat, tapi selama Ramadhan mereka berinfak setiap hari dengan menyisihkan uang jajannya,” jelasnya. Dengan demikian, siswa diajarkan untuk memiliki kebiasaan bersedekah secara rutin dan konsisten, yang merupakan salah satu pilar penting dalam ajaran Islam.
Lomba Keagamaan: Merangsang Bakat dan Semangat Kompetisi
Puncak dari kegiatan Pesantren Ramadhan akan ditandai dengan penyelenggaraan berbagai lomba keagamaan pada hari Jumat, 13 Maret 2026. Rangkaian lomba ini meliputi:
- Lomba Mewarnai: Mengasah kreativitas siswa melalui seni visual dengan tema-tema Islami.
- Lomba Mengumandangkan Azan: Melatih vokal dan kefasihan siswa dalam melantunkan panggilan salat.
- Lomba Membuat Kaligrafi: Mendorong apresiasi terhadap keindahan seni tulis Arab.
- Lomba Menggambar Tema Idul Fitri: Menggali imajinasi siswa dalam merepresentasikan semangat hari raya Idul Fitri.
- Lomba Tahfiz: Menguji hafalan dan pemahaman siswa terhadap ayat-ayat suci Al-Qur’an.
Untuk memberikan apresiasi dan motivasi lebih kepada para peserta, pihak sekolah telah menyiapkan berbagai hadiah menarik, termasuk piala dan piagam penghargaan. “Pihak sekolah menyediakan piala dan piagam penghargaan untuk lebih memotivasi anak sehingga piala yang disediakan juga lumayan banyak,” tutur Umy Yeti. Pemberian penghargaan ini diharapkan dapat menumbuhkan semangat kompetisi yang sehat di kalangan siswa.
Bakti Sosial: Menanamkan Empati dan Kepedulian Sejak Dini
Selain fokus pada pengembangan spiritual dan akademis, MI Al Halim juga memberikan perhatian besar pada pembentukan karakter sosial siswa. Pada hari yang sama dengan pelaksanaan lomba keagamaan, sekolah ini akan menyelenggarakan kegiatan bakti sosial.
Kegiatan bakti sosial ini akan ditujukan kepada warga masyarakat sekitar sekolah yang membutuhkan, meliputi para pemulung, anak yatim, serta anak-anak dari keluarga kurang mampu. Bentuk kegiatan bakti sosial ini bisa berupa pembagian sembako, santunan, atau kegiatan positif lainnya yang diharapkan dapat meringankan beban mereka.
“Kita ingin mendidik dan melatih anak agar peduli sosial sejak dini sehingga baksos digelar secara rutin,” tegas Umy Yeti.
Melalui program bakti sosial yang rutin ini, MI Al Halim berupaya menanamkan nilai-nilai empati, kepedulian, dan rasa kasih sayang kepada sesama sejak usia dini. Sekolah percaya bahwa dengan melibatkan siswa secara langsung dalam kegiatan sosial, mereka akan tumbuh menjadi individu yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki hati yang mulia dan peka terhadap lingkungan sekitar. Kegiatan ini menjadi sarana efektif untuk mengajarkan pentingnya berbagi dan membantu mereka yang kurang beruntung, membentuk generasi penerus yang berakhlak mulia dan memiliki kepedulian sosial yang tinggi.




