Petani Mehalaan Mamasa Kehilangan Sawah Akibat Longsor

Bencana Longsor di Desa Salukonta, Mamasa

Longsor yang terjadi di Dusun Sampele, Desa Salukonta, Kecamatan Mehalaan, Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat (Sulbar), menyebabkan kerugian besar bagi warga setempat. Peristiwa ini terjadi pada Minggu (5/4/2026) setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut. Material longsor menimbun sekitar dua hektar sawah milik para petani, sehingga tanaman padi yang baru mulai tumbuh rusak dan berpotensi gagal panen.

Selain merusak persawahan, longsor juga menutup sebagian jalan utama di Desa Salukonta. Akibatnya, kendaraan roda empat tidak dapat melintasi jalan tersebut, sehingga menyulitkan warga dalam kegiatan sehari-hari.

Kerugian yang Dialami Warga

Menurut keterangan Ahsan, salah satu warga setempat, sekitar dua hektar sawah tertimbun oleh material longsor. Hal ini menyebabkan kerugian besar bagi para petani yang sedang menjalani masa tanam.

“Ada dua hektar sawah tertimbun, kemudian jalan juga membuat warga kesulitan keluar masuk desa,” ujarnya saat dikonfirmasi.

Ahsan menambahkan bahwa tanaman padi yang baru tumbuh kini tertimbun oleh material tanah. Hal ini sangat berisiko karena bisa menyebabkan gagal panen, terutama jika kondisi tanah tidak segera diperbaiki.

Upaya Gotong Royong dari Warga

Meskipun bantuan pemerintah belum tiba di lokasi, warga setempat langsung melakukan upaya gotong royong untuk membersihkan jalan dan memperbaiki persawahan secara mandiri. Menurut Ahsan, jalan desa sudah dibersihkan, tetapi masih berbahaya karena permukaannya licin.

“Saat ini jalan desa baru sudah dibersihkan, tetapi masih berbahaya karena masih licin,” ujarnya.

Warga juga berusaha memperbaiki area persawahan dengan cara manual, meski prosesnya memakan waktu lama dan membutuhkan tenaga ekstra. Mereka berharap kondisi akan segera pulih agar aktivitas pertanian dapat berjalan normal kembali.

Kondisi Wilayah dan Jarak dengan Ibu Kota

Desa Salukonta terletak sekitar 28,6 kilometer dari ibu kota Kabupaten Mamasa, berdasarkan data digital. Meskipun jaraknya cukup jauh, akses jalan yang terganggu akibat longsor memperparah kesulitan warga dalam mendapatkan bantuan atau layanan dari pusat.

Dalam situasi seperti ini, partisipasi aktif masyarakat menjadi kunci dalam menghadapi bencana alam. Meskipun tidak semua permasalahan bisa diselesaikan sendiri, usaha bersama tetap menjadi bentuk solidaritas yang penting.

Tantangan dan Harapan

Bencana longsor ini memberikan tantangan besar bagi masyarakat setempat, baik dalam hal ekonomi maupun kehidupan sehari-hari. Namun, semangat gotong royong dan kekompakan warga menunjukkan bahwa mereka tidak mudah menyerah.

Harapan besar disampaikan kepada pemerintah daerah untuk segera memberikan bantuan yang diperlukan, baik dalam bentuk logistik maupun dana pemulihan. Selain itu, penanganan jangka panjang seperti penguatan tebing dan pembuatan saluran air juga diperlukan untuk mencegah terulangnya bencana serupa di masa depan.


Pos terkait