Italia Melaju ke Final Play-off Piala Dunia 2026 Berkat Kemenangan atas Irlandia Utara, Hadapi Bosnia dan Herzegovina
Perjalanan menuju Piala Dunia 2026 semakin sengit, dan tim nasional Italia telah mengambil langkah signifikan dengan memastikan tempat di final play-off. Kemenangan 2-0 atas Irlandia Utara di babak semifinal play-off menjadi bukti determinasi dan kualitas skuad Azzurri. Dua gol yang dicetak oleh Sandro Tonali dan Moise Kean mengunci kemenangan penting ini, sekaligus memupus harapan Irlandia Utara untuk tampil di turnamen akbar empat tahunan tersebut.
Pertandingan yang berlangsung krusial ini memperlihatkan Italia yang harus beradaptasi dengan beberapa absennya pemain kunci. Federico Chiesa, Mattia Zaccagni, Giovanni Di Lorenzo, dan Gianluca Scamacca tidak dapat diturunkan karena berbagai alasan. Namun, kembalinya Alessandro Bastoni dan Matteo Politano dari cedera memberikan suntikan moral dan kekuatan tambahan, memungkinkan keduanya untuk tampil sebagai starter. Di sisi lain, Irlandia Utara juga menghadapi tantangan serupa dengan absennya Ali McCann, Conor Bradley, dan Daniel Ballard. Kehadiran mereka di babak play-off sebagian besar berkat performa impresif di ajang Nations League.
Meskipun tidak diperkuat skuad terbaiknya, Italia menunjukkan dominasi sejak awal pertandingan. Federico Dimarco menjadi ancaman nyata bagi pertahanan Irlandia Utara, dua kali menguji kemampuan kiper lawan di tiang dekat. Salah satu upayanya berupa tendangan setengah voli keras yang berhasil ditepis, bahkan sempat mengenai Mateo Retegui. Sementara itu, Irlandia Utara sempat mendapat peluang melalui Ethan Galbraith yang melakukan serangan balik. Namun, ia terpeleset saat melepaskan tembakan langsung ke arah Gianluigi Donnarumma, padahal seharusnya ia dapat mengoper bola kepada Isaac Price.
Berbagai upaya serangan dilancarkan oleh kedua tim. Tendangan menyudut Retegui berhasil diblokir oleh Ruari McConville, sedangkan sundulan Bastoni sedikit melebar setelah mengenai Brodie Spencer. Moise Kean juga sempat melepaskan tembakan tinggi yang melebar dari tepi kotak penalti, sementara sundulan Bastoni dari tendangan sudut lainnya masih melambung di atas mistar gawang. Memasuki babak kedua, Riccardo Calafiori mencoba peruntungannya dengan tendangan kaki kanan yang kurang dominan, namun bola berhasil dibelokkan ke pelukan Pierce Charles.
Kesempatan emas sebenarnya didapat Retegui ketika ia memiliki peluang di tengah lapangan akibat kesalahan pertahanan Irlandia Utara. Sayangnya, sentuhan pertamanya kurang sempurna dan ia akhirnya menabrak kiper. Tak lama berselang, Charles kembali menunjukkan refleks gemilangnya dengan menepis tendangan sudut Kean menggunakan ujung jarinya.
Tekanan Italia akhirnya membuahkan hasil. Berawal dari umpan silang Politano yang disundul oleh Isaac Price ke tepi kotak penalti, bola jatuh di kaki Sandro Tonali. Dengan tenang, Tonali membiarkan bola memantul sekali sebelum melepaskan tendangan setengah voli keras kaki kanan yang merobek jala gawang. Gol tersebut menjadi inspirasi bagi tim Azzurri.
Federico Gatti masuk menggantikan Bastoni yang mendapat kartu kuning. Moise Kean kembali menebar ancaman dengan tendangan menyudut setelah berlari di sisi kanan, memaksa kiper melakukan penyelamatan lagi. Kendati ada sedikit kesalahan dari Dimarco saat Riccardo Calafiori maju, dan Gianluigi Donnarumma nyaris dihukum akibat umpan buruk yang dicegat oleh Donley, Italia tetap menunjukkan mentalitas juara.
Menjelang akhir pertandingan, sundulan Francesco Pio Esposito dari sepak pojok nyaris berhasil dihalau oleh Hume tepat di garis gawang. Namun, Italia tak mengendurkan serangan. Kean hampir mencetak gol dengan tendangan salto akrobatik dari umpan silang Barella dalam skema sepak pojok pendek. Namun, momen gemilang itu hanya menjadi pemanasan, karena tak lama kemudian, ia berhasil menggandakan keunggulan Italia.
Proses gol kedua ini kembali melibatkan Sandro Tonali. Melalui bola lambung, Kean mengontrol bola dengan kaki kanannya, memanfaatkan pantulan untuk berputar melewati pemain bertahan. Dengan tendangan kaki kiri khasnya, ia melepaskan tembakan akurat yang membentur bagian dalam tiang jauh sebelum akhirnya bersarang di gawang. Gol ini mengunci kemenangan Italia dan memastikan mereka melangkah ke babak final play-off.
Marco Palestra melakukan debut seniornya dengan cemerlang, menunjukkan keahliannya dalam menyambut umpan silang Dimarco. Sayangnya, Pio Esposito tidak mampu menjaga bola tetap dalam permainan. Di waktu tambahan, Irlandia Utara sempat mendapat kesempatan dari tendangan bebas di dalam kotak enam yard, namun tidak ada pemain yang berhasil menyelesaikannya.
Rekap Hasil Kualifikasi Piala Dunia 2026
Babak semifinal play-off Piala Dunia 2026 telah menghasilkan beberapa pertandingan menarik. Berikut adalah rekap hasil selengkapnya:
Semifinal
- Wales vs Bosnia & Herzegovina: 1-1 (Bosnia & Herzegovina menang adu penalti 4-2)
- Italia vs Irlandia Utara: 2-0
- Ukraina vs Swedia: 1-3
- Polandia vs Albania: 2-1
- Slovakia vs Kosovo: 3-4
- Turki vs Rumania: 1-0
- Ceko vs Irlandia: 2-2 (Ceko menang adu penalti 4-3)
- Denmark vs Makedonia Utara: 4-0
Final
Pertandingan final play-off akan digelar pada Rabu, 1 April 2026, pukul 01.45 WIB. Empat tim terbaik akan saling berhadapan untuk memperebutkan tiket ke Piala Dunia 2026:
- Bosnia & Herzegovina vs Italia
- Ceko vs Denmark
- Kosovo vs Turki
- Swedia vs Polandia
Bosnia dan Herzegovina: Rintangan Terakhir Italia Menuju Piala Dunia
Perjalanan tim nasional Italia menuju Piala Dunia 2026 kini memasuki babak penentuan. Lawan terakhir mereka di babak play-off adalah Bosnia dan Herzegovina, tim yang berhasil menyingkirkan Wales melalui adu penalti yang menegangkan. Pertandingan krusial ini dijadwalkan akan digelar pada Selasa, 31 Maret 2026.
Bosnia dan Herzegovina, yang kini dilatih oleh Sergej Barbarez, merupakan tim yang memiliki karakter permainan fisik kuat. Dengan rata-rata tinggi badan pemain mencapai 1,85 meter, mereka mengandalkan kemampuan sundulan dan kekuatan dalam duel udara serta tekel. Barbarez, mantan striker yang memiliki rekam jejak panjang di Bundesliga, telah memimpin tim nasional Bosnia sejak April 2024. Di bawah kepemimpinannya, tim ini mencatat 6 kemenangan, 5 hasil imbang, dan 8 kekalahan dalam 20 pertandingan.
Salah satu kunci permainan Bosnia dan Herzegovina adalah kecepatan transisi dari bertahan ke menyerang. Mereka terbiasa melakukan perebutan bola cepat dan umpan vertikal untuk segera mengubah situasi. Peran gelandang tengah juga sangat vital dalam skema permainan mereka. Pemain seperti Benjamin Tahirovic (Brøndby) dan Armin Gigović (Young Boys) dituntut untuk bermain dengan intensitas tinggi dan pengorbanan yang signifikan.
Timnas Italia harus memberikan perhatian khusus kepada striker veteran mereka, Edin Dzeko. Meskipun telah berusia 40 tahun, Dzeko masih menjadi motor serangan utama Bosnia dan Herzegovina. Ia adalah sosok yang krusial dalam kemenangan atas Wales, mencetak gol di menit ke-89 yang memaksa pertandingan berlanjut ke perpanjangan waktu dan akhirnya adu penalti. Saat ini, Dzeko bermain untuk Schalke di divisi dua Jerman dan telah menunjukkan ketajamannya dengan enam gol dan tiga assist dalam delapan pertandingan sejak bergabung pada Januari.
Selain Dzeko, nama Kerim Alajbegovic juga patut diwaspadai. Pemain sayap berusia 18 tahun yang merupakan salah satu permata muda dari Salzburg ini menjadi sorotan, terutama setelah sukses mencetak penalti kemenangan melawan Wales. Alajbegovic saat ini sedang menorehkan namanya di liga Austria. Skuad Bosnia dan Herzegovina juga diperkuat oleh dua pemain yang bermain di Serie A: Sead Kolasinac (Atalanta) dan Tarik Muharemovic (Sassuolo).
Pertandingan melawan Bosnia dan Herzegovina akan menjadi ujian terakhir bagi Italia untuk memastikan satu tempat di Piala Dunia 2026, yang akan diselenggarakan di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko dari 10 Juni hingga 19 Juli 2026.



