—
Bruno Moreira, pemain asal Brasil, sempat meninggalkan Persebaya Surabaya pada Maret 2023 setelah menerima tawaran bermain di Eropa. Keputusan ini membuat para penggemar Persebaya, Bonek, kehilangan salah satu pemain paling menonjol dalam era pelatih Aji Santoso. Bruno mencuri perhatian dengan penampilan yang luar biasa selama musim Liga 1 2021/2022 bersama Green Force.
Kepergian Bruno lebih dulu dikonfirmasi oleh pelatih Persebaya saat itu, Aji Santoso. Ia menyebutkan bahwa pemain kelahiran Cajamar, Brasil tersebut ingin mencari tantangan baru setelah mendapat tawaran dari klub Liga Yunani. Menurut Aji Santoso, Bruno memang memiliki ambisi untuk berkembang dan merasakan pengalaman berbeda di kompetisi Eropa.
Alasan Bruno Moreira Memilih Tinggalkan Persebaya Surabaya
Aji Santoso menjelaskan bahwa Bruno Moreira memilih hengkang karena ingin merasakan pengalaman baru di kompetisi Eropa. Tawaran dari klub Yunani datang ketika performanya bersama Persebaya Surabaya sedang naik daun dan menjadi sorotan banyak tim. Pelatih asal Malang tersebut juga memberi kebebasan penuh kepada seluruh pemain asingnya untuk menentukan masa depan mereka.
Menurut Aji Santoso, Bruno sudah berkomunikasi terlebih dahulu mengenai rencana kepindahannya. Pemain yang masih berusia 23 tahun saat itu dikenal memiliki ambisi besar untuk mengembangkan karier sejak usia muda. “Bruno ingin bermain dan mencari tantangan baru. Dia sudah berkomunikasi dengan saya kalau mau bermain di Yunani,” ucap Aji Santoso.
Pernyataan ini juga menegaskan bahwa hubungan antara Aji Santoso dan Bruno tetap baik meskipun sang pemain memilih pergi.
Perjalanan Karier Bruno Moreira Sebelum Bersinar di Persebaya Surabaya
Bruno Moreira lahir pada 8 April 1999 di Cajamar, Brasil. Ia adalah lulusan akademi Santos FC, salah satu klub besar Brasil. Meski masih muda, ia sudah merasakan berbagai atmosfer kompetisi di luar negaranya sebelum bergabung dengan Persebaya Surabaya pada Juni 2021.
Karier profesional Bruno dimulai bersama Envigado FC yang bermain di kasta tertinggi sepak bola Kolombia. Setelah itu, ia melanjutkan petualangan ke Korea Selatan dengan memperkuat Ansan Greeners pada musim 2019/2020. Ia juga pernah bermain untuk Chungnam Asan pada musim berikutnya. Pengalaman bermain di tiga negara berbeda membuat karakter permainannya semakin matang saat datang ke Persebaya Surabaya.
Bruno dikenal sebagai winger kiri eksplosif dengan kaki dominan kanan. Selain bermain di sisi kiri, ia juga mampu ditempatkan sebagai gelandang serang maupun sayap kanan.
Statistik Bruno Moreira Bersama Persebaya Surabaya dan Klub Yunani
Pada musim pertamanya bersama Persebaya Surabaya di Liga 1 2021/2022, Bruno langsung menjadi pemain penting. Ia mencatatkan 29 penampilan dengan torehan tujuh gol dan tiga assist dari total 2.538 menit bermain. Namun perjalanan Bruno musim itu juga diwarnai kontroversi. Ia sempat mendapat hukuman larangan bermain akibat berseteru dengan pemain Persipura pada awal musim kompetisi.
Meski begitu, kontribusinya tetap besar untuk Green Force. Permainan agresif dan kecepatannya membuat Bruno menjadi salah satu pemain asing paling menonjol di Liga 1 saat itu.
Setelah hengkang ke Yunani pada musim 2022/2023, Bruno bergabung bersama Niki Volos yang bermain di Super League 2 Yunani. Namun kiprahnya di sana tidak terlalu panjang karena hanya tampil delapan kali dengan total 267 menit bermain.
Situasi tersebut membuat Bruno akhirnya kembali ke Persebaya Surabaya pada 1 Juli 2023. Kepulangannya langsung disambut antusias Bonek karena Green Force kembali mendapatkan pemain andalan di sektor sayap.
Bruno Moreira Menjelma Jadi Mesin Gol Green Force
Setelah kembali ke Surabaya, performa Bruno Moreira justru meningkat drastis. Pada musim Liga 1 2023/2024, ia tampil dalam 31 pertandingan dengan koleksi 10 gol dan empat assist. Produktivitas itu berlanjut pada musim 2024/2025. Bruno kembali mencetak 10 gol serta tiga assist dari 31 pertandingan bersama Persebaya Surabaya.
Musim 2025/2026 menjadi salah satu periode terbaik Bruno Moreira di Indonesia. Hingga pekan ke-34 Super League, ia membukukan 10 gol dan tujuh assist dari 27 pertandingan dengan total 2.260 menit bermain. Catatan tersebut membuat Bruno menjadi salah satu pemain asing tersubur Persebaya Surabaya dalam tiga musim terakhir. Konsistensinya juga membuat nilai pasarnya kini menyentuh angka Rp 6,95 miliar.
Saat ini Bruno Moreira masih tercatat sebagai pemain Persebaya Surabaya dengan kontrak hingga 31 Mei 2026. Situasi itu membuat banyak Bonek mulai bertanya-tanya terkait masa depannya bersama Green Force musim depan bersama Bernardo Tavares. Apalagi performanya terus stabil dan menjadi pemain kunci di lini serang. Tidak sedikit klub yang diyakini mulai memantau situasi winger asal Brasil tersebut menjelang akhir kontraknya.
Kini Bonek hanya bisa menunggu keputusan manajemen dan Bruno Moreira terkait kelanjutan kerja sama mereka. Jika benar berpisah pada akhir musim nanti, maka Bruno akan meninggalkan jejak penting sebagai salah satu pemain asing paling berkesan dalam era modern Persebaya Surabaya.






