BATAM (KEPRIZONE.COM) – PT PLN Batam meraih empat penghargaan dari Environmental and Social Innovation Award (ENSIA) 2025 yang digelar PT Sucofindo sebagai bagian dari IDSurvey.
Penghargaan ini menjadi ajang bergengsi bagi PLN Batam untuk memperkuat eksistensi sebagai perusahaan energi yang berorientasi pada keberlanjutan.
Adapun penghargaan yang diraih PLN Batam melalui unit PLTGU Tanjung Uncang tersebut terdiri atas tiga trofi emas (gold) dan satu trofi platinum. Trofi emas meliputi kategori efisiensi energi (inovasi dan lingkungan), perlindungan keanekaragaman hayati (inovasi lingkungan), serta pengurangan dan pemanfaatan limbah B3 (inovasi lingkungan). Sementara itu, trofi platinum diraih untuk kategori inovasi sosial.
Direktur Utama PT PLN Batam, Kwin Fo, menilai ENSIA menjadi bukti komitmen PLN Batam dalam menjalankan praktik bisnis berkelanjutan. Penghargaan ini relevan dengan visi Net Zero Emission dan Sustainable Development Goals (SDGs) Indonesia.
“PLN Batam telah melakukan berbagai inovasi untuk mendukung target tersebut. Program efisiensi energi diterapkan di sejumlah unit pembangkit guna menekan emisi karbon, memberikan dampak langsung bagi ekonomi lokal sekaligus menjaga kelestarian lingkungan,” ujar Kwin Fo, Selasa (23/9/2025).
“Penghargaan ENSIA ini merupakan pengakuan atas komitmen PLN Batam dalam menjalankan praktik bisnis yang tidak hanya berorientasi pada keuntungan, tetapi juga pada keberlanjutan lingkungan dan kesejahteraan sosial,” ungkapnya.
Kwin Fo menegaskan bahwa pencapaian ini bukan semata hasil kerja manajemen, melainkan buah kerja keras seluruh insan PLN Batam.
Ia menyebut dukungan para pemangku kepentingan juga sangat menentukan keberhasilan program yang dijalankan. Penghargaan ENSIA akan menjadi pemicu semangat baru bagi perusahaan.
Selain sebagai bentuk pengakuan, ENSIA dianggap sebagai dorongan untuk melahirkan inovasi-inovasi baru yang lebih berdampak. PLN Batam menargetkan penerapan program lingkungan dan sosial yang semakin luas dalam beberapa tahun ke depan.
Perusahaan ingin memastikan setiap inovasi tidak hanya berhenti pada tataran ide, tetapi juga memberikan solusi nyata bagi masyarakat. Hal ini sejalan dengan kebutuhan Batam yang terus tumbuh sebagai kawasan industri sekaligus kota berwawasan lingkungan.
“Penghargaan dari ENSIA menjadi motivasi bagi kami untuk terus menciptakan inovasi yang orisinal, berkelanjutan, dan berdampak langsung bagi masyarakat serta mendukung pertumbuhan ekonomi Batam,” tutup Kwin Fo.
Sementara itu, Project Coordinator PROPER PT Sucofindo, Retno Suryani, menegaskan bahwa penghargaan diberikan untuk mendukung kebijakan strategis pemerintah.
Retno menyebut ENSIA diharapkan dapat memicu semakin banyak terobosan baru. Menurutnya, dunia usaha memiliki peran besar dalam menjawab tantangan sosial, ekonomi, dan ekologi masa depan.
“Kami memberikan penghargaan kepada para pelaku usaha yang memiliki inovasi untuk mendukung kebijakan strategis pemerintah,” ujarnya.
Ajang ini diikuti oleh 178 pelaku usaha dan 56 local hero yang dinilai memiliki kontribusi nyata dalam inovasi lingkungan dan sosial. Acara berlangsung di Jakarta Selatan dan dibuka oleh Wakil Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Diaz Hendropriyono.
ENSIA digagas sebagai apresiasi tingkat nasional terhadap inovasi lingkungan dan sosial. Berbeda dengan penghargaan konvensional, ENSIA menekankan aspek orisinalitas, keberlanjutan, serta keterlibatan masyarakat. Fokus utamanya adalah mendorong keseimbangan antara lingkungan, sosial, dan ekonomi. Upaya ini diwujudkan melalui solusi nyata seperti efisiensi energi, pengelolaan limbah, konservasi sumber daya, hingga penerapan ekonomi sirkular.





