Komitmen PLN UID S2JB dalam Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat
PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Sumatera Selatan, Jambi, dan Bengkulu (UID S2JB) kembali mendapatkan pengakuan nasional atas komitmennya dalam mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat. Program Inovasi Electrifying Agriculture untuk Pangan Mandiri dan Berkelanjutan menjadi salah satu inisiatif yang menghasilkan penghargaan bergengsi.
Program ini berhasil meraih Nusantara CSR Awards 2026 dengan nilai 95,05 dan peringkat Platinum Alignment pada kategori Ketahanan Ekonomi Masyarakat & Rantai Nilai. Penghargaan diberikan setelah melalui proses penilaian komprehensif berbasis ESG Rating dan Corporate Economic Protection Index (CEPI). Bahkan, program ini tercatat sebagai CEPI Champion Candidate, di mana setiap Rp1 investasi mampu melindungi sekitar Rp3,50 nilai ekonomi masyarakat dari potensi risiko.
Keselarasan Strategi Bisnis dan Dampak Sosial
La Tofi, Ketua La Tofi School of Social Responsibility sekaligus Ketua Dewan Forensik ESG Nusantara, menyampaikan bahwa penghargaan diberikan kepada program yang mampu menunjukkan keselarasan antara strategi bisnis dan dampak sosial berkelanjutan. “Program Electrifying Agriculture yang dijalankan PLN UID S2JB menunjukkan keselarasan kuat antara kepentingan perusahaan dan perlindungan nilai ekonomi masyarakat. Pendekatan ini menjadi contoh bagaimana program tanggung jawab sosial dapat memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat,” ujar La Tofi.
General Manager PLN UID S2JB, Adhi Herlambang, menjelaskan bahwa penghargaan ini menjadi bukti bahwa pemanfaatan energi listrik mampu memberikan dampak nyata bagi sektor produktif masyarakat, khususnya pertanian. “Electrifying Agriculture tidak hanya menghadirkan listrik bagi pertanian, tetapi juga meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan petani. Program ini menjadi bukti bahwa listrik dapat menjadi penggerak ekonomi masyarakat sekaligus mendukung ketahanan pangan daerah,” ujar Adhi.
Implementasi di Kawasan Persawahan Talang Semut
Program Electrifying Agriculture dilaksanakan di kawasan persawahan Talang Semut, Kabupaten Seluma, Bengkulu. Di sini, sistem irigasi berbasis listrik mampu mengairi sekitar 180 hektare lahan sawah dan memberikan manfaat bagi sekitar 1.500 kepala keluarga di empat desa. Kelompok Tani Karya Mukti Seluma adalah salah satu yang langsung merasakan manfaat dari program ini.
Mereka mengalami peningkatan frekuensi panen dari dua kali menjadi tiga kali dalam setahun, sehingga produksi padi meningkat dari 88 ton menjadi 110 ton per tahun. Biaya operasional petani berhasil ditekan hingga 70 persen, dari sekitar Rp54 juta menjadi Rp17 juta per tahun. Peningkatan produktivitas tersebut juga berdampak pada kenaikan pendapatan petani dari Rp616 juta menjadi Rp807 juta per tahun.
Dampak Ekonomi yang Signifikan
Selain meningkatkan produktivitas, program ini juga menunjukkan dampak ekonomi yang signifikan dengan nilai Social Return on Investment (SROI) sebesar 29,55. Artinya, setiap Rp1 investasi mampu menghasilkan manfaat sosial dan ekonomi hingga Rp29,55 bagi masyarakat.
Komitmen Ke depan
PLN UID S2JB berkomitmen untuk terus mengembangkan program pemberdayaan berbasis pemanfaatan energi listrik. Tujuannya adalah agar mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat sekaligus memperkuat peran sektor energi. Dengan inisiatif seperti Electrifying Agriculture, PLN UID S2JB menunjukkan bahwa energi listrik bisa menjadi alat utama dalam menciptakan kesejahteraan dan ketahanan ekonomi yang berkelanjutan.





