PLN Perkuat Ketahanan Desa Melalui Program Desa Siaga Bencana di Langkat
MEDAN – PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Sumatera Utara secara resmi meluncurkan program Desa Siaga Bencana di Desa Perkebunan Bukit Lawang, Kecamatan Bahorok, Kabupaten Langkat. Peresmian ini juga ditandai dengan penyerahan bantuan program yang dilaksanakan di Kantor Desa Perkebunan Bukit Lawang pada hari Jumat, 13 Februari 2026.
Program ini merupakan manifestasi nyata dari komitmen PLN dalam upaya mitigasi risiko bencana, yang merupakan bagian integral dari program PLN Peduli. Muhammad Isra, General Manager PT PLN UID Sumatera Utara, yang diwakili oleh Manager UP3 PLN Binjai, Muhammad Isra, menekankan bahwa inisiatif ini tidak hanya bertujuan untuk mengurangi dampak bencana, tetapi juga untuk meningkatkan kualitas dan pemahaman masyarakat mengenai edukasi kebencanaan.
“Program ini adalah bagian dari PLN Peduli, sebagai bentuk komitmen PLN dalam berkontribusi pada mitigasi risiko bencana. Ke depannya, kami berharap program ini dapat meningkatkan kualitas dan pemahaman masyarakat terkait edukasi yang diberikan,” ujar Muhammad Isra.
Pelaksanaan program Desa Siaga Bencana ini dijalankan melalui kolaborasi strategis antara PLN UID Sumatera Utara dengan Lembaga Amil Zakat Nasional (Laznas) Baitulmaal Muamalat (BMM) Sumatera Utara, serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatera Utara.
Daniel Dachi, Komandan Kompi BPBD Provinsi Sumatera Utara, merinci tahapan-tahapan krusial yang telah dilalui sebelum acara peresmian. Ia menjelaskan bahwa kelompok Desa Siaga Bencana telah dibekali dengan berbagai pelatihan kebencanaan yang komprehensif. Materi pelatihan mencakup pemetaan jalur evakuasi yang aman, serta identifikasi dan pemetaan kawasan rawan bencana. Upaya-upaya ini dirancang untuk memperkuat kapasitas masyarakat dalam menghadapi potensi bencana yang mungkin terjadi.
Lebih lanjut, sekitar 50 warga Desa Perkebunan Bukit Lawang telah berpartisipasi aktif dalam pelatihan penanggulangan bencana. BPBD juga berperan dalam membentuk Komunitas Desa Siaga Bencana sebagai wadah penguatan berkelanjutan. “Pada akhir Desember lalu, kami telah melaksanakan berbagai pelatihan, mulai dari Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K), pembentukan dapur umum, hingga pelatihan water rescue,” ungkap Daniel Dachi.
Kegiatan peresmian Desa Siaga Bencana ini juga menjadi momentum penting untuk serah terima alat bantuan tanggap darurat. Bantuan ini diharapkan dapat meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi situasi darurat bencana.
Camat Bahorok, Robby Deritawa Sitepu, menyambut baik dan mengapresiasi inisiatif PLN dalam meluncurkan program Desa Siaga Bencana. Menurutnya, program ini merupakan langkah awal yang sangat positif untuk memperkuat sinergi dan kolaborasi antara masyarakat desa, pemerintah daerah, dan pihak PLN.
“Saya sangat berharap program ini dapat berjalan secara berkelanjutan. Desa ini nantinya bisa menjadi contoh dan basis pembelajaran bagi desa-desa lain yang ingin mengimplementasikan program serupa,” harap Robby Deritawa Sitepu.
Sementara itu, Budi Syahputra, Kepala Perwakilan Laznas BMM Sumatera Utara, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian tak terpisahkan dari implementasi Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) yang dijalankan oleh PLN.
“Sebagai mitra pelaksana program TJSL, kami dipercaya oleh PLN untuk menjadi rekan dalam menginisiasi program-program yang memiliki dampak nyata dan bersifat berkelanjutan. Menanggapi berbagai isu kebencanaan yang kerap terjadi di Sumatera Utara, kami berupaya untuk menginisiasi pembentukan komunitas yang memiliki bekal dan kemampuan dalam tanggap kebencanaan. Kami optimis program ini dapat direplikasi di banyak titik lain,” ujar Budi Syahputra.
Program Desa Siaga Bencana yang diinisiasi oleh PLN ini diharapkan mampu memberikan kontribusi signifikan dalam memperkuat kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi berbagai potensi bencana. Lebih dari itu, program ini juga diharapkan dapat menjadi model penguatan kapasitas masyarakat yang berbasis kolaborasi multipihak, yang dapat diadopsi dan dikembangkan di berbagai wilayah lain di Sumatera Utara.
Proses pelatihan yang diberikan mencakup berbagai aspek penting dalam penanggulangan bencana, memastikan bahwa setiap anggota komunitas memiliki pemahaman yang memadai.
Penyerahan bantuan alat tanggap darurat menjadi simbol kesiapan dan dukungan nyata bagi masyarakat dalam menghadapi situasi krisis.
Kolaborasi antara PLN, BPBD, dan Laznas BMM menjadi kunci keberhasilan program ini dalam menciptakan desa yang lebih tangguh terhadap bencana.
Melalui program ini, diharapkan masyarakat Desa Perkebunan Bukit Lawang dapat menjadi agen perubahan dalam membangun ketahanan bencana di lingkungan mereka.





