Bantuan Kemanusiaan dari Polres OKU Selatan untuk Korban Banjir Bandang dan Tanah Longsor
Polres OKU Selatan bersama Bhayangkari memberikan bantuan kemanusiaan kepada warga yang terkena dampak banjir bandang dan tanah longsor di Dusun Manduriang, Desa Simpang Sender Utara, Kecamatan BPR Ranau Tengah. Bantuan ini diberikan sebagai bentuk dukungan moral dan material untuk meringankan beban masyarakat yang sedang menghadapi situasi sulit.
Bantuan yang disalurkan mencakup berbagai kebutuhan pokok seperti bahan pangan, pakaian, selimut, serta perlengkapan kebutuhan sehari-hari. Kegiatan kemanusiaan ini dilakukan di Posko Dapur Umum Dinas Sosial di Dusun 8 Manduriang, Desa Simpang Sender Utara. Rombongan yang dipimpin langsung oleh Kapolres OKU Selatan, AKBP I Made Redi Hartana, menyalurkan logistik yang sangat dibutuhkan oleh warga dalam kondisi yang terbatas.
Dalam pernyataannya, AKBP I Made Redi Hartana menyampaikan bahwa kehadiran jajaran kepolisian bukan hanya tugas rutin, tetapi juga sebagai panggilan kemanusiaan. Ia menjelaskan bahwa polisi hadir sebagai bagian dari masyarakat, dan saat saudara-saudara kita mengalami musibah, sudah menjadi tanggung jawab untuk membantu meringankan beban mereka.
“Kami hadir bukan hanya sebagai aparat, tetapi sebagai bagian dari masyarakat itu sendiri. Saat saudara-saudara kita mengalami musibah, sudah menjadi kewajiban kami untuk ikut meringankan beban mereka,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa bantuan yang diberikan diharapkan dapat memenuhi kebutuhan dasar warga, terutama untuk operasional dapur umum yang menjadi tempat utama bagi banyak keluarga terdampak. Yang terpenting saat ini adalah memastikan kebutuhan pangan tetap terpenuhi. Ia berharap warga tetap kuat menghadapi situasi ini dan tidak merasa sendirian.
Daftar Bantuan yang Disalurkan
Berikut adalah detail bantuan yang telah disalurkan:
- 27 karung beras (135 kilogram)
- 27 kardus mi instan
- 52 liter minyak goreng
- 600 butir telur
- Tepung terigu serta biskuit
Selain itu, tujuh kepala keluarga yang rumahnya mengalami kerusakan berat juga menerima bantuan langsung berupa bahan pangan, pakaian, selimut, dan perlengkapan kebutuhan sehari-hari.
Kapolres juga memastikan bahwa pihaknya tidak akan berhenti pada penyaluran bantuan awal. Ia menegaskan bahwa Polres OKU Selatan akan terus bersiaga di lokasi, mendampingi masyarakat hingga kondisi benar-benar pulih. Penanganan pascabencana membutuhkan kebersamaan dan konsistensi, dan pihaknya berkomitmen untuk melakukan hal tersebut.
Dampak Emosional dari Bantuan yang Diberikan
Di sisi lain, kehadiran Polres dan Bhayangkari memberikan dampak emosional positif bagi warga. Rasa diperhatikan dan tidak ditinggalkan menjadi kekuatan tersendiri di tengah keterbatasan. Salah satu warga terdampak mengungkapkan rasa syukurnya atas bantuan yang datang tepat waktu.
“Di saat seperti ini, bukan hanya bantuan yang kami butuhkan, tapi juga perhatian. Kehadiran mereka membuat kami merasa lebih kuat. Bantuan ini sangat berarti untuk kami bertahan sementara,” ungkapnya dengan nada haru.
Kegiatan bantuan ini berlangsung hingga pukul 17.00 WIB dalam situasi aman dan kondusif. Lebih dari sekadar distribusi logistik, aksi ini menjadi cerminan nyata bahwa solidaritas dan kepedulian masih menjadi kekuatan utama dalam menghadapi bencana.
Di Manduriang, di antara puing dan sisa lumpur, hadir sebuah pesan sederhana namun kuat bahwa dalam setiap musibah, selalu ada tangan-tangan yang terulur, menjaga harapan tetap hidup.





