Potensi jalan amblas perlu diwaspadai, Wagub: Pipa PAM Jaya sudah tua



Masalah Infrastruktur Bawah Tanah di Jakarta yang Mengkhawatirkan

Wakil Gubernur (Wagub) DKI Jakarta, Rano Karno, mengungkapkan kekhawatiran terhadap kondisi infrastruktur bawah tanah di Ibu Kota. Ia menyoroti peristiwa jalan amblas di kawasan Lenteng Agung, Jakarta Selatan, yang baru-baru ini terjadi. Menurutnya, insfrastruktur yang sudah berusia tua dan terletak di bawah tanah sangat rentan menyebabkan masalah serupa di wilayah lain.

Rano menjelaskan bahwa banyak infrastruktur di Jakarta, seperti pipa saluran air milik PAM Jaya, memiliki usia di atas 100 tahun. Kondisi pipa-pipa tersebut dapat menjadi rapuh dan berpotensi menyebabkan kebocoran yang akhirnya memicu tanah sekitarnya amblas.

  • Contoh dari hal ini adalah kasus sinkhole yang terjadi di Lenteng Agung.
  • Rano menyatakan bahwa kemungkinan besar kejadian serupa akan terulang di beberapa tempat lain di Jakarta.
  • Ia juga menunjukkan contoh negara-negara lain, seperti Thailand dan Tokyo, yang pernah mengalami peristiwa serupa karena masalah infrastruktur bawah tanah atau kondisi geologi perkotaan.

Pemantauan Infrastruktur Bawah Tanah

Untuk mencegah terulangnya kejadian serupa, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan terus melakukan pemantauan terhadap kondisi infrastruktur bawah tanah. Hal ini dilakukan guna meminimalkan risiko tanah amblas yang bisa membahayakan pengguna jalan.

Selain itu, Rano juga meminta masyarakat untuk ikut serta mengawasi kondisi infrastruktur di lingkungan mereka. Ia mengakui bahwa jumlah petugas yang tersedia untuk melakukan pemantauan masih terbatas. Saat ini, terdapat kekurangan sekitar 3.000 orang di tim PJLP Bina Marga, sehingga merekrut tenaga tambahan menjadi tantangan.

Kronologi Peristiwa Jalan Amblas di Lenteng Agung

Dinas Bina Marga DKI Jakarta memberikan penjelasan tentang kronologi peristiwa jalan amblas di kawasan Raya Lenteng Agung arah Depok. Kejadian ini terjadi pada Rabu (27/5/2026) malam dan menyebabkan penyempitan jalan serta kepadatan lalu lintas.

  • Laporan awal diterima oleh Tim Satuan Pelaksana (Satpel) Bina Marga Kecamatan Jagakarsa dari masyarakat dan petugas PPSU.
  • Pada Kamis (28/5), tim langsung melakukan pemantauan dan tindakan sementara untuk menjaga keamanan pengguna jalan.
  • Hasil pemeriksaan menunjukkan adanya kekosongan tanah di bawah badan jalan, sehingga diperlukan penanganan lebih lanjut oleh Dinas SDA DKI Jakarta.

Penanganan dan Pengamanan Area

Pemantauan dilanjutkan hingga sore hari, dan ditemukan kembali kondisi jalan yang amblas dan retak. Untuk menghindari potensi kecelakaan, area tersebut dijaga dengan water barrier.

  • Pada malam hari, kondisi jalan mengalami amblas total dan melebar hingga memakan dua lajur jalan.
  • Kerusakan pada konstruksi saluran air di bawah jalan ditangani oleh Dinas SDA sebagai langkah permanen.
  • Proses penanganan masih berlangsung hingga saat ini.

Peristiwa jalan amblas tersebut memiliki kedalaman mencapai 3 meter dan panjang 16 meter. Titik amblas tepatnya setelah Gang Empang, Jalan Raya Lenteng Agung. Akibatnya, arus lalu lintas sempat mengalami kepadatan dari arah Jakarta ke Depok.

Kesimpulan

Kejadian jalan amblas di Jakarta tidak hanya sekali terjadi, tetapi bisa terulang di tempat lain jika tidak ada upaya pencegahan yang efektif. Keterlibatan masyarakat dalam mengawasi kondisi infrastruktur dan peningkatan kapasitas petugas merupakan langkah penting untuk menjaga keselamatan dan kelancaran lalu lintas di Ibu Kota.

Pos terkait