Pramono target 10.000 bus listrik Transjakarta dipercepat ke 2029

Jakarta Percepat Transisi ke Armada Bus Listrik: Target 10.000 Unit di 2029

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengambil langkah ambisius untuk mempercepat elektrifikasi armada bus Transjakarta (TJ). Jika sebelumnya target 10.000 bus listrik baru akan beroperasi penuh pada tahun 2030, kini target tersebut dimajukan menjadi tahun 2029. Percepatan ini merupakan arahan langsung dari Gubernur DKI Jakarta untuk mendorong transportasi yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan di ibu kota.

Gubernur DKI Jakarta menyatakan, “Target saya di tahun 2029 itu 10.000 bus Transportasi Jakarta sudah bus elektrik.” Pernyataan ini menegaskan komitmen kuat pemerintah daerah dalam mewujudkan visi transportasi hijau di Jakarta.

Menindaklanjuti arahan strategis ini, Direktur Utama PT Transportasi Jakarta, Welfizon Yuza, menjelaskan bahwa target elektrifikasi armada bus sebenarnya telah diatur dalam keputusan gubernur yang ada. Namun, permintaan percepatan satu tahun dari Gubernur menjadi prioritas yang harus segera diimplementasikan.

“Di kepgub memang targetnya 10.000 bus listrik pada 2030. Tapi Pak gubernur meminta dimajukan ke 2029,” ujar Welfizon. Ia menambahkan bahwa kesiapan penerapan teknologi bus listrik saat ini paling optimal pada bus berukuran besar. Hal ini dikarenakan spesifikasi dan pola operasional bus besar sudah lebih matang dan siap untuk diimplementasikan dalam skala yang lebih luas.

Sementara itu, untuk bus berukuran sedang dan jenis Mikrotrans, proses elektrifikasi masih dalam tahap uji coba intensif. “Bus besar tinggal penambahan saja. Sedangkan bus sedang dan Mikrotrans masih kami lakukan uji coba. Mungkin teman media bisa melihat sudah ada bus sedang listrik dan Mikrotrans listrik yang beroperasi terbatas,” jelas Welfizon. Hal ini menunjukkan bahwa PT Transjakarta berhati-hati dalam mengimplementasikan teknologi baru pada armada yang memiliki karakteristik operasional berbeda.

Strategi Peremajaan Armada dan Penambahan Unit Baru

Welfizon menegaskan bahwa setiap peremajaan armada bus di masa mendatang akan diarahkan secara penuh untuk menggunakan bus listrik. Kebijakan ini juga mencakup penambahan armada baru yang akan diprioritaskan pada bus listrik. Elektrifikasi ini akan mencakup seluruh jenis armada, termasuk Mikrotrans dan bus ukuran sedang, secara bertahap sesuai dengan kesiapan teknologi dan infrastruktur pendukung.

Strategi ini diharapkan tidak hanya meningkatkan kualitas layanan transportasi publik, tetapi juga berkontribusi signifikan dalam mengurangi emisi gas rumah kaca dan polusi udara di Jakarta. Penggunaan bus listrik merupakan salah satu pilar utama dalam upaya Jakarta menjadi kota yang lebih hijau dan sehat.

Penambahan Armada Bus Listrik di Tahun Ini

Direktur Operasional dan Keselamatan PT TJ, Daud Joseph, mengungkapkan bahwa pada tahun ini, PT Transjakarta akan menambah total 116 unit armada bus baru. Rincian penambahan ini sangat strategis, meliputi:

  • 30 unit bus listrik baru ukuran besar. Bus-bus ini akan memainkan peran krusial dalam mendukung pembukaan rute-rute baru yang telah direncanakan oleh pemerintah provinsi. Keberadaan bus listrik berkapasitas besar ini diharapkan dapat memperluas jangkauan layanan Transjakarta ke area-area yang sebelumnya belum terlayani secara optimal.
  • 86 unit bus ukuran sedang. Bus-bus ini akan difungsikan untuk menggantikan armada yang sebelumnya digunakan untuk membuka rute Transjabodetabek. Penggantian ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi dan kenyamanan penumpang pada rute-rute tersebut, serta sejalan dengan target elektrifikasi yang lebih luas.

Perkembangan Jumlah Armada Bus Listrik di Jakarta

Hingga saat ini, PT Transjakarta telah mengoperasikan sejumlah armada bus listrik yang terus bertambah. Berdasarkan data yang dihimpun oleh PT TJ, total bus listrik yang telah beroperasi di Jakarta mencapai 470 unit. Rinciannya adalah sebagai berikut:

  • 100 unit bus listrik low floor: Armada ini telah beroperasi sejak tahun 2023, menandai awal dari transisi besar-besaran menuju transportasi listrik.
  • 200 unit bus listrik high deck: Penambahan armada ini dilakukan pada tahun 2024, memperluas cakupan operasional bus listrik di berbagai koridor.
  • 170 unit bus listrik high deck: Armada ini mulai beroperasi pada tahun 2025, menunjukkan komitmen berkelanjutan dalam menambah jumlah bus listrik dalam armada Transjakarta.

Dengan percepatan target dan penambahan armada yang terus dilakukan, Jakarta semakin menunjukkan keseriusannya dalam bertransformasi menjadi kota yang mengutamakan mobilitas berkelanjutan dan lingkungan yang lebih bersih melalui elektrifikasi transportasi publik.

Pos terkait