Peristiwa Kekerasan di Desa Parappe
Seorang pria berinisial AR (28) diamankan oleh aparat kepolisian setelah diduga melakukan aksi kekerasan dengan membawa parang di Desa Parappe, Kecamatan Campalagian, Kabupaten Polewali Mandar (Polman), pada Sabtu (23/5/2026) dini hari. Kejadian ini menimbulkan keresahan di kalangan warga sekitar.
Pelaku Diduga dalam Pengaruh Minuman Keras dan Lem
Menurut informasi yang diperoleh, pelaku diduga dalam kondisi mabuk dan baru saja menghirup lem sebelum mendatangi rumah korban. Saat tiba di lokasi, AR membawa senjata tajam jenis parang sambil berteriak menggunakan bahasa Mandar yang berisi ancaman. Aksi tersebut membuat warga sekitar panik dan akhirnya melaporkan kejadian tersebut kepada pihak kepolisian.
Kapolsek Campalagian, Iptu Arifuddin, menjelaskan bahwa personel langsung bertindak cepat setelah menerima laporan dari masyarakat terkait adanya pengancaman menggunakan senjata tajam. Tidak ada perlawanan saat polisi tiba di lokasi dan langsung mengamankan pelaku beserta barang bukti.
Penyitaan Barang Bukti
Selain mengamankan pelaku, polisi juga menyita satu bilah parang dan satu buah lem FOX sebagai barang bukti. Menurut Arifuddin, pelaku diketahui berada dalam kondisi mabuk berat dan diduga baru saja menghirup lem sebelum melakukan aksinya.
AR diketahui datang sendirian sambil membawa parang dan melakukan aksi penyerangan dengan menebas tiang rumah korban sebanyak satu kali. Situasi sempat memanas hingga seorang warga bernama Ahmadi berhasil memeluk pelaku dan merebut parang yang dibawanya, sehingga kejadian lebih buruk dapat dihindari.
Proses Hukum Lebih Lanjut
Saat ini, pelaku bersama barang bukti telah diamankan di Polsek Campalagian untuk menjalani proses hukum lebih lanjut. Meski demikian, pihak keluarga korban dan pelaku masih membuka peluang penyelesaian secara mediasi karena kedua belah pihak saling mengenal.
Faktor Pemicu Aksi Kekerasan
Dalam penyelidikan lebih lanjut, pihak kepolisian akan mencari tahu faktor pemicu AR melakukan aksi tersebut. Dugaan sementara adalah pengaruh minuman keras dan lem yang dikonsumsi sebelum kejadian. Hal ini menjadi perhatian serius bagi aparat setempat guna mencegah terulangnya kejadian serupa.
Langkah Pencegahan dan Edukasi
Kejadian ini juga menjadi peringatan bagi masyarakat untuk lebih waspada terhadap penggunaan bahan-bahan berbahaya seperti lem. Selain itu, pihak kepolisian akan terus meningkatkan sosialisasi tentang dampak negatif konsumsi alkohol dan bahan kimia berbahaya.
Peran Masyarakat dalam Menjaga Keamanan
Warga sekitar juga diimbau untuk tetap waspada dan segera melapor jika menemukan indikasi tindakan kriminal atau ancaman. Kolaborasi antara masyarakat dan aparat kepolisian sangat penting dalam menjaga ketertiban dan keamanan di lingkungan sekitar.




