Warga Maluku Tengah Kecewa, Bantuan Sosial Berubah Jadi Barang
Penerima manfaat bantuan sosial di Kabupaten Maluku Tengah mengalami kekecewaan setelah menerima bantuan dalam bentuk barang dan sembako, bukan uang tunai. Peristiwa ini terjadi saat warga mendatangi Kantor Pos Masohi pada Jumat (22/5/2026).
Awalnya, penerima bantuan diberikan uang tunai untuk keperluan dokumentasi. Namun, setelah itu uang tersebut dikembalikan dan diganti dengan barang atau produk rumah tangga. Hal ini menimbulkan ketidakpuasan di kalangan masyarakat yang merasa bantuan tidak sesuai dengan harapan.
Dalam video berdurasi 1 menit 42 detik yang diunggah oleh akun media sosial Facebook Mapikor Maluku milik Ampy Hukubun, tampak suasana kacau di lokasi penerimaan bantuan. Masyarakat yang antri untuk menerima bantuan dari Kementerian Sosial (Kemensos) RI justru mengalami kejadian yang membingungkan.
Salah satu penerima bantuan, Apriadin Lewenussa, mengungkapkan pengalamannya. Ia menyebutkan bahwa awalnya mereka menerima uang dan didokumentasikan. Setelah itu, uang tersebut dikembalikan dan gantinya diberikan barang.
“Selesai itu uang yang tadi ditarik, lalu kemudian barang yang tadi diberikan tidak ada perincian,” ujar Lewenussa.
Ia juga menyampaikan kekesalannya terhadap proses pemberian bantuan. “Jadi kami penerima bantuan itu kesal, ada pertanggungjawaban ka seng (tidak),” tambahnya.
Video tersebut juga menunjukkan bahwa para penerima bantuan mengaku bahwa nilai barang yang diterima tidak mencapai nominal Rp 1 juta. Hal ini menunjukkan adanya ketidaksesuaian antara jumlah bantuan yang diharapkan dan yang diterima.
Sampai berita ini diturunkan, Plt. Kepala Dinas Sosial Maluku Tengah, Ruslan Wailissa belum memberikan respons. Ia hanya menjawab melalui pesan singkat WhatsApp bahwa masih dalam rapat.
Kolaborasi Pemerintah Daerah dan Kementerian Sosial
Bantuan Atensi yang disalurkan oleh Pemerintah Daerah Maluku Tengah (Malteng) melalui Dinas Sosial bekerja sama dengan Kementerian Sosial RI melalui Balai Sentra Wasana Bahagia Ternate.
Sebanyak 186 paket bantuan Atensi telah tersalurkan. Bantuan ini mencakup lima kecamatan, yaitu Kecamatan Salahutu, Amahai, Kota Masohi, Teon Nila Serua (TNS), dan Kecamatan Tehoru.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 155 paket diperuntukkan bagi penyandang disabilitas, 10 paket untuk kelompok rentan, dan 21 paket untuk lansia. Selain bantuan sembako, Kementerian Sosial juga menyalurkan alat bantu berupa 9 kursi roda, 2 kruk, dan 3 tongkat untuk mendukung mobilitas para penerima manfaat.
Namun, meskipun bantuan tersebut bertujuan untuk membantu masyarakat yang membutuhkan, proses penyalurannya masih menimbulkan banyak pertanyaan dan kekecewaan di kalangan penerima.
Penyebab dan Tindak Lanjut
Meski Dinas Sosial belum memberikan komentar resmi, kejadian ini menunjukkan pentingnya transparansi dan koordinasi dalam penyaluran bantuan sosial. Penerima bantuan berhak mendapatkan informasi yang jelas tentang jenis dan nilai bantuan yang diterima.
Selain itu, pentingnya evaluasi dan pemantauan terhadap proses penyaluran bantuan agar tidak terjadi kesalahan yang dapat menimbulkan ketidakpuasan di kalangan masyarakat.




