Robert Leonard Marbun Resmi Jabat Sekjen Kemenkeu, Siap Hadapi Tantangan Geopolitik
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa secara resmi melantik Robert Leonard Marbun sebagai Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) pada Jumat, 27 Maret 2026. Pelantikan ini menandai transisi kepemimpinan di salah satu posisi strategis di Kemenkeu, di mana Robert Marbun menggantikan posisi yang sebelumnya dijabat oleh Heru Pambudi.
Acara pelantikan berlangsung khidmat di Kantor Kemenkeu, Jakarta. Dalam kesempatan tersebut, Robert Marbun mengikrarkan sumpah jabatannya, sebuah komitmen yang diucapkan dengan penuh kesadaran akan tanggung jawab yang diemban.
“Saya berjanji bahwa saya akan setia dan taat kepada Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia 1945 serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya demi darma bakti saya kepada bangsa dan negara,” demikian bunyi sebagian dari sumpah yang diucapkan.
Lebih lanjut, Marbun menegaskan komitmennya terhadap etika dan profesionalisme dalam menjalankan tugas. “Bahwa saya dalam menjalankan tugas jabatan akan menjunjung etika jabatan, bekerja dengan sebaik-baiknya, dan dengan penuh tanggung jawab. Bahwa saya, akan menjaga integritas, tidak menyalahgunakan kewenangan, serta menghindarkan dari perbuatan tercela. Kiranya Tuhan menolong saya,” ucapnya.
Setelah mengucapkan sumpah, Robert Marbun menandatangani berita acara pelantikan, yang secara resmi mengukuhkan posisinya sebagai Sekjen Kemenkeu.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dalam sambutannya memberikan pesan kepada Robert Marbun. Ia menekankan pentingnya melanjutkan estafet pembangunan yang telah dirintis oleh pejabat sebelumnya, serta menggarisbawahi krusialnya koordinasi dan kerja tim yang solid.
“Kita harus belajar koordinasi, kerja tim itu yang ditunjukkan Heru di posisinya sekjen berhasil kerja tim yang bagus. Kalau nggak ada Bapak Heru pasti saya berantakan hari kesatu kedua ketiga,” ujar Purbaya, memberikan apresiasi atas kontribusi pejabat sebelumnya dan menyoroti pentingnya sinergi dalam tim Kemenkeu.
Purbaya juga secara khusus meminta agar Sekjen baru dapat menghadapi dan mengelola tantangan geopolitik yang saat ini tengah dihadapi oleh Indonesia. Ia menganggap isu geopolitik sebagai salah satu pekerjaan rumah (PR) penting bagi Kemenkeu.
“Sekarang geopolitik, kita bisa jaga BBM di level sekarang kita jago dibanding menteri negara-negara lain. Saya ditanya presiden gimana BBM? Aman Pak artinya ada tindakan kita bisa menyelematkan itu dan itu belum terpublikasikan baik di Kemenkeu. Pak Robert memastikan itu dipahami masyarakat,” jelas Purbaya, menyoroti keberhasilan Kemenkeu dalam menjaga stabilitas harga Bahan Bakar Minyak (BBM) di tengah ketidakpastian global dan pentingnya komunikasi publik yang efektif terkait pencapaian tersebut.
Profil Singkat Robert Leonard Marbun
Robert Leonard Marbun adalah seorang profesional dengan rekam jejak panjang di berbagai institusi, baik di sektor pemerintahan maupun swasta. Ia lahir di Medan, Sumatra Utara, pada tanggal 23 Juni 1970.
Riwayat pendidikannya menunjukkan kedalaman akademis yang mumpuni. Marbun merupakan lulusan Fakultas Hubungan Internasional dari Universitas Padjadjaran (Unpad). Perjalanan akademisnya berlanjut ke jenjang magister di Saitama University, Jepang, di mana ia mengambil jurusan Policy Analysis dan lulus pada tahun 2000. Tidak berhenti di situ, ia kemudian melanjutkan studi doktoral di Kobe University dan meraih gelar Philosophy in Economics pada tahun 2004.
Sebelum menjabat sebagai Sekjen Kemenkeu, Robert Marbun memiliki pengalaman yang luas di lingkungan Kemenkeu sendiri, serta pernah berkarier di Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM).
Karier Robert Marbun di Kemenkeu meliputi beberapa posisi penting:
- Tenaga Pengkaji Bidang Pengawasan dan Penegakan Hukum Kepabeanan dan Bea Cukai: Menjabat pada tahun 2011.
- Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Sulawesi: Mengemban tugas ini sejak Oktober 2012.
- Direktur Kepabeanan Internasional: Menjabat selama setahun pada tahun 2015.
- Direktur Kepabeanan Internasional dan Antar Lembaga: Jabatan selanjutnya yang diemban.
- Staf Ahli Bidang Kebijakan Penerimaan Negara: Dipercaya menduduki posisi ini sejak 17 April 2018.
Di luar Kemenkeu, Robert Marbun juga pernah terlibat dalam dunia korporasi, termasuk menjabat sebagai Komisioner PT Waskita Karya selama dua tahun (2019-2021). Pengalamannya yang beragam ini memberinya pemahaman komprehensif tentang berbagai aspek pengelolaan negara dan ekonomi.
Sebelum resmi dilantik menjadi Sekjen Kemenkeu, ia juga pernah bertugas sebagai Staf Ahli Bidang Hubungan Kelembagaan di Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), yang memberikannya perspektif baru dalam dinamika investasi dan hubungan antarlembaga.
Kekayaan Robert Leonard Marbun
Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk periodik 2024, yang dilaporkan pada 8 Maret 2025, Robert Leonard Marbun tercatat memiliki kekayaan sebesar Rp11,54 miliar.
Rincian kekayaan tersebut meliputi:
- Tanah dan Bangunan: Dua bidang tanah beserta bangunan yang berlokasi di Tangerang Selatan, Banten, dengan total nilai mencapai Rp4,37 miliar.
- Kendaraan Bermotor: Marbun tercatat memiliki dua unit mobil, yaitu Honda CR-V dan Honda HRV, dengan total nilai Rp538 juta.
- Harta Bergerak Lainnya: Aset berupa harta bergerak lainnya yang dilaporkan senilai Rp50,5 juta.
- Surat Berharga: Investasi dalam bentuk surat berharga dengan nilai Rp4,17 miliar.
- Kas dan Setara Kas: Saldo kas dan setara kas yang dimilikinya mencapai Rp2,43 miliar.
Dengan latar belakang pendidikan yang kuat, pengalaman karier yang luas, dan komitmen terhadap tugas negara, Robert Leonard Marbun diharapkan mampu membawa Kemenkeu menghadapi berbagai tantangan ekonomi dan geopolitik di masa mendatang. Pelantikannya sebagai Sekjen menandai babak baru dalam upaya penguatan manajemen dan kebijakan di Kementerian Keuangan.



