Program Pilah Sampah di Kecamatan Matraman Dapat Apresiasi
Kantor Kecamatan Matraman mendapatkan apresiasi dari Wali Kota Jakarta Timur karena berhasil menjalankan program pilah sampah dengan baik. Program ini berjalan efektif berkat penerapan Bank Sampah di setiap RT, RW, hingga tempat ibadah.
Sampah yang telah dipilah oleh masyarakat kemudian dijemput oleh Suku Dinas Lingkungan Hidup Jakarta Timur setiap harinya. Petugas Sudin LH Jakarta Timur membawa sampah yang telah dipilah ke Pusat Daur Ulang Plastik (PUDP) di Kecamatan Ciracas, Jakarta Timur.
Camat Matraman, M Husnul Fauzi menjelaskan bahwa pihaknya rutin menggelar sosialisasi program pilah sampah kepada warganya. Menurutnya, sampah organik dan anorganik sudah terpilah secara rapi. Sampah anorganik langsung dibawa ke PT Moreko di Ciracas.
Husnul mengungkapkan bahwa jumlah sampah pilah yang dihasilkan oleh warga Kecamatan Matraman mencapai 3.349 kilogram. Di posisi kedua, Kecamatan Jatinegara dengan perolehan 2.784 kilogram, Cipayung 2.096 kilogram, dan Cakung 1.315 kilogram. Sedangkan Kecamatan Ciracas berjumlah 771 kilogram, Kramat Jati 562 kilogram, Pulo Gadung 489 kilogram, Duren Sawit 385 kilogram, Pasar Rebo 346 kilogram, serta Makasar 201 kilogram.
Menurut Husnul, warga yang berhasil memilah sampah akan mendapatkan uang dari PT Moreko sebesar Rp 1.800 per kilogram. Ia menyebut bahwa di tempat lain, harga sampah yang diberikan oleh pengepul bisa mencapai Rp 2.000 per kilogram. Namun, ia menegaskan bahwa informasi ini masih sekilas dan akan dipertajam lebih lanjut.
Partisipasi Berbagai Instansi dalam Pengurangan Sampah
Sebanyak 83 masjid, 21 musala, satu pondok pesantren, serta 43 bank sampah turut berpartisipasi dalam upaya pengurangan volume sampah. Setiap sampah yang disetorkan warga selalu dicatat agar nantinya nilai ekonomi yang dihasilkan bisa diserahkan kepada warga.
Bank sampah di setiap RW memiliki titik-titik kumpul. Tidak semua warga setor sampah langsung, tetapi ada kader-kader yang sudah mengumpulkan sampah. Ketika tiba jadwal bank sampah, misalnya di RW 02, mereka datang ke pos RW membawa sampah plastik atau logam. Sampah tersebut ditimbang dan dibawa oleh petugas lingkungan hidup.
Warga juga bisa menyetorkan sampah ke RT/RW atau kader yang sudah ditunjuk. Hal ini dilakukan karena tidak semua rumah di RT memiliki tempat untuk menampung sementara sampah. Namun, sampah yang disetorkan sudah dipilah sepenuhnya.
Manfaat dan Keberlanjutan Program Pilah Sampah
Program pilah sampah ini memberikan manfaat ekonomi bagi warga, sekaligus menjaga lingkungan. Dengan adanya sistem pengumpulan dan pengolahan sampah yang terstruktur, dampak lingkungan dapat diminimalkan. Selain itu, partisipasi aktif dari berbagai instansi seperti masjid, musala, dan pondok pesantren menunjukkan komitmen kuat dalam menjaga kebersihan lingkungan.
Dengan pendekatan yang melibatkan masyarakat secara aktif, program pilah sampah di Kecamatan Matraman menjadi contoh yang baik untuk daerah-daerah lain. Semangat gotong royong dan kesadaran lingkungan terus ditingkatkan, sehingga kebersihan dan kelestarian lingkungan bisa tercapai secara bersama-sama.






