PSIM Yogyakarta: Kemenangan 6 Poin Lawan Persijap, Van Gastel Pede

PSIM Yogyakarta Siap Hadapi Persijap Jepara dalam Laga Penutup Ramadan, Targetkan Kemenangan Ganda

Menjelang berakhirnya bulan Ramadan, PSIM Yogyakarta dijadwalkan akan melakoni pertandingan penutup kompetisi BRI Super League 2025/2026 dengan menghadapi sesama tim promosi, Persijap Jepara. Laga krusial ini akan menjadi ajang pembuktian bagi Laskar Mataram untuk mengamankan poin penuh sebelum jeda kompetisi menyambut Hari Raya Idul Fitri. Pertandingan antara kedua tim, yang dijuluki Laskar Mataram dan Laskar Kalinyamat, akan berlangsung di Stadion Sultan Agung, Bantul, pada Rabu (11/3/2026) pukul 20.30 WIB. Setelah duel ini, kompetisi akan diliburkan hingga 3 April 2026, di mana skuat PSIM Yogyakarta baru akan kembali merumput.

Menghadapi Persijap Jepara, pelatih PSIM Yogyakarta, Jean-Paul van Gastel, menyatakan optimisme dan semangat yang membara. Fokus utama tim adalah meraih kemenangan dalam pertandingan ini, sebuah prinsip yang selalu dipegang teguh oleh Ze Valente dan rekan-rekannya dalam setiap laga. “Kami akan fokus pada Persijap Jepara dan mencoba memenangkan pertandingan itu, seperti kami mencoba memenangkan setiap pertandingan,” ujar pelatih asal Belanda tersebut pada Senin (9/3/2026).

Analisis Klasemen dan Ambisi PSIM

Secara posisi di klasemen sementara, PSIM Yogyakarta memiliki keunggulan signifikan dibandingkan Persijap Jepara. PSIM saat ini menempati peringkat kedelapan dengan raihan 37 poin, sementara Persijap masih berkutat di papan bawah, menghuni peringkat ke-16 dengan 20 poin. Perbedaan poin yang cukup mencolok ini seharusnya menjadi modal berharga bagi PSIM untuk meraih hasil maksimal.

Namun, statistik semata tidak selalu mencerminkan hasil akhir di lapangan. Dalam pertemuan terakhir kedua tim di kandang Persijap, Stadion Gelora Bumi Kartini, PSIM hanya mampu membawa pulang hasil imbang 1-1. Pengalaman ini menjadi pengingat penting bagi PSIM untuk tidak meremehkan lawannya, meskipun secara teori mereka lebih diunggulkan.

Pelatih Jean-Paul van Gastel mengakui bahwa kemenangan melawan tim yang tengah berjuang di zona degradasi memiliki nilai lebih. Ia mengibaratkan kemenangan melawan tim papan bawah sebagai “enam poin” ketimbang hanya tiga poin biasa. Hal ini dikarenakan kemenangan tersebut tidak hanya menambah tiga poin krusial, tetapi juga secara efektif menjauhkan diri dari ancaman degradasi dan membebani mental tim lawan.

“Terutama pertandingan jenis ini, jika bermain melawan tim papan bawah, rasanya seperti jika Anda memenangkan pertandingan ini, itu bukan sekadar tiga poin tapi terasa seperti enam poin karena Anda menjauhkan diri lebih banyak dari zona degradasi,” jelasnya.

Target Utama: Bertahan di Liga Super

Pelatih berlisensi UEFA Pro ini menegaskan bahwa target utama PSIM Yogyakarta di musim ini adalah untuk bertahan di BRI Super League. Keberhasilan menghindari degradasi menjadi prioritas utama yang terus digaungkan kepada seluruh pemain. Oleh karena itu, setiap pertandingan, termasuk melawan Persijap Jepara, menjadi sangat penting untuk mendekatkan tim pada pencapaian tujuan tersebut.

“Saya pikir target kami adalah tidak terdegradasi, dan dengan hasil positif kami akan lebih dekat ke tujuan tersebut,” tandasnya, menekankan pentingnya konsistensi dan performa apik di sisa kompetisi.

Pertandingan melawan Persijap Jepara bukan hanya sekadar lanjutan dari jadwal BRI Super League, tetapi juga sebuah ujian mental dan strategis bagi PSIM. Kemenangan di laga penutup Ramadan ini akan memberikan suntikan moral yang sangat dibutuhkan tim sebelum menghadapi jeda panjang. Selain itu, kemenangan ini juga akan memperkuat posisi PSIM di klasemen dan semakin memantapkan langkah mereka untuk mencapai target utama musim ini, yaitu bertahan di kasta tertinggi sepak bola Indonesia. Para penggemar PSIM Yogyakarta tentu berharap Laskar Mataram dapat memberikan penampilan terbaiknya dan menutup paruh kedua kompetisi dengan kemenangan gemilang.

Pos terkait