PSMS Medan Lolos ke Liga 2, Kemenangan Berat di Tengah Tensi Tinggi
Stadion Utama Sumatera Utara berdebar dengan napas lega setelah PSMS Medan resmi memastikan diri tetap bertanding di Liga 2 musim depan. Tim berjuluk Ayam Kinantan berhasil meraih kemenangan penting 1-0 atas Sriwijaya FC dalam laga pekan ke-25 yang berlangsung pada Minggu (19/4/2026) malam.
Meski sukses mengamankan tiga poin, pertandingan ini diwarnai tensi tinggi yang berujung pada pengusiran pemain dari kedua tim. Laga yang berjalan sengit ini menunjukkan betapa ketatnya persaingan di Grup 1 Liga 2.
Gol Cepat dan Hujan Kartu
Gol pertama tercipta hanya empat menit setelah laga dimulai. Felipe Cadenazzi berhasil membuka skor setelah memaksimalkan umpan dari Clayton. Gol cepat ini sempat membuat publik tuan rumah bersorak, namun harapan untuk pesta gol tidak terwujud. Skor akhir tetap 1-0 hingga laga usai.
Di babak pertama, wasit Subro Malisi memberikan kartu merah langsung kepada Antoni Putri Nugroho dari PSMS setelah insiden sikut yang terpantau melalui VAR. Ini membuat PSMS harus bermain dengan 10 pemain hingga akhir babak pertama.
Memasuki babak kedua, Sriwijaya FC justru mengalami nasib serupa. Fadil Redian dikeluarkan dari lapangan setelah menerima kartu kuning kedua akibat pelanggaran keras yang dikonfirmasi lewat tinjauan VAR. Kejadian ini semakin memperburuk situasi bagi tim tamu.
Amankan Posisi, Hindari Zona Merah
Kemenangan ini memperkuat posisi PSMS Medan di peringkat ke-7 klasemen Grup 1 dengan total 34 poin. Dengan sisa dua pertandingan, perolehan poin Erwin Gutawa dkk sudah tidak mungkin lagi terkejar oleh Persekat Tegal yang berada di zona play-off degradasi dengan 26 poin.
Sebaliknya, hasil ini semakin membenamkan Sriwijaya FC di dasar klasemen. Klub asal Palembang tersebut mencatat rekor kelam dengan 23 kekalahan dan belum pernah menang sepanjang musim. Hal ini membuat mereka dipastikan turun kasta ke Liga 3.
Evaluasi Eko dan Permintaan Maaf Iwan
Setelah laga, pelatih PSMS, Eko Purdjianto, mengakui ada sedikit ganjalan di balik kemenangan tersebut. Ia menyoroti efektivitas lini depan yang dinilai banyak membuang peluang emas.
“Setelah gol cepat itu, intensitas serangan kita tidak membuahkan tambahan. Banyak peluang sia-sia, tapi saya tetap mengapresiasi kerja keras pemain untuk poin penuh ini,” ujar Eko. Ia juga menegaskan bahwa timnya akan tetap tampil habis-habisan di dua laga sisa melawan Garudayaksa dan Persiraja Banda Aceh.
Di sisi lain, suasana haru sekaligus sportivitas ditunjukkan oleh pelatih Sriwijaya FC, Iwan Setiawan. Sadar akan psikologis berlebihan yang sempat ia lontarkan sebelum laga, Iwan secara terbuka meminta maaf kepada pendukung PSMS Medan.
“Saya memohon maaf jika ada ucapan atau gestur saya kemarin yang menyinggung perasaan suporter PSMS. Selamat atas kemenangan Ayam Kinantan malam ini,” tutur Iwan, yang juga pernah menukangi PSMS pada tahun 2008 silam tersebut.





