Ramadan 2026: Kapolresta Balikpapan Tegas Larang Perang Sarung dan Balap Liar

Antisipasi Gangguan Ramadan: Polresta Balikpapan Siapkan Strategi Komprehensif

Menjelang datangnya bulan Ramadan 1447 Hijriah, Polresta Balikpapan telah merancang serangkaian langkah strategis untuk memastikan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) tetap terjaga kondusif. Berbekal evaluasi dari catatan gangguan kamtibmas pada Ramadan tahun sebelumnya, pihak kepolisian berkomitmen untuk mengantisipasi potensi kerawanan yang kerap muncul, terutama pada malam hari hingga menjelang waktu sahur.

Kapolresta Balikpapan, Kombes Pol Jerrold HY Kumontoy, secara tegas menyatakan bahwa pihaknya tidak akan tinggal diam menghadapi berbagai ancaman gangguan keamanan. “Kami dari Polresta Balikpapan sudah merencanakan langkah-langkah konkret untuk menghadapi bulan Ramadan yang beberapa hari lagi kita sambut. Data tahun lalu menjadi pijakan kami untuk menyambut Ramadhan tahun ini,” ujarnya. Pendekatan yang diambil bersifat proaktif, dengan fokus pada upaya pencegahan (preemtif) dan penindakan dini (preventif) untuk meminimalkan potensi gesekan dan tindak kriminalitas selama bulan suci ini.

Perang Sarung dan Sahur On The Road: Potensi Kerawanan yang Perlu Diwaspadai

Dua fenomena yang menjadi sorotan utama dalam persiapan pengamanan Ramadan kali ini adalah “perang sarung” dan kegiatan “sahur on the road”. Kedua aktivitas ini, meskipun seringkali dilakukan oleh kalangan remaja, dinilai memiliki potensi besar untuk menimbulkan gangguan kamtibmas dan bahkan korban.

Perang sarung, yang melibatkan aksi saling serang menggunakan sarung, telah tercatat menimbulkan korban luka bahkan cedera permanen di tahun-tahun sebelumnya. Kejadian serupa menjadi pengingat serius bagi aparat kepolisian untuk mengambil tindakan pencegahan yang lebih masif. Kombes Pol Jerrold HY Kumontoy menegaskan, “Ini menjadi fokus kami karena sudah ada contoh kejadian perang sarung di tahun-tahun sebelumnya yang sampai menimbulkan korban, bahkan ada anak yang mengalami cedera permanen.”

Sementara itu, kegiatan sahur on the road, yang melibatkan konvoi kendaraan dan perkumpulan remaja di jalanan pada dini hari, juga menjadi perhatian. Aktivitas ini berpotensi menimbulkan kebisingan berlebihan, kemacetan, dan bahkan potensi kecelakaan lalu lintas jika tidak dilakukan dengan tertib dan pengawasan yang memadai. Tanpa adanya pengawasan orang tua, kegiatan ini dapat dengan mudah berkembang menjadi ajang untuk melakukan aksi-aksi yang mengganggu ketertiban umum.

Strategi Pencegahan Melalui Sinergi dan Pengawasan

Untuk mengatasi kedua potensi kerawanan tersebut, Polresta Balikpapan akan mengedepankan peran serta Bhabinkamtibmas (Bintara Pembina Kamtibmas) dan Satuan Pembinaan Masyarakat (Satbinmas). Kedua satuan ini akan bekerja sama secara sinergis dengan perangkat kelurahan dan, yang terpenting, dengan para orang tua.

Imbauan utama ditujukan kepada orang tua untuk meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak mereka selama bulan Ramadan. Penting bagi orang tua untuk memantau aktivitas anak, terutama pada jam-jam rawan menjelang sahur, dan memastikan mereka tidak keluar rumah tanpa sepengetahuan, berkumpul dalam kelompok yang berpotensi melakukan aksi negatif, atau terlibat dalam kegiatan yang dapat mengganggu kamtibmas.

“Kami mengimbau agar selama bulan Ramadan orang tua mengontrol dan mengawasi anaknya, jangan sampai keluar rumah tanpa sepengetahuan orang tua, berkumpul dalam kelompok dan melakukan aksi-aksi yang berpotensi mengganggu kamtibmas,” jelas Kombes Pol Jerrold HY Kumontoy. Upaya ini diharapkan dapat menekan angka partisipasi remaja dalam kegiatan-kegiatan yang berisiko.

Pemetaan Titik Rawan Balap Liar dan Imbauan Keselamatan

Selain perang sarung dan sahur on the road, balap liar juga menjadi fokus pengawasan intensif. Pihak kepolisian telah melakukan pemetaan terhadap sejumlah titik yang teridentifikasi sering dijadikan arena balap liar, khususnya pada waktu usai sahur dan menjelang waktu salat Subuh. Aktivitas balap liar ini tidak hanya membahayakan keselamatan para pelaku itu sendiri, tetapi juga pengguna jalan lainnya.

“Balapan liar di titik-titik tertentu sudah kami mapping dan ini biasanya berkelanjutan. Mereka menunggu selesai salat Subuh lalu melakukan aktivitas yang sangat membahayakan,” ujar Kapolresta. Dengan adanya pemetaan ini, patroli rutin akan ditingkatkan di area-area rawan tersebut untuk mencegah terjadinya aksi balap liar.

Ramadan Sebagai Momentum Ibadah dan Toleransi

Di samping upaya penegakan hukum dan pencegahan, Kapolresta Balikpapan juga mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan Ramadan sebagai momentum untuk meningkatkan ibadah dan mempererat tali silaturahmi serta toleransi antarwarga.

“Kami meminta kepada masyarakat, mari di bulan puasa ini kita sama-sama lebih mendekatkan diri kepada Tuhan. Seharusnya dengan ibadah yang ditingkatkan, tidak ada gangguan kamtibmas yang signifikan,” ungkap Kombes Pol Jerrold HY Kumontoy.

Pentingnya saling menghormati juga ditekankan, terutama bagi umat Muslim yang menjalankan ibadah puasa. Masyarakat yang tidak berpuasa diimbau untuk tetap menghargai umat yang sedang berpuasa, misalnya dengan tidak mengonsumsi makanan atau minuman secara terbuka di tempat umum pada jam-jam puasa.

Bagi masyarakat yang mengisi waktu menunggu berbuka puasa dengan kegiatan “ngabuburit”, Kapolresta mengingatkan untuk tetap waspada dan menjaga keselamatan. Baik pengendara kendaraan roda dua maupun roda empat diimbau untuk tetap berhati-hati di jalan. Selain itu, kegiatan ekonomi seperti meramaikan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) juga didorong, namun tetap dalam koridor keamanan.

“Ayo kita ramaikan UMKM yang ada, tetapi tetap menjaga keamanan. Jangan sampai karena kurangnya pengawasan, muncul kesempatan terjadinya kejahatan di wilayah Kota Balikpapan,” pungkasnya. Dengan partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat, diharapkan Ramadan di Balikpapan dapat berjalan lancar, aman, dan penuh berkah.

Pos terkait