Ramadan Murah Meriah: Jajanan Kampung Inggris Rp5.000

Ngabuburit Unik di Kampung Inggris Pare: Surga Takjil Ramah Kantong bagi Pelajar

Kampung Inggris di Pare, Kediri, Jawa Timur, bukan hanya menjadi pusat pembelajaran bahasa Inggris yang ramai didatangi pelajar dan mahasiswa dari seluruh penjuru Indonesia. Selama bulan Ramadan, kawasan ini menawarkan pengalaman ngabuburit yang tak kalah menarik, terutama bagi para peserta kursus yang tengah menanti waktu berbuka puasa. Berbagai penjual takjil dan makanan ekonomis berjejer di sepanjang jalan dan area publik, menciptakan suasana pasar senja yang meriah.

Salah satu destinasi favorit para pencari takjil adalah Pasar Senja Kampung Inggris yang berlokasi di Lapangan Desa Tulungrejo. Lokasinya yang strategis, berdekatan dengan berbagai lembaga kursus bahasa, menjadikannya titik kumpul yang ideal. Di sini, puluhan tenda dan payung pedagang berdiri menjajakan aneka hidangan yang menggugah selera. Mulai dari jajanan pasar tradisional, kue-kue manis, hingga minuman segar yang pelepas dahaga, semuanya ditawarkan dengan harga yang sangat terjangkau.

Ragam pilihan makanan dan minuman membuat Pasar Senja selalu dibanjiri pengunjung. Minuman es segar umumnya dijual dengan kisaran harga Rp 5.000 per gelas. Begitu pula dengan aneka jajanan seperti gorengan, kue basah, dan camilan lainnya, rata-rata dibanderol dengan harga yang sama. Untuk makanan berat yang lebih mengenyangkan, seperti nasi bungkus untuk berbuka puasa, harganya pun sangat bersahabat, seringkali tidak jauh berbeda. “Pasar Senja Lapangan ini memang jadi favorit kami karena pilihan makanannya banyak dan harganya murah,” ujar salah seorang peserta kursus yang enggan disebutkan namanya.

Lebih dari Sekadar Takjil: Sensasi Kuliner Tepi Jalan di Kampung Inggris

Selain Pasar Senja yang terpusat, penjual makanan di tepi jalan di sepanjang Kampung Inggris juga tak kalah ramai diserbu. Para peserta kursus, yang tak jarang masih mengenakan seragam atau atribut belajar mereka, terlihat mengayuh sepeda atau berjalan kaki untuk mencari takjil. Berbagai macam jajanan kaki lima yang populer banyak ditemukan di sini.

Pilihan takjil yang tersedia sangat beragam, mulai dari gorengan klasik seperti bakwan dan tempe mendoan, hingga jajanan kekinian seperti pentol bakso, sempol, cilok, cireng, otak-otak ikan, somay, dan batagor. Dengan merogoh kocek Rp 5.000 saja, pengunjung sudah bisa membawa pulang sebungkus takjil yang mengenyangkan.

Namun, untuk kebutuhan menu buka puasa yang lebih substansial, ayam goreng dan aneka penyetan menjadi pilihan utama para pelajar dan mahasiswa. Di antara sekian banyak warung yang menjajakan hidangan ini, terdapat satu warung ayam goreng di Jalan Brawijaya Pare yang memiliki reputasi luar biasa. Lokasinya yang tidak jauh dari pusat-pusat kursus bahasa menjadikannya mudah dijangkau.

Warung ayam goreng ini ternyata sudah ramai bahkan di hari-hari biasa, tidak hanya saat Ramadan. Memasuki bulan puasa, antrean pengunjung yang ingin menikmati hidangan legendaris ini semakin memanjang, terutama menjelang waktu berbuka puasa. Keistimewaan warung ini terletak pada beberapa faktor utama:

  • Harga yang Sangat Terjangkau: Meskipun porsinya cukup besar, harga yang ditawarkan tetap ramah di kantong pelajar.
  • Ukuran Ayam yang Besar: Pengunjung seringkali terkesan dengan ukuran potongan ayam goreng yang disajikan, memberikan nilai lebih dari harga yang dibayarkan.
  • Aneka Pilihan Sambal dan Penyetan: Keberagaman sambal yang disajikan, mulai dari sambal terasi, sambal bawang, hingga pilihan penyetan lainnya, menambah kenikmatan bersantap.

Suasana ngabuburit di Kampung Inggris Pare memang menawarkan kombinasi unik antara semangat belajar dan kehangatan tradisi kuliner Ramadan. Bagi para pelajar dan mahasiswa, momen ini tidak hanya menjadi waktu untuk menunggu azan Magrib, tetapi juga kesempatan untuk menikmati hidangan lezat dengan harga terjangkau sembari merasakan atmosfer komunitas yang kental. Pengalaman kuliner di tepi jalan ini menjadi bagian tak terpisahkan dari cerita mereka menempuh pendidikan di pusat pembelajaran bahasa Inggris yang legendaris ini.

Pos terkait