Ramadan Tiba: Hiswana Migas Perketat Pengawasan Elpiji 3 Kg Lampung

Pengawasan Distribusi Elpiji 3 Kg Diperketat Jelang Ramadan dan Idul Fitri 2026

Menjelang periode krusial Ramadan dan Idul Fitri 2026, Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas Bumi (Hiswana Migas) Lampung menegaskan komitmennya untuk memperketat pengawasan terhadap distribusi elpiji 3 kilogram (Kg). Langkah ini diambil untuk memastikan kelancaran pasokan dan mencegah praktik-praktik pelanggaran yang dapat merugikan masyarakat, khususnya terkait ketersediaan gas bersubsidi tersebut di Provinsi Lampung.

Wakil Ketua Hiswana Migas Lampung Bidang Elpiji, Dwi Prayono, secara tegas menyatakan bahwa pihaknya tidak akan memberikan toleransi sekecil apapun terhadap pelanggaran yang dilakukan oleh pangkalan resmi. “Jika ditemukan pangkalan yang terbukti melakukan kecurangan, akan diberi sanksi bertahap, mulai dari teguran hingga pemberhentian hubungan usaha (PHU),” ujar Dwi Prayono pada Jumat, 13 Februari 2026. Penegasan ini menjadi sinyal kuat bahwa Hiswana Migas serius dalam menjaga integritas dan keadilan dalam distribusi elpiji bersubsidi.

Sebagai bagian dari upaya transparansi dan akuntabilitas, Dwi Prayono menjelaskan bahwa setiap papan nama pangkalan elpiji akan mencantumkan informasi layanan pengaduan. Hal ini bertujuan agar masyarakat memiliki jalur yang jelas untuk menyampaikan keluhan atau laporan jika menemukan kejanggalan dalam pelayanan. Selain itu, masyarakat juga dapat melaporkan segala bentuk pelanggaran melalui call center resmi Pertamina, yang merupakan mitra strategis dalam distribusi energi ini.

Ketersediaan Pasokan yang Terjamin

Menyikapi kekhawatiran masyarakat mengenai ketersediaan elpiji 3 Kg, Dwi Prayono memberikan jaminan bahwa stok saat ini terpantau stabil dan bahkan berada pada posisi yang lebih dari cukup. “Untuk stok puasa dan Lebaran insyaallah aman. Program sudah disiapkan oleh Pertamina. Dan menjelang Lebaran nanti, kami bersama Pertamina akan melakukan pengawasan langsung ke pangkalan,” terangnya. Kesiapan ini mencakup perencanaan matang dari Pertamina dan kolaborasi erat antara Hiswana Migas dan Pertamina untuk memantau langsung kondisi di lapangan.

Pertumbuhan Agen dan Pangkalan Elpiji di Lampung

Provinsi Lampung saat ini didukung oleh sekitar 180 agen elpiji 3 Kg. Angka ini terus mengalami pertumbuhan signifikan, terbukti dengan penambahan lebih dari 17 agen baru pada tahun 2025. Agen-agen baru ini tersebar di berbagai wilayah strategis, termasuk Lampung Utara, Tulang Bawang, Tulangbawang Barat, Lampung Timur, dan Tanggamus. Peningkatan jumlah agen ini secara otomatis mendorong peningkatan jumlah pangkalan resmi. Tercatat, saat ini terdapat sekitar 8.000 pangkalan elpiji 3 Kg yang melayani masyarakat di seluruh penjuru Lampung.

Hiswana Migas terus berupaya mendorong penambahan jumlah pangkalan baru, namun tetap menekankan pentingnya pemenuhan seluruh ketentuan yang berlaku. Salah satu syarat utama yang harus dipenuhi adalah jarak minimal 150 meter antar pangkalan. Aturan ini penting untuk mencegah persaingan yang tidak sehat antar pangkalan dan memastikan distribusi yang merata ke seluruh lapisan masyarakat.

Kuota Distribusi dan Tantangan Konsumsi

Kuota distribusi elpiji 3 Kg di setiap pangkalan bervariasi, dengan alokasi maksimal dapat mencapai 2.000 tabung per bulan. Besaran kuota ini ditetapkan berdasarkan kebutuhan riil dan penetapan langsung dari Pertamina.

Sementara itu, kuota elpiji bersubsidi di Provinsi Lampung untuk tahun 2026 ditetapkan sebesar 219.740 metrik ton (MT). Angka ini sedikit lebih rendah dari usulan Pemerintah Provinsi Lampung yang mencapai 280.067 MT. Kepala Bidang Energi pada Dinas ESDM Provinsi Lampung, Sopian Atiek, menjelaskan bahwa kenaikan kuota tahun 2026 dibandingkan tahun sebelumnya hanya tipis, yaitu sekitar 0,87 persen atau 1.904 MT dari kuota 2025 yang sebesar 217.830 MT.

Menariknya, pada tahun 2025, konsumsi elpiji 3 Kg di Lampung tercatat melebihi kuota yang telah ditetapkan. Data menunjukkan bahwa konsumsi sepanjang tahun 2025 mencapai 235.097 MT. Kondisi ini menunjukkan adanya tantangan dalam pengelolaan dan pengawasan distribusi agar pasokan elpiji 3 Kg benar-benar tepat sasaran dan tidak disalahgunakan.

Menghadapi situasi ini, Hiswana Migas, bersama Pertamina dan pemerintah daerah, berkomitmen untuk terus memperkuat sinergi dan pengawasan. Tujuannya adalah memastikan bahwa pasokan LPG 3 Kg tetap terjaga ketersediaannya, tersalurkan secara adil, dan mencukupi kebutuhan seluruh masyarakat Lampung, terutama selama periode Ramadan dan Idul Fitri yang identik dengan peningkatan konsumsi.

Pos terkait