Real Madrid Raih Kemenangan Krusial di Era Arbeloa, Arda Guler Jadi Kunci
Real Madrid berhasil mengukir kemenangan pertama di bawah arahan pelatih sementara Alvaro Arbeloa, usai menaklukkan Levante dengan skor 2-0 pada Sabtu sore. Laga ini menandai debut Arbeloa di pinggir lapangan dalam kompetisi La Liga, sekaligus menjadi ujian awal di tengah atmosfer yang memanas di Santiago Bernabeu.
Meski meraih tiga poin krusial, penampilan Los Blancos, terutama di babak pertama, jauh dari kata meyakinkan. Permainan tim asuhan Arbeloa terlihat lamban, minim kreativitas, dan diwarnai sejumlah kesalahan mendasar, yang sontak memancing siulan keras dari para pendukung yang memadati stadion. Namun, babak kedua menghadirkan perubahan dramatis. Masuknya Arda Guler seolah menjadi percikan api yang memicu dan mengubah ritme permainan tim.
Guler menjelma menjadi aktor sentral di balik kedua gol kemenangan Real Madrid. Pada menit ke-58, ia memulai rangkaian serangan yang berujung pada hadiah penalti, yang kemudian dieksekusi dengan tenang oleh Kylian Mbappe. Tak berselang lama, akurasi umpan tendangan sudut dari kaki kiri Guler disundul dengan sempurna oleh Raul Asencio, mengunci kemenangan bagi tim tuan rumah. Hasil ini, meskipun belum sepenuhnya memuaskan, memberikan tiga poin vital bagi Real Madrid dalam upaya mereka menekan Barcelona di papan atas klasemen.
Analisis Performa Pemain Real Madrid vs Levante (Formasi 4-3-3)
Berikut adalah evaluasi performa individu para pemain Real Madrid dalam pertandingan ini:
Thibaut Courtois — 7,3
Sore yang relatif tenang bagi kiper asal Belgia ini. Ia hampir tidak diuji dan tidak perlu melakukan penyelamatan krusial.Federico Valverde — 7,9
Menunjukkan performa yang lebih nyaman saat ditempatkan sebagai bek kanan dibandingkan peran gelandangnya. Lari-lari vertikalnya memberikan energi tambahan ketika tim terlihat stagnan.Raul Asencio — 8,4
Menjadi pemain paling menonjol di lini pertahanan. Ia tampil solid dalam bertahan, berani melakukan tusukan ke depan, dan mencetak gol penting yang memastikan kemenangan tim.Dean Huijsen — 7,0
Masih terlihat kurang percaya diri dalam beberapa momen. Beberapa kali terlihat membuang bola tanpa tekanan berarti dan akhirnya diganti setelah satu jam permainan.Alvaro Carreras — 7,8
Meskipun bukan laga terbaiknya, ia menampilkan permainan yang rapi dan konsisten. Mampu menjaga sisi kiri pertahanan dengan baik dan jarang melakukan kesalahan.Eduardo Camavinga — 6,8
Kurang memberikan dampak signifikan di lini tengah. Terlalu sering bermain aman, kalah dalam duel, dan gagal mengatur tempo permainan. Ia diganti di babak kedua.Aurelien Tchouameni — 7,7
Memilih bermain terlalu defensif menghadapi tim yang cenderung bertahan rendah. Ia mendapatkan kartu kuning akibat tekel ceroboh yang berujung pada sanksi larangan bermain di laga berikutnya.Jude Bellingham — 7,9
Meskipun babak pertama diwarnai beberapa kesalahan, performanya meningkat drastis setelah jeda. Ia lebih aktif dalam menyerang dan sedikit kurang beruntung karena tidak berhasil mencetak gol.Gonzalo Garcia — 6,2
Kesulitan memberikan dampak dari sisi kanan serangan. Ia diganti di babak pertama, namun tetap mendapatkan apresiasi dari para penonton.Kylian Mbappe — 8,7
Berhasil mencetak gol ke-30 musim ini. Menunjukkan ketenangan saat mengambil penalti dan kepemimpinan yang baik ketika tim berada di bawah tekanan. Real Madrid jelas sangat bergantung padanya.Vinicius Junior — 7,7
Hampir tidak terlihat di babak pertama. Ia tampil lebih berani dan berbahaya di babak kedua, meskipun tidak benar-benar mendapatkan peluang emas untuk mencetak gol.
Jalannya Pertandingan yang Penuh Tekanan di Santiago Bernabeu
Suasana di Santiago Bernabeu sejak awal pertandingan terasa tegang. Para pemain Real Madrid disambut siulan dari tribun sejak sesi pemanasan, sebuah refleksi dari kekalahan di final Piala Super Spanyol dan tersingkirnya mereka dari Copa del Rey. Cemoohan semakin keras terdengar setiap kali Vinicius Junior, Federico Valverde, atau Jude Bellingham menyentuh bola.
Meskipun Real Madrid mendominasi penguasaan bola, mereka kesulitan menembus pertahanan Levante. Hingga menit ke-30, tim tuan rumah belum mampu melepaskan satu pun tembakan tepat sasaran. Peluang terbaik di babak pertama justru datang dari Raul Asencio yang memberikan umpan matang kepada Kylian Mbappe, namun upaya tersebut belum berbuah gol.
Babak kedua membawa perubahan signifikan dalam jalannya pertandingan. Masuknya Arda Guler dan Franco Mastantuono seolah menjadi katalisator. Intensitas permainan meningkat, tempo menjadi lebih cepat, dan kreativitas mulai terlihat mengalir dari lini tengah. Guler, khususnya, menjadi otak serangan tim, berhasil memecah kebuntuan dengan visi dan akurasi umpannya yang luar biasa.
Setelah berhasil unggul dua gol, Real Madrid berupaya untuk menambah keunggulan. Franco Mastantuono hampir mencetak gol melalui tembakan keras yang membentur mistar gawang, sementara sundulan Jude Bellingham masih dapat ditepis oleh kiper Levante.
Pada akhirnya, kemenangan 2-0 ini terbukti cukup untuk meredakan tekanan yang menyelimuti tim. Meskipun demikian, penampilan yang kurang meyakinkan di babak pertama meninggalkan banyak catatan dan pekerjaan rumah yang jelas bagi Alvaro Arbeloa dan timnya di Santiago Bernabeu.





