
Heboh Chef Devina Dituding Plagiat Menu Mochi Pisang Ijo: Klarifikasi Tegas dan Pelajaran Berharga
Jagad maya kembali bergemuruh pada Senin, 29 Desember 2025, kali ini sorotan tajam tertuju pada Chef Devina Hermawan, seorang juru masak ternama di Indonesia. Umumnya, Chef Devina dikenal luas berkat resep-resepnya yang teruji dan anti gagal. Namun, kali ini narasi yang beredar justru bernada miring, menuding Chef jebolan MasterChef Indonesia (MCI) tersebut melakukan plagiarisme menu.
Awal Mula Tuduhan Plagiarisme
Kekisruhan ini bermula dari unggahan Instagram Story akun @icenguik, yang merupakan salah satu kontestan MasterChef Indonesia Season 13. Melalui unggahannya, Icen secara terang-terangan menuding bahwa menu “Mochi Pisang Ijo” yang dipublikasikan oleh Lamama TV, kanal media kuliner milik Chef Devina Hermawan, merupakan hasil jiplakan dari kreasinya.
Dalam unggahannya, Icen melontarkan sindiran pedas, bahkan mengaitkan insiden ini dengan peristiwa masa lalu yang pernah melibatkan Chef Devina dengan pihak keluarga Syahrini. “Iya in aja gaess biar cepet, padahal barusan kemarin abis ngomel somay-nya direcook adeknya Incess eh gak ditag ngamok-ngamok. Sekarang jadi pelaku sampe dibawa demo ke pameran terbesar lagi.. luar biasa emang ya,” tulis Icen dengan nada sarkastis. Ia juga mengungkapkan perasaannya sebagai korban yang tidak berdaya menghadapi nama besar, “Hal kayak gini serba salah, kalo dibahas nanti aku dikatain pansos, kalo dibiarin dianggap menormalisasi plagiarism warbiasak,” tambahnya.
Dukungan terhadap narasi ini juga datang dari akun @ameliachuatan, yang menyatakan bahwa menu Lamama TV identik dengan milik Icen. Akun tersebut menuding admin Lamama TV kurang melakukan riset dan menuntut klarifikasi agar kredit ide diberikan kepada pencetus aslinya.
Jawaban Telak Tim Devina Hermawan: Membedakan Hak Cipta dan Domain Publik
Menanggapi tuduhan serius yang berpotensi merusak integritas profesionalnya, pihak Lamama TV tidak tinggal diam. Klarifikasi tegas pun segera diluncurkan.
Tim Lamama TV menyayangkan tudingan plagiarisme yang dinilai tidak memiliki dasar yang kuat. Dalam pernyataan resminya, mereka menegaskan bahwa menu Mochi Pisang Ijo yang mereka sajikan bukanlah hasil adaptasi dari kreasi akun @icenguik. Berdasarkan perbandingan internal, komposisi resep maupun metode pembuatan mochi yang mereka tampilkan memiliki perbedaan yang signifikan.
Lebih lanjut, tim Chef Devina memberikan pemahaman mendalam mengenai Hak Kekayaan Intelektual (HKI). Menurut mereka, menu mochi, pisang ijo, atau bahkan kombinasi keduanya, merupakan domain publik yang tidak dapat diklaim secara eksklusif oleh individu tertentu.
Sebagai bukti penguat, mereka mengemukakan bahwa produk serupa, seperti es krim Mochi Pisang Ijo dari Joyday, telah beredar bebas di pasaran selama bertahun-tahun. Hal ini menunjukkan bahwa ide tersebut bukanlah sesuatu yang baru atau eksklusif.
Menjawab sindiran terkait kasus “Siomay Pawon Bu Cetar” (usaha yang dikelola oleh adik Syahrini), Lamama TV meluruskan logika yang dianggap keliru. Kasus sebelumnya dipermasalahkan karena menyangkut dugaan pencurian aset visual (foto) yang jelas dilindungi HKI, bukan karena kesamaan resep siomay.
Warganet Pasang Badan: Dukungan Mengalir untuk Chef Devina
Penjelasan logis dari tim Devina Hermawan secara cepat membalikkan keadaan. Warganet yang jeli langsung membanjiri kolom komentar dengan dukungan penuh kepada Chef Devina dan balik menyudutkan pihak penuduh yang dianggap kurang cermat.
Akun @little_Andy13 memberikan komentar tajam, “Resep Mochi pisang ijo itu pengembangan es pisang ijo khas Makassar, gak bisa langsung klaim. Kalaupun di hak paten ‘mochi pisang ijo’ bakalan tertolak karena kata umum. Lucu kalau nyerang chef lain bilang jiplak resep.”
Senada dengan itu, akun @valentino4p turut berkomentar pedas, “Ngakak masa dibandinginnya sama foto yang dicomot sama adiknya Syahrini, ya jelas beda kocak? Kalau konteksnya foto kan udah jelas ada HKI-nya, sedangkan resep? Kok bisa dia berani klaim itu ide original dia padahal mochi pisjo udah ada dari 2 tahun lalu.”
Sementara itu, akun @tehnit4 menambahkan, “Siomay bukannya fotonya ya yang dimasalahin, bukan resepnya? Jadi yang kurang riset siapa nih?”
Permohonan Maaf dengan Nuansa ‘Template’
Setelah mendapatkan serangan balik dari warganet dan klarifikasi resmi yang tak terbantahkan, nyali para penuduh tampaknya mulai menciut.
Akun @ameliachuatan akhirnya menyampaikan permohonan maaf secara terbuka. Ia mengakui bahwa dirinya terlalu terburu-buru dalam memberikan pernyataan dan tidak memahami konteks permasalahan secara utuh. “Saya menyadari karena cara saya menyampaikan hal tersebut telah menimbulkan ketidaknyamanan dan berpotensi mencederai nama baik Lamama TV dan Chef Devina Hermawan,” tulis Amelia.
Yang cukup unik, permohonan maaf serupa juga diunggah oleh akun @icenguik. Warganet justru dibuat salah fokus karena narasi permintaan maaf dari kedua akun tersebut terlihat sangat identik, seolah-olah mereka menggunakan template yang sama.
Kasus ini menjadi sebuah pelajaran berharga bagi para pegiat media sosial, khususnya di dunia kuliner, untuk lebih bijak dalam membedakan antara inspirasi kuliner yang bersifat umum dengan pelanggaran hak cipta yang sesungguhnya. Penting untuk selalu melakukan riset yang mendalam dan memahami batasan antara kreasi pribadi dengan domain publik sebelum melontarkan tuduhan.





