JAKARTA – YouTuber Reza Arap memberikan respons terkait isu perjodohan yang muncul di media sosial antaranya dengan Fuji. Ia meminta para netizen, termasuk penggemarnya, untuk berhenti mengaitkan dirinya dengan Fuji.
“Cukuplah,” ujar Reza Arap dalam tayangan Marapthon di YouTube beberapa waktu lalu.
Salah satu alasan yang membuat Reza Arap merasa khawatir adalah karena ulah netizen bisa membuat keluarga Fuji merasa tidak nyaman. Ia mengatakan bahwa jika kerabat Fuji merasa tidak nyaman dengan isu perjodohan ini, maka itu akan menjadi beban baginya.
“Bapaknya sudah risi. Enggak enak gue, jadi sudah ya,” tambahnya.
Reza Arap juga menegaskan kembali permohonannya agar netizen berhenti menjodoh-jodohkannya dengan Fuji. Ia menyadari bahwa kejadian ini tidak hanya mengganggu dirinya sendiri, tetapi juga orang-orang di sekitarnya.
Perjodohan ini awalnya muncul setelah Reza Arap bertemu dengan Fuji dalam acara Marapthon. Meskipun mereka memiliki hubungan baik, ia memastikan bahwa semua yang terjadi tidak lebih dari sekadar pertemuan biasa.
“Jadi gue minta sudah ya (perjodohan). Gue juga manusia,” tutup Reza Arap.
Alasan Reza Arap Menolak Isu Perjodohan
Kekhawatiran terhadap keluarga Fuji
Reza Arap merasa bahwa isu perjodohan ini bisa membuat keluarga Fuji merasa tidak nyaman. Ia tidak ingin ada konsekuensi negatif yang terjadi akibat komentar-komentar netizen.Keinginan untuk menjaga privasi
Sebagai seseorang yang dikenal publik, Reza Arap juga ingin menjaga privasi dirinya dan orang-orang di sekitarnya. Ia merasa bahwa isu-isu seperti ini bisa mengganggu kehidupan pribadi mereka.Menghormati perasaan orang lain
Reza Arap menyadari bahwa tidak semua orang merasa nyaman dengan isu perjodohan ini. Oleh karena itu, ia memilih untuk menolak dan meminta netizen untuk menghentikan hal tersebut.
Penutup
Reza Arap mengakhiri pernyataannya dengan penekanan bahwa ia adalah manusia biasa yang juga membutuhkan ruang untuk hidup tanpa tekanan dari pihak luar. Ia berharap netizen bisa lebih bijak dalam menyampaikan pendapat dan tidak terlalu mengintervensi kehidupan pribadi orang lain.





