Perayaan Hari Jadi ke-477 Kabupaten Jepara
Alun-alun Jepara mendadak dipadati ribuan warga pada Jumat (10/4/2026) malam. Masyarakat Jepara berkumpul di pusat Kota Ukir untuk meramaikan malam perayaan Hari Jadi ke-477 Kabupaten Jepara. Setelah digelar Apel Hari Jadi di Alun-alun Jepara Jumat pagi, Pemerintah Kabupaten Jepara kembali menggelar rangkaian perayaan Hari Jadi ke-477 dengan melibatkan masyarakat di tempat yang sama pada malam hari.
Pembacaan Mantra Jawa Islami yang disebut dengan istilah Wilujengan Nagari dilantunkan sebagai pembuka perayaan malam Hari Jadi Jepara. Dari bumi kartini, doa lintas agama dan aliran kepercayaan juga dilangitkan agar Jepara diberikan keberkahan dan kemajuan satu tahun ke depan.
Tak hanya itu, digelar juga selamatan 477 tumpeng ingkung ayam yang disantap serentak ribuan orang. Dari lapangan Alun-alun Jepara, kepala daerah, pejabat, pengusaha, wakil rakyat, hingga masyarakat umum duduk setara menengadahkan kedua tangan untuk meminta keberkahan bagi Kabupaten Jepara.
Selamatan tumpeng digelar sebagai simbol rasa syukur rakyat Jepara atas keberkahan hidup yang telah diterima dalam satu tahun yang telah berlalu. Selamatan juga sebagai simbol merekatkan hubungan antar warga Jepara dalam nuansa kesederhanaan.
Pada momentum Hari Jadi ke-477, Pemerintah Kabupaten Jepara menggelar tiga kali selamatan yang melibatkan masyarakat secara umum. Berikut adalah rangkaian selamatan:
- Selamatan pertama digelar, Kamis (9/4/2026) di halaman Masjid Astana Sultan Hadlirin selepas kirab buka luwur makam Ratu Kalinyamat, Sultan Hadlirin dan Mbah Abdul Jalil dengan 102 tumpeng.
- Selamatan kedua digelar Jumat (10/4/2026) pagi usai Apel Hari Jadi di Alun-alun Jepara. Kali ini selamatan dengan pemotongan satu ekor kerbau yang dimasak menjadi soto kerbau lebih dari 2.000 porsi.
- Selamatan ketiga digelar pada Jumat malam dengan 477 tumpeng dipusatkan di Alun-alun Jepara.
Perayaan malam Hari Jadi ke-477 Kabupaten Jepara juga dimeriahkan dengan Tari Ula-ula yang dipentaskan seniman Sanggar Tari Karimunjawa. Serta penampilan tujuh dalang cilik dengan usia 6-15 tahun yang masih aktif sebagai pelajar jenjang pendidikan Taman Kanak-kanak (TK), SD sederajat dan SMP sederajat.
Puncak malam perayaan hari jadi ditutup dengan pentas wayang semalam suntuk dengan Lakon Banjaran Bima.
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Jepara, Ali Hidayat mengatakan, selamatan merupakan wujud rasa syukur atas rizki dan keberkahan yang diberikan Tuhan kepada masyarakat Jepara. Serta tasyakuran bersama agar ke depan Kabupaten Jepara dan masyarakatnya diberikan keberkahan dan keselamatan seterusnya.
“Di momen hari jadi ini, kita perbanyak selamatan dan doa bersama untuk Jepara lebih baik lagi,” terangnya.
Bupati Jepara, Witiarso Utomo menyatakan, Wilujengan Nagari bagian dari perayaan Hari Jadi Kabupaten Jepara. Sebagai bentuk wujud rasa syukur, doa dan ikhtiar batin untuk memohon wilujeng, keselamatan, ketentraman dan keberkahan bagi Jepara.
Kata dia, doa lintas agama dipanjatkan untuk masyarakat, kelestarian bumi, laut, gunung, kemandirian nelayan, pelaku usaha dan generasi penerus. “Membawa harapan bersama agar Jepara tetap ayem, tentrem, gemah ripah, loh jinawi,” tuturnya.
Witiarso menegaskan bahwa Jepara tidak hanya dikenal dengan kerajinan di bidang ukir saja. Namun Jepara juga memiliki masyarakat yang guyub, tangguh, kreatif, dan religius. Di momen yang bahagia ini, dia mengajak kepada masyarakat Jepara mendoakan Kabupaten Jepara agar bisa terus tumbuh dan mampu mensejahterakan masyarakatnya.
Di mana Hari Jadi Jepara adalah milik kita bersama. Jepara dibangun tidak hanya oleh pemerintah semata, namun juga melibatkan semua elemen masyarakat. “Kemajuan zaman harus beriringan dengan pelestarian budaya. Dan malam ini tampil 7 dalang cilik yang kreatif. Malam ini juga momentum memperkuat persatuan, menjaga harmoni dan mempercepat tercapainya Jepara Mulus,” harap Witiarso.
Satu di antara pengunjung adalah Sri Lestari (40) datang bersama suami dan anak-anaknya di Alun-alun Jepara. Dia sudah sampai di Alun-alun Jepara sejak pukul 19.30 WIB selepas waktu Isya. Selanjutnya menggelar alas di lapangan pusat Kota Jepara seraya mengikuti kegiatan Wilujengan Nagari.
“Memang sengaja datang ke alun-alun mau ikut kegiatan tumpengan Hari Jadi Jepara. Kalau masih kuat enggak ngantuk, sekalian nonton pentas wayang,” kata dia.
Sebagai warga, Sri Lestari berharap ke depan Pemerintah Kabupaten Jepara bisa merealisasikan visi misi pembangunan Jepara dengan maksimal. Dan bisa membawa masyarakatnya lebih sejahtera lagi.





