RSHS: Layanan Kesehatan Tetap Buka Saat Cuti Bersama Idulfitri

Rumah Sakit Hasan Sadikin Jamin Pelayanan Optimal Selama Cuti Bersama Idulfitri

Bandung, Maret 2026 – Menghadapi periode cuti bersama Idulfitri 1447 Hijriah, Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Dr. Hasan Sadikin (RSHS) Bandung, sebagai fasilitas kesehatan rujukan utama di Jawa Barat, telah mengambil langkah strategis untuk memastikan kelancaran dan optimalisasi pelayanan medis bagi seluruh lapisan masyarakat. Komitmen ini ditekankan untuk menjamin bahwa kebutuhan kesehatan pasien tidak terabaikan, bahkan di tengah momen libur panjang keagamaan.

Direktur Utama RSHS, dr. Rachim Dinata Marsidi, dalam sebuah konferensi pers yang digelar di RSHS Kota Bandung pada Senin, 16 Maret 2026, secara tegas menyatakan bahwa manajemen rumah sakit akan menyiagakan layanan esensial selama periode tersebut. Langkah proaktif ini dirancang khusus untuk mengakomodasi pasien yang membutuhkan penanganan medis mendesak maupun rutin, tanpa terkendala oleh kalender libur.

“Menyikapi momen Idulfitri 1447 Hijriah ini, kami memiliki komitmen kuat untuk terus menyelenggarakan pelayanan kesehatan secara optimal,” ujar dr. Rachim. “Kami akan memastikan bahwa pada dua hari spesifik, yaitu tanggal 18 dan 24 Maret 2026, seluruh pelayanan klinik rawat jalan, proses pengambilan obat rutin bagi pasien kronis, hingga pelaksanaan tindakan operasi yang telah terjadwal akan tetap berjalan seperti biasa, tanpa penundaan.”

Kesiapan Layanan di Masa Libur Idulfitri

Selain mengoptimalkan layanan rawat jalan, RSHS juga menunjukkan kesiagaan penuh di berbagai lini pelayanan kritis. Unit Gawat Darurat (UGD) RSHS akan beroperasi selama 24 jam nonstop, siap menangani segala bentuk kegawatdaruratan yang mungkin timbul. Untuk memastikan kelancaran operasional UGD, RSHS telah menugaskan sebanyak 20 tenaga perawat yang terampil pada setiap pergantian sif (shift). Mereka akan didukung oleh tim dokter jaga yang terdiri dari berbagai disiplin ilmu spesialis, termasuk bedah, kebidanan, dan anestesi, untuk memberikan penanganan komprehensif.

Kesiagaan serupa juga diperluas ke unit-unit vital lainnya, seperti klinik metadon yang melayani pasien dengan kondisi tertentu, serta pelayanan kegawatdaruratan jantung. Meskipun sebagian layanan poliklinik jantung reguler akan ditutup sementara selama periode cuti bersama, dr. Rachim memberikan jaminan bahwa pasien yang mengalami serangan jantung atau kondisi kegawatdaruratan kardiovaskular lainnya akan segera mendapatkan penanganan prioritas melalui UGD.

Namun, perlu dicatat bahwa beberapa layanan spesifik yang membutuhkan peralatan atau jadwal operasional yang lebih kompleks akan diliburkan sementara. Layanan yang dimaksud meliputi kedokteran nuklir, rehabilitasi medik, dan radioterapi. Keputusan ini diambil setelah mempertimbangkan ketersediaan staf medis dan operasional yang optimal untuk layanan-layanan tersebut.

Manajemen RSHS juga melaporkan bahwa hingga saat ini, tercatat sekitar 290 pasien telah memanfaatkan sistem pendaftaran daring (online) untuk mengakses layanan pada tanggal 18 dan 24 Maret. Sistem reservasi online ini, menurut dr. Rachim, terbukti sangat efektif dalam membantu pihak rumah sakit dalam memetakan kebutuhan tenaga medis yang bertugas, sehingga distribusi staf dapat dilakukan secara lebih efisien di tengah masa cuti Lebaran.

Peningkatan Aksesibilitas dan Inovasi Layanan

Dalam upaya berkelanjutan untuk mengurai kepadatan pasien yang sering terjadi pada jam operasional reguler, RSHS telah menginisiasi sebuah terobosan baru berupa layanan poliklinik sore. Layanan ini secara khusus diperuntukkan bagi peserta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan. Beroperasi mulai pukul 15.30 hingga 20.00 WIB, poliklinik sore ini diharapkan dapat menjadi solusi alternatif yang sangat membantu masyarakat, terutama bagi mereka yang berdomisili di luar wilayah Bandung Raya dan memiliki keterbatasan waktu pada siang hari.

“Layanan poliklinik sore ini kami harapkan dapat menjadi solusi yang signifikan bagi para pasien yang datang dari wilayah seperti Garut atau Tasikmalaya,” jelas dr. Rachim. “Mereka kini memiliki opsi untuk berangkat ke Bandung pada siang hari dan mengakses layanan kesehatan di poliklinik sore tanpa perlu merasa terburu-buru atau mengorbankan waktu kerja mereka.”

Selain itu, RSHS terus berupaya memperluas jangkauan pelayanannya. Sejak awal tahun 2026, sebuah poliklinik mata baru telah dibuka di lantai empat Gedung Anggrek. Fasilitas modern ini dirancang untuk menangani berbagai tindakan medis terkait kesehatan mata, termasuk operasi katarak. Yang lebih menggembirakan, seluruh layanan di poliklinik mata ini dapat diakses sepenuhnya menggunakan fasilitas BPJS Kesehatan tanpa adanya biaya tambahan bagi pasien.

Menatap masa depan, RSHS juga tengah mematangkan pengembangan fasilitas Diabetic Eye Center. Pusat layanan khusus ini akan difokuskan untuk memfasilitasi deteksi dini komplikasi mata yang disebabkan oleh diabetes, seperti glaukoma, serta memberikan penanganan yang komprehensif bagi pasien diabetes yang mengalami masalah penglihatan.

Menutup keterangannya, dr. Rachim Dinata Marsidi menyampaikan harapan terbesarnya agar kesiagaan infrastruktur, sumber daya manusia, dan sistem operasional di RSHS dapat memberikan rasa tenang dan aman bagi seluruh masyarakat Jawa Barat selama menjalani masa libur Idulfitri. Pihaknya bertekad untuk terus menjaga reputasi RSHS sebagai benteng rujukan kesehatan yang dapat diandalkan oleh masyarakat dalam berbagai kondisi dan situasi.

Pos terkait