RSU dr. Soetomo Surabaya Siap Tangani Lonjakan Pasien Selama Libur Lebaran
Menjelang perayaan Idulfitri, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Soetomo Surabaya telah mengambil langkah-langkah strategis untuk memastikan pelayanan kesehatan tetap prima dan tidak terganggu selama periode libur panjang. Rumah sakit ini telah menyiapkan seluruh ruang perawatan, fasilitas medis, serta memastikan ketersediaan tenaga kesehatan yang siap siaga melayani masyarakat.
Direktur Utama RSUD dr. Soetomo, Prof. Dr. dr. Cita Rosita, Sp.KK(K), mengungkapkan bahwa berdasarkan pengalaman tahun sebelumnya, libur Lebaran seringkali diwarnai oleh peningkatan kasus penyakit tertentu. Pada libur Lebaran tahun 2025 lalu, kasus yang paling mendominasi adalah gangguan metabolisme protein plasma, yang ditangani pada 210 pasien.
“Sepuluh penyakit terbanyak yang kami tangani pada liburan Lebaran tahun lalu didominasi oleh kelainan darah, penyakit metabolik, diabetes, hipertensi, kelainan elektrolit, gangguan gastrointestinal, diare, muntah, dan lain sebagainya. Perlu dicatat, trennya bergeser dari kasus kecelakaan menjadi lebih banyak penyakit metabolik dan non-kecelakaan,” jelas Prof. Cita kepada awak media di RSUD dr. Soetomo pada hari Senin, 16 Maret.
Data dari Unit Gawat Darurat (UGD) rumah sakit menunjukkan pola kunjungan pasien selama periode libur tersebut. Tercatat sebanyak 147 pasien berusia antara 1 hingga 18 tahun yang mendapatkan penanganan, sementara jumlah pasien dewasa mencapai 546 orang.
Keluhan pasien yang masuk ke UGD seringkali berkaitan dengan penyakit bawaan yang kambuh atau dipicu oleh perubahan pola makan dan gaya hidup selama libur Lebaran. Sebagai contoh, kasus hipertensi dilaporkan meningkat akibat tingginya konsumsi makanan asin yang umum disajikan saat perayaan. Sementara itu, pasien dengan kondisi diabetes cenderung mengalami lonjakan gula darah akibat konsumsi makanan manis yang berlebihan dan tidak terkontrol.
“Saat Lebaran, para penderita diabetes seringkali mengonsumsi makanan manis secara tidak terkontrol. Selain itu, ada juga kasus keracunan makanan akibat konsumsi makanan yang sudah kedaluwarsa atau tidak layak makan, yang berujung pada gejala diare, muntah, dan keluhan lainnya,” tambah Prof. Cita.
Untuk mengantisipasi lonjakan kasus penyakit kronis, RSUD dr. Soetomo telah mengambil langkah preventif. Pemberian obat-obatan rutin untuk pasien dengan kondisi kronis telah diatur dan dibagikan sebelum periode liburan dimulai, guna memastikan pasien tetap mendapatkan terapi yang dibutuhkan hingga usai libur. Jika diperlukan, obat tambahan juga telah disiapkan. Unit Gawat Darurat sendiri akan tetap beroperasi siaga 24 jam penuh.
“Untuk penanganan penyakit kronis, kami telah melakukan antisipasi jauh sebelum liburan. Pemberian obat-obatan sudah diatur agar pasien tetap terkontrol hingga pasca liburan. Jika ada kebutuhan mendesak untuk pengambilan obat di tengah periode libur, kami juga telah menyiapkan mekanisme tersebut. Dan tentu saja, UGD kami siap siaga setiap saat untuk menangani berbagai kondisi darurat,” tegas Prof. Cita.
Dalam hal ketersediaan fasilitas akomodasi, rumah sakit telah menyiapkan sebanyak 1.188 unit tempat tidur yang siap digunakan. Angka ini pun masih memiliki opsi untuk ditambah apabila situasi memerlukan penambahan kapasitas.
“Pada dasarnya, kapasitas tempat tidur kami bisa diperpanjang atau ditambah. Namun, kami berharap situasi tidak sampai memerlukan penambahan tersebut,” pungkasnya, seraya berharap agar masyarakat dapat merayakan Idulfitri dengan tetap menjaga kesehatan.
Strategi Antisipasi RSUD dr. Soetomo
RSUD dr. Soetomo telah merancang serangkaian strategi untuk menghadapi potensi lonjakan kunjungan pasien selama libur Idulfitri, yang mencakup beberapa aspek penting:
- Kesiapan Tenaga Medis: Seluruh dokter spesialis, dokter umum, perawat, dan tenaga kesehatan pendukung lainnya telah diatur jadwal jaga dan kesiapsiagaannya. Tim medis dibagi dalam beberapa shift untuk memastikan ketersediaan tenaga profesional selama 24 jam.
- Manajemen Stok Obat dan Logistik: Gudang farmasi telah dipastikan memiliki stok obat-obatan esensial yang memadai, terutama untuk penanganan penyakit-penyakit yang umum terjadi saat libur Lebaran seperti penyakit metabolik, kardiovaskular, dan gangguan pencernaan. Logistik medis lainnya juga telah diperiksa ketersediaannya.
- Optimalisasi Fasilitas UGD dan Ruang Perawatan: Unit Gawat Darurat (UGD) menjadi garda terdepan dalam penanganan kasus darurat. Peralatan medis di UGD telah diperiksa fungsinya secara berkala. Selain itu, ruang perawatan intensif (ICU) dan ruang perawatan umum juga disiagakan dengan kapasitas yang mencukupi.
- Koordinasi Internal dan Eksternal: RSUD dr. Soetomo menjalin komunikasi yang erat dengan fasilitas kesehatan tingkat pertama (Puskesmas) dan rumah sakit lain di wilayah Surabaya dan sekitarnya. Koordinasi ini penting untuk sistem rujukan yang efektif jika terjadi lonjakan pasien yang melebihi kapasitas.
- Edukasi Kesehatan Masyarakat: Meskipun fokus pada pelayanan, rumah sakit juga berupaya memberikan edukasi singkat melalui berbagai kanal informasi mengenai pentingnya menjaga pola makan sehat, cukup istirahat, dan menghindari aktivitas berisiko selama libur Lebaran untuk mencegah timbulnya penyakit.




