Ruko Roboh Akibat Gerakan Tanah di Mukok, Kerugian Rp1,5 Miliar

Peristiwa Pergerakan Tanah di Kabupaten Sanggau

Pada Minggu malam, 5 April 2026, sekitar pukul 21.30 WIB, terjadi peristiwa pergerakan tanah yang mengejutkan warga di Dusun Ubay, Desa Kedukul, Kecamatan Mukok, Kabupaten Sanggau. Tiga unit rumah toko (ruko) milik warga bernama Joni Efendi (47) dilaporkan ambruk akibat pergeseran tanah. Kejadian ini berlangsung secara tiba-tiba dan mengundang perhatian besar dari masyarakat setempat.

Salah satu saksi mata, Vitalis (35), yang tinggal di dekat ruko tersebut, mengaku sempat mendengar suara mencurigakan sebelum bangunan roboh. Ia menjelaskan bahwa saat kejadian, dirinya sedang berada di depan rumahnya yang bersebelahan dengan ruko korban. Suara gemeretak dari arah ruko membuatnya curiga, sehingga ia segera masuk untuk mengambil senter guna memastikan kondisi bangunan tersebut.

“Saya dengar suara gemeretak dari arah ruko, lalu saya masuk mengambil senter untuk memastikan. Tidak lama kemudian terdengar suara keras seperti bangunan roboh,” ujar Vitalis saat dimintai keterangan.

Setelah mendengar suara tersebut, Vitalis segera keluar rumah dan melihat langsung kondisi ruko yang sudah dalam keadaan ambruk. Ia kemudian langsung menghubungi pemilik ruko untuk memberitahu kejadian tersebut. Tak lama setelah itu, Joni Efendi tiba di lokasi dan mendapati bangunan miliknya telah rata dengan tanah.

Peristiwa tersebut sontak mengundang perhatian warga sekitar yang kemudian berdatangan ke lokasi kejadian. Saksi lainnya, Sardius (46), turut membenarkan kejadian tersebut dan menyebutkan bahwa kondisi tanah di sekitar lokasi memang sudah menunjukkan tanda-tanda labil sejak beberapa hari terakhir akibat hujan yang terus mengguyur.

Penanganan oleh Pihak Berwajib

Kapolsek Mukok, AKP Ambril, S.H., M.A.P., menyampaikan bahwa pihak kepolisian segera turun ke lokasi untuk melakukan pengecekan dan memastikan situasi tetap aman serta terkendali. Dari hasil pengecekan di lapangan, tidak ditemukan adanya korban jiwa dalam kejadian ini. Namun, kerugian materiil diperkirakan mencapai sekitar Rp1,5 miliar akibat ambruknya tiga unit ruko tersebut.

AKP Ambril juga menjelaskan bahwa berdasarkan analisa awal, bangunan ruko tersebut berdiri di atas struktur tiang beton dan bukan langsung di atas tanah padat. Kondisi ini membuat bangunan lebih rentan saat terjadi pergeseran tanah. Diduga kuat, pergerakan tanah yang terjadi menyebabkan patahnya tiang penyangga beton sehingga bangunan tidak mampu menahan beban dan akhirnya ambruk.

Imbauan kepada Masyarakat

Lebih lanjut, AKP Ambril mengimbau masyarakat, khususnya yang berada di wilayah rawan longsor atau pergerakan tanah, agar lebih waspada terutama saat curah hujan tinggi terjadi secara terus-menerus. Pihak kepolisian bersama instansi terkait akan terus melakukan pemantauan di lokasi guna mengantisipasi kemungkinan peristiwa serupa, serta memastikan keselamatan warga di sekitar area terdampak.

Faktor-Faktor yang Memicu Pergerakan Tanah

Beberapa faktor utama yang diduga menjadi penyebab pergerakan tanah di wilayah ini antara lain:

  • Curah hujan tinggi yang terus-menerus dalam beberapa hari terakhir, menyebabkan tanah menjadi lembek dan mudah bergerak.
  • Struktur bangunan yang berdiri di atas tiang beton, bukan tanah padat, meningkatkan risiko keruntuhan saat terjadi pergeseran tanah.
  • Kondisi geografis wilayah yang rentan terhadap pergerakan tanah, terutama di daerah dataran rendah atau lereng.

Langkah Pencegahan dan Pengawasan

Untuk mencegah terulangnya kejadian serupa, pihak berwajib dan instansi terkait akan terus melakukan pengawasan intensif di lokasi. Selain itu, masyarakat diimbau untuk selalu memperhatikan kondisi lingkungan sekitar dan segera melaporkan apabila terjadi tanda-tanda pergerakan tanah.


Pos terkait