Banjir Bandang Menghancurkan Pemukiman dan Lahan Pertanian di Desa Manong
Pada hari Sabtu (12/4/2026), kampung Garang, Desa Manong, Kecamatan Rahong Utara, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT) mengalami dampak parah dari banjir bandang. Banjir ini menimpa pemukiman warga dan merusak lahan pertanian yang menjadi sumber penghidupan mereka.
Sebelumnya, pada hari Senin (6/4/2026), wilayah tersebut juga terkena dampak banjir bandang yang serupa. Curah hujan tinggi selama seminggu terakhir menjadi penyebab utama banjir. Saluran drainase yang tersumbat oleh berbagai material seperti batu, tanah, kayu, dan daun membuat sistem penyaluran air tidak berfungsi dengan baik.
Penyebab Banjir Bandang
Sekretaris Desa Manong, Robertus Jampar, menjelaskan bahwa saluran drainase yang kecil dan terdapat tumpukan material menyebabkan banjir meluap ke pemukiman warga. Menurutnya, saat hujan besar terjadi, air tidak bisa mengalir dengan lancar, sehingga terjadi banjir yang sangat deras.
Selain 28 rumah warga yang rusak akibat terkena material banjir, fasilitas umum seperti PAUD KB 1, akses jalan utama desa, dan beberapa bangunan lainnya juga mengalami kerusakan.
Dampak yang Terjadi
Dampak banjir ini menyebabkan sejumlah warga harus mengungsi ke rumah tetangga. Pemerintah Desa Manong telah melakukan pendataan terhadap warga yang terdampak. Banyak perabot rumah tangga yang rusak, serta beras dan bahan makanan lainnya terbawa arus banjir.
Aktivitas jalan utama di desa terganggu, dan halaman kampung tertutup material dari banjir. Robertus juga menyebutkan bahwa Kepala Desa Manong, Vinsensius Jebarus, telah mengirimkan laporan bencana kepada BPBD Kabupaten Manggarai.
Permintaan Bantuan
Robertus berharap pemerintah kabupaten segera memberikan bantuan untuk menangani para korban banjir. Ia berharap agar bantuan dapat segera diberikan agar warga dapat segera pulih dan kembali beraktivitas normal.
Banjir bandang yang terjadi di Desa Manong merupakan peringatan bagi masyarakat dan pemerintah setempat untuk meningkatkan kesiapan dalam menghadapi bencana alam. Diperlukan langkah-langkah preventif seperti pembersihan saluran drainase secara rutin dan pembuatan infrastruktur penangkal banjir yang lebih kuat.
Langkah yang Diperlukan
Beberapa langkah penting yang perlu dilakukan antara lain:
- Pembersihan saluran drainase secara berkala untuk mencegah tersumbatnya aliran air.
- Pembuatan saluran tambahan atau peningkatan kapasitas saluran yang ada.
- Edukasi masyarakat tentang cara menghadapi bencana alam dan tindakan darurat.
- Kerja sama antara pemerintah desa, BPBD, dan instansi terkait dalam merencanakan mitigasi bencana.





