Api Melahap Habis Rumah di Simpang Teritip, Hesti dan Anaknya Kehilangan Segalanya
Bangka Barat – Kepedihan mendalam menyelimuti Hesti (25) dan putranya yang baru berusia empat tahun, setelah kediaman mereka di Desa Pangek, Kecamatan Simpang Teritip, Bangka Barat, dilalap si jago merah pada Senin (12/1) malam, sekitar pukul 19.00 WIB. Rumah sederhana berdinding papan dan beratap terpal itu kini tinggal puing-puing, menyisakan tangis dan keputusasaan bagi Hesti yang menyaksikan seluruh harta benda ludes tak bersisa.
Saat api berkobar dahsyat, Hesti tengah bekerja di luar rumah. Ia hanya bisa menahan pilu melihat impian dan kenangan yang tersimpan di dalam rumahnya musnah menjadi abu. Mulai dari perabotan rumah tangga, pakaian, hingga surat-surat berharga, semuanya tak luput dari amukan api.
“Semalam kebakaran pas lagi kerja, kemungkinan besar itu dari korsleting listrik, terus ada tabung gas, motor Vespa isi ada bensin, membuat kebakaran jadi besar,” tutur Hesti dengan suara bergetar, sehari setelah kejadian. Ia menambahkan bahwa seluruh barang berharga, termasuk motor, pakaian, alat tidur, hingga berbagai berkas penting, semuanya hangus terbakar.
Hesti, yang sehari-harinya berjuang menghidupi diri dan buah hatinya dengan bekerja di sebuah toko buah, kini dihadapkan pada kenyataan pahit tanpa tempat tinggal. Ia sangat berharap uluran tangan dan bantuan dari pemerintah untuk dapat membangun kembali rumahnya agar menjadi tempat berlindung yang lebih layak.
“Terima kasih, sudah berpartisipasi untuk datang (wakil bupati, red) semoga ada keringanan membangun rumah ini lebih layak,” harapnya.
Kesaksian Tetangga dan Upaya Pemadaman
Alina (63), seorang tetangga korban, menceritakan kronologi kejadian yang terjadi tak lama setelah waktu Salat Magrib. Ia mengaku terkejut mendengar suara ledakan keras yang disusul dengan kobaran api di sekitar rumah Hesti.
“Lepas Magrib, saya mendengar ledakan keras, saya kira guntur, lalu saya melihat di sekitar rumah tersebut ada api. Lalu menyuruh anak saya meminta bantuan tetangga lain memadamkan api,” ujar Alina.
Namun, api yang membesar dengan cepat membuat warga tak berdaya. Upaya pemadaman secara manual oleh tetangga tidak membuahkan hasil yang signifikan. Dalam situasi panik tersebut, mereka segera menghubungi Hesti untuk memberitahukan musibah yang menimpanya. Ketika Hesti tiba di lokasi, ia hanya bisa menangis histeris menyaksikan rumahnya telah dilalap api.
Bantuan dari Pemerintah dan Penanganan Pihak Kepolisian
Mengetahui musibah yang menimpa warganya, Wakil Bupati Bangka Barat, Yus Derahman, segera mengunjungi kediaman Hesti pada Selasa (13/1) pagi. Kunjungan tersebut dimaksudkan untuk memberikan bantuan awal dan dukungan moral kepada korban kebakaran. Pemerintah desa dan kecamatan pun telah diinstruksikan untuk segera melakukan pengecekan dan pendataan terhadap korban untuk mengetahui kebutuhan yang paling mendesak.
Pihak Kepolisian Sektor (Polsek) Simpang Teritip juga bergerak cepat menangani peristiwa kebakaran yang terjadi di Dusun II, Desa Pangek. Kepala Seksi (Kasi) Humas Polres Bangka Barat, Inspektur Polisi Satu (Iptu) Yos Sudarso, menjelaskan bahwa laporan awal kebakaran diterima setelah salah seorang saksi, Anyen, menghubungi Hesti dan mengabarkan bahwa rumahnya terbakar.
Setibanya Hesti di lokasi, ia mendapati bagian dapur rumahnya telah hangus terbakar hebat.
“Kebakaran menghanguskan dapur rumah yang terbuat dari papan kayu beratapkan terpal, berikut peralatan rumah tangga, pakaian, serta satu unit sepeda motor Vespa produksi tahun 1976,” jelas Iptu Yos Sudarso.
Lebih lanjut, Yos Sudarso merinci bahwa sejumlah dokumen penting milik Hesti, seperti ijazah, kartu keluarga, akta cerai, dan buku tabungan Bank BRI, turut ludes terbakar.
“Berdasarkan keterangan pemilik rumah, kebakaran diduga disebabkan oleh korsleting listrik, pada terminal yang berada di area dapur. Akibat kejadian tersebut, korban mengalami kerugian material yang ditaksir mencapai Rp10 juta,” ungkapnya.
Pihak kepolisian telah melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan turut membantu memadamkan sisa api guna memastikan kondisi aman serta mencegah terjadinya kebakaran susulan.
Iptu Yos Sudarso menegaskan bahwa tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Ia juga mengimbau seluruh masyarakat untuk lebih meningkatkan kewaspadaan, terutama dalam penggunaan instalasi listrik di rumah masing-masing untuk mencegah insiden serupa terulang kembali.
Musibah ini menjadi pengingat pentingnya menjaga keamanan dan kelistrikan di rumah, serta pentingnya memiliki kesiapan menghadapi situasi darurat. Bantuan dan dukungan dari berbagai pihak diharapkan dapat meringankan beban Hesti dan putranya dalam memulai kembali kehidupan mereka.





