Rumah Warga di Jombang Ambruk Diterjang Hujan Deras, Seluruh Penghuni Selamat
Sebuah peristiwa nahas terjadi di momen penuh sukacita Hari Raya Idul Fitri. Sebuah rumah milik warga di Dusun Bendorangkang, Desa Tanggalrejo, Kecamatan Mojoagung, Kabupaten Jombang, dilaporkan roboh pada Minggu (22/3/2026) dini hari. Bangunan yang diketahui milik seorang warga bernama Anam tersebut ambruk sekitar pukul 04.00 WIB, beberapa saat menjelang waktu shalat Subuh.
Dugaan Penyebab Keruntuhan Bangunan
Menurut keterangan yang dihimpun, keruntuhan bangunan ini diduga kuat dipicu oleh kombinasi dua faktor utama. Pertama, kondisi fisik rumah yang sudah tua dan rapuh, sehingga tidak lagi layak huni. Struktur bangunan yang lemah ini diperparah oleh curah hujan yang sangat tinggi dan berlangsung terus-menerus sejak Sabtu malam hingga Minggu pagi di wilayah tersebut.
Kepala Desa Tanggalrejo, Dimas Wahyu Romadhona, membenarkan kondisi rumah Anam yang memang sudah memprihatinkan. Ia menjelaskan bahwa pihak pemerintah desa telah berulang kali mengajukan permohonan bantuan untuk perbaikan rumah tersebut. Namun, sayangnya, hingga saat ini permohonan tersebut belum mendapatkan realisasi.
“Struktur bangunan memang sudah sangat lemah. Ditambah hujan yang turun terus-menerus semalaman, akhirnya tidak mampu bertahan dan roboh,” ungkap Dimas Wahyu Romadhona saat dikonfirmasi.
Keselamatan Penghuni Menjadi Prioritas Utama
Meskipun bangunan rumah tersebut mengalami keruntuhan total, takdir berpihak pada keluarga Anam. Seluruh penghuni rumah, termasuk Anam, istri, serta kedua anaknya, dilaporkan selamat tanpa mengalami luka sedikit pun. Keajaiban ini terjadi karena keluarga tersebut berhasil keluar dari rumah sebelum bangunan ambruk sepenuhnya.
“Seluruh penghuni selamat, tidak ada yang terluka,” ujar Dimas Wahyu Romadhona, mengonfirmasi kabar baik tersebut.
Gotong Royong Pembersihan Puing Bangunan
Pasca kejadian yang memilukan ini, respon cepat datang dari berbagai pihak. Petugas dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jombang bersama dengan warga sekitar segera bergerak cepat untuk melakukan gotong royong membersihkan sisa-sisa puing bangunan yang berserakan.
Proses evakuasi material rumah dan pembersihan lokasi kejadian masih terus berlangsung hingga Minggu sore. Semangat kebersamaan terlihat jelas saat warga bahu-membahu membantu meringankan beban keluarga Anam.
Saat ini, Anam dan keluarganya terpaksa harus mengungsi sementara ke rumah orang tua mereka. Kondisi rumah yang telah roboh total membuat mereka tidak dapat lagi menempati bangunan tersebut. Kehilangan tempat tinggal menjadi cobaan berat yang harus dihadapi keluarga ini, terlebih lagi dalam momen perayaan hari besar keagamaan.
Upaya Penanganan dan Bantuan
Pihak pemerintah desa dan BPBD terus berkoordinasi untuk memastikan kebutuhan dasar keluarga Anam terpenuhi selama masa pengungsian. Bantuan berupa makanan, pakaian, dan kebutuhan pokok lainnya diharapkan dapat segera disalurkan.
Selain itu, upaya untuk mencari solusi jangka panjang terkait pembangunan kembali rumah Anam juga menjadi perhatian serius. Diharapkan, dengan adanya perhatian dari pemerintah daerah dan dukungan masyarakat, keluarga ini dapat segera kembali memiliki tempat tinggal yang layak dan aman.
Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya kesadaran akan kondisi bangunan tempat tinggal, terutama bagi rumah-rumah tua yang mungkin memerlukan perbaikan mendesak. Selain itu, koordinasi yang lebih baik antara pemerintah desa dan instansi terkait dalam penyaluran bantuan perbaikan rumah bagi warga yang membutuhkan juga perlu ditingkatkan untuk mencegah kejadian serupa terulang di masa mendatang.




