Duel Wakil Indonesia di Liga Malaysia: Nasib Berbeda DPMM FC dan Kelantan
Pekan ke-21 Liga Super Malaysia musim 2025/2026 menjadi saksi bisu perjuangan dua punggawa Merah Putih yang merumput di Negeri Jiran. Ramadhan Sananta bersama DPMM FC dan Yohanes Kandaimu membela panji klub masing-masing, namun hasil yang diraih justru berbanding terbalik.
DPMM FC Takluk dari Sang Juara, Sananta Masuk di Babak Kedua
Bagi Ramadhan Sananta, laga yang dimainkan Minggu malam (15/3/2026) melawan Johor Darul Takzim (JDT) harus berakhir dengan kekecewaan. Klub asal Brunei Darussalam itu takluk tiga gol tanpa balas dari tim raksasa JDT. Tiga gol kemenangan JDT dicetak oleh Ager Aketxe pada menit ke-33, Oscar Arribas di menit ke-74, dan ditutup oleh Marcos Guilherme pada menit ke-77.
Dalam pertandingan tersebut, Sananta, striker andalan Timnas Indonesia, masuk sebagai pemain pengganti. Ia diturunkan pada menit ke-51 menggantikan Syafiq Ahmad, namun kehadirannya tidak mampu mengubah jalannya pertandingan yang didominasi oleh tim tamu.
Kekalahan ini menjadi semakin pahit bagi DPMM FC karena JDT berhasil mengunci gelar juara Liga Malaysia untuk ke-12 kalinya. Prestasi gemilang JDT ini diumumkan melalui akun Instagram resmi mereka dengan bangga, menyatakan, “Itu dia, gelar ke-12! 12 gelar Liga Super Malaysia berturut-turut diraih setelah kemenangan malam ini di Brunei!.” JDT kokoh di puncak klasemen dengan raihan 57 poin.
Sementara itu, kekalahan dari JDT membuat DPMM FC harus rela turun satu peringkat ke posisi kedelapan klasemen sementara dengan mengumpulkan 21 poin.
Yohanes Kandaimu Turun, Kelantan Kalah Tipis dari Melaka FC
Nasib berbeda dialami oleh Yohanes Kandaimu, pemain kelahiran Mappi, Papua, yang memperkuat Kelantan The Real Warriors. Pada pekan yang sama, Kelantan berhadapan dengan Melaka FC di Hang Jebat Stadium, Minggu (15/3/2026).
Pertandingan berlangsung ketat, namun pada akhirnya Kelantan harus mengakui keunggulan tuan rumah, Melaka FC, dengan skor tipis 2-1. Melaka FC unggul terlebih dahulu melalui gol Ahmaed Shamsaldin di menit ke-44, sebelum Kelantan sempat menyamakan kedudukan lewat Enzo Celestine pada menit ke-12. Namun, gol kemenangan Melaka FC dicetak oleh Che Rashid Che Halim di menit ke-66.
Yohanes Kandaimu, mantan pemain Persipal FC, baru dimasukkan pada babak kedua. Ia menggantikan Syaahir Saiful Nizam pada menit ke-70. Meskipun telah berjuang, kehadiran Kandaimu tidak mampu menyelamatkan timnya dari kekalahan.
Dengan tambahan tiga poin, Melaka FC berhasil bertahan di posisi ke-12 klasemen dengan 14 poin. Sementara itu, Kelantan The Real Warriors tertahan di peringkat ke-11 dengan raihan 15 poin, hanya terpaut satu poin dari sang lawan.
Analisis Singkat Performa Wakil Indonesia
Kekalahan DPMM FC dari JDT dapat dipahami mengingat superioritas JDT sebagai tim juara. Namun, peran Sananta sebagai pengganti menunjukkan bahwa ia masih dalam proses adaptasi dan mencari menit bermain yang lebih reguler. Kehadirannya di lapangan merupakan sinyal positif bagi Timnas Indonesia, yang membutuhkan striker tajam di kancah internasional.
Di sisi lain, kekalahan Kelantan dari Melaka FC menunjukkan bahwa persaingan di papan tengah klasemen Liga Super Malaysia sangatlah ketat. Yohanes Kandaimu memiliki kesempatan untuk menunjukkan kualitasnya dan berkontribusi lebih banyak bagi timnya di sisa musim. Perjalanan di liga masih panjang, dan kedua pemain Indonesia ini diharapkan dapat terus berkembang dan memberikan performa terbaik mereka.
Dampak Bagi Klasemen Liga Super Malaysia
Pekan ke-21 ini memberikan beberapa pergeseran signifikan di papan klasemen. JDT semakin tak terbendung di puncak klasemen dengan keunggulan poin yang sulit dikejar. Bagi tim-tim yang berada di zona degradasi atau papan tengah, setiap poin menjadi sangat berharga dalam upaya mereka untuk memperbaiki posisi.
Papan Atas:
- JDT memantapkan posisinya sebagai juara liga.
Papan Tengah:
- DPMM FC mengalami penurunan peringkat ke posisi kedelapan.
- Kelantan tertahan di peringkat kesebelas, sementara Melaka FC di peringkat kedua belas. Persaingan di area ini diprediksi akan semakin sengit.
Perjalanan Liga Super Malaysia musim 2025/2026 masih menyisakan beberapa pertandingan lagi. Menarik untuk dinanti bagaimana kiprah Ramadhan Sananta dan Yohanes Kandaimu bersama klubnya masing-masing di sisa kompetisi.




