Sarapan Nikmat di Kubra: Purbaya Puji Kuliner Aceh

Menteri Keuangan Nikmati Kuliner Legendaris Banda Aceh, Puji Kelezatan Roti Cane dan Kopi Coklat

Banda Aceh – Momen santap pagi yang tak biasa terjadi di salah satu warung kopi legendaris di Banda Aceh, Kedai Kopi Cut Zain–Forsilakubra. Minggu (11/1/2026) pagi, Menteri Keuangan Republik Indonesia, Purbaya Yudhi Sadewa, terlihat asyik menikmati hidangan khas Aceh di tengah keramaian pengunjung.

Peristiwa menarik ini terekam dalam sebuah video berdurasi singkat, sekitar 1 menit 28 detik, yang kemudian diunggah di akun media sosial resmi Purbaya Yudhi Sadewa. Dalam rekaman tersebut, Purbaya tampak santai mengenakan kemeja putih bergaris abu-abu. Dengan penampilannya yang khas, ia terlihat menikmati Roti Cane, salah satu ikon kuliner Aceh. Sesekali, ia mengacungkan jempol ke arah kamera, sembari melontarkan pujian, “Aceh ini Aceh.”

Dalam percakapan yang terdengar dalam video, Purbaya menjelaskan bahwa Roti Cane yang disantapnya memiliki rasa yang sedikit manis namun sangat lezat. Ia bahkan secara blak-blakan membandingkannya dengan roti serupa dari Malaysia, dan menyatakan bahwa Roti Cane Aceh jauh lebih unggul. “Agak manis sedikit, tapi sedikit. Lebih enak dari punya Malaysia,” ujarnya dengan yakin.

Tidak hanya Roti Cane, Purbaya juga memberikan penilaian terhadap kuliner Aceh lainnya. Ketika ditanya mengenai durian, ia mengaku rasanya cukup seimbang dengan roti yang sedang ia nikmati. Namun, ia tetap menegaskan preferensinya terhadap Roti Cane. “Berarti durian lebih enak punya Aceh pak?” tanya seseorang dari balik kamera. Purbaya menjawab, “Imbang-imbang lah. Ini lebih enak,” sambil menunjuk Roti Cane yang ada di depannya. Ia juga sempat menyebutkan bahwa nasi gurih yang ia santap sebelumnya juga terasa sangat nikmat.

Selain hidangan utama, Purbaya juga tidak melewatkan minuman. Ia menikmati kopi coklat yang menurutnya memiliki rasa manis yang pas dan sangat enak. Ia bahkan merekomendasikan minuman ini untuk kalangan anak muda, namun memberikan catatan penting agar penderita diabetes sebaiknya menghindarinya. “Kopi coklat, agak manis tapi enak,” katanya. Ketika ditanya apakah kopi coklat tersebut direkomendasikan, Purbaya mengangguk, “Recomendeed, ini sama dagingnya tadi. Ini (kopi coklat) untuk yang diabetes jangan. Untuk anak muda nih,” tuturnya sambil tertawa.

Kunjungan Menteri Keuangan ke kedai kopi legendaris tersebut mencakup beberapa menu andalan, di antaranya Nasi Gurih Rasyid, Roti Cane, dan kopi coklat. Kehadiran Purbaya Yudhi Sadewa sontak menarik perhatian pengunjung lainnya. Sambutan hangat diberikan oleh masyarakat, dan tak sedikit pengunjung yang antusias meminta kesempatan untuk berfoto selfie maupun foto bersama dengan bendahara negara tersebut.

Purbaya secara pribadi sangat merekomendasikan kuliner Aceh sebagai destinasi yang wajib dikunjungi oleh para penikmat makanan. Ia menilai cita rasa makanan dan minuman yang ditawarkan di Aceh sangat memuaskan dan layak untuk dinikmati oleh siapa saja. “Yang paling enak roti canenya, enggak terlalu manis tapi enak banget. Kopi coklatnya juga enak banget. Sangat recomended kalo kuliner di Aceh. Mantap,” tulisnya dalam keterangan di akun media sosialnya.

Terkait agenda resmi Purbaya Yudhi Sadewa selama berada di Aceh, upaya penelusuran telah dilakukan. Namun, hingga berita ini ditulis, agenda lengkapnya belum berhasil diperoleh. Meskipun demikian, diketahui bahwa kunjungannya ke kedai kopi tersebut merupakan bagian dari rangkaian kegiatannya di Banda Aceh. Sehari sebelumnya, Purbaya dijadwalkan mengikuti rapat koordinasi Satuan Tugas (Satgas) Pemulihan Pascabencana DPR bersama Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana yang diselenggarakan di Hotel Daka, Banda Aceh, pada Sabtu (10/1/2026).

Pengalaman Purbaya Yudhi Sadewa menikmati kuliner lokal di Banda Aceh ini menjadi bukti nyata betapa kayanya warisan kuliner Indonesia, khususnya dari tanah Serambi Mekkah. Momen sederhana ini menunjukkan apresiasi seorang pejabat tinggi negara terhadap kekayaan rasa dan budaya yang ditawarkan oleh daerah-daerah di Indonesia. Kehadirannya juga turut memberikan dorongan promosi tersendiri bagi pelaku usaha kuliner lokal.

Pos terkait