Menjelang bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah, masyarakat Indonesia merasakan gelombang kebahagiaan yang tak hanya bersumber dari ketakwaan spiritual, tetapi juga dari ketenangan hati terkait stabilitas kebutuhan pokok. Upaya pemerintah dalam menjaga ketersediaan dan keterjangkauan pangan menjadi fondasi penting yang memungkinkan setiap keluarga menyambut Ramadhan dan Idul Fitri dengan lebih tenang. Berbagai inisiatif mulai dari pasar murah hingga jaminan stok pangan melimpah, semuanya berkonvergensi menciptakan simfoni kebahagiaan kolektif.
Pasar Murah di Jawa Timur: Sentuhan Langsung untuk Kesejahteraan Rakyat
Di Jawa Timur, khususnya di Kota Surabaya, kebahagiaan itu termanifestasi melalui pasar murah yang digagas oleh Pemerintah Provinsi. Kegiatan ini bertempat di Lapangan Tambak Wedi, Kecamatan Kenjeran, menghadirkan berbagai kebutuhan pokok dengan harga yang jauh di bawah harga pasar. Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menjelaskan bahwa program ini merupakan langkah konkret untuk memastikan masyarakat memiliki akses yang lebih luas terhadap kebutuhan pokok, terutama menjelang peningkatan permintaan saat Ramadhan dan Idul Fitri.
“Ramadhan sudah semakin dekat, setidaknya kurang dua minggu lagi Insya Allah kita sudah masuk bulan suci Ramadhan lalu Hari Raya Idul Fitri. Tentu permintaan akan bahan pokok akan meningkat. Sehingga melalui pasar murah ini masyarakat bisa mendapat bahan baku yang terjangkau sekaligus mengendalikan inflasi dan stabilisasi harga,” ujar Khofifah.
Pasar murah ini bukan sekadar ajang jual beli biasa, melainkan sebuah perayaan rakyat yang menawarkan berbagai komoditas esensial dengan harga istimewa:
- Beras Premium: Rp14.000 per kilogram
- Beras Medium: Rp11.000 per kilogram
- Minyak Goreng MinyaKita: Rp13.000 per liter
- Telur Ayam Ras: Rp22.000 per kemasan
- Tepung Terigu: Rp10.000 per kilogram
- Gula Pasir: Rp14.000 per kilogram
- Bawang Putih: Rp6.000 per 250 gram
- Bawang Merah: Rp7.000 per 250 gram
- Daging Ayam Ras: Rp30.000 per kemasan
- Cabai Rawit Merah: Rp4.000 per 100 gram
- Cabai Merah Besar: Rp2.000 per 100 gram
“Tidak hanya kebutuhan pokok, tapi di pasar murah juga kita sediakan kebutuhan bumbu dapur dengan harga terjangkau,” tambah Khofifah, menekankan bahwa kegiatan ini adalah wujud kehadiran pemerintah dalam menjaga daya beli masyarakat, yang dilaksanakan secara masif di berbagai daerah di Jawa Timur. Keunikan pasar ini juga terlihat dari partisipasi UMKM lokal yang turut memeriahkan dengan menjajakan makanan dan jajanan, menciptakan suasana pasar malam Ramadhan yang hangat dan akrab.
Salah satu warga, Nur Hasanah dari Tambak Wedi, mengungkapkan rasa syukurnya tidak hanya mendapatkan sembako murah, tetapi juga beras gratis dari gubernur. Pengalamannya ini mencerminkan bagaimana kebijakan pemerintah yang pro-rakyat dapat menyentuh langsung hati masyarakat kecil. Khofifah menegaskan bahwa pasar murah ini bersifat komplementer, saling melengkapi program yang telah dijalankan oleh pemerintah kabupaten dan kota, khususnya di wilayah pinggiran Surabaya.
Analisis Ekonomi yang Optimis: Fondasi Pertumbuhan dan Stabilitas
Di sisi lain, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur, Ibrahim, memberikan pandangan optimis terhadap prospek ekonomi Jawa Timur. Ia memproyeksikan pertumbuhan ekonomi dalam kisaran 4,9 hingga 5,7 persen, didukung oleh enam upaya penguatan strategis.
- Percepatan Hilirisasi Sektor Unggulan: Membangun simpul logistik di industri pengolahan, pertanian-perkebunan, dan perdagangan, memanfaatkan posisi Jatim sebagai lumbung pangan nasional dan pusat manufaktur.
- Penguatan Struktur Ekspor: Melalui diversifikasi dan hilirisasi komoditas utama.
- Pendorongan Agroindustri Hulu-Hilir: Dengan sinergi antar sektor terkait.
- Pengendalian Inflasi Pangan: Melalui strategi ketahanan pasokan terpadu dan koordinasi TPID untuk pertumbuhan yang inklusif.
- Peningkatan Daya Saing: Melalui pengembangan infrastruktur, kemitraan strategis, dan peningkatan kualitas tenaga kerja.
- Penguatan Kelembagaan: Melalui TP2ED.
Bank Indonesia memprediksi ekonomi Jawa Timur pada tahun 2026 akan tumbuh solid dengan inflasi yang terkendali di kisaran 2,5 persen plus minus 1 persen. Stabilitas harga yang diprediksi ini menjadi jaminan bahwa masyarakat dapat menikmati bulan puasa tanpa kekhawatiran akan lonjakan harga kebutuhan pokok. Analisis ini secara cerdas menghubungkan kebijakan mikro seperti pasar murah dengan gambaran makroekonomi, menunjukkan bahwa kebahagiaan Ramadhan adalah hasil dari kolaborasi yang terencana antara pemerintah dan potensi sumber daya alam Jawa Timur.
Kepulauan Riau: Jaminan Stok Pangan untuk Momen Spesial
Semangat serupa bergema di Kepulauan Riau, di mana Perum Bulog Cabang Batam telah menjamin ketersediaan stok pangan yang mencukupi untuk menyambut berbagai momen penting, mulai dari Imlek, Ramadhan, hingga Idul Fitri 2026. Kepala Cabang, Guido XL Pereira, melaporkan bahwa stok beras di Gudang Bulog Batu Merah Batam mencapai 2.868 ton, ditambah 219 ton di Sungai Raya Karimun, sehingga totalnya menjadi 3.087 ton.
Ketersediaan minyak goreng Minyakita juga sangat melimpah, dengan 44.802 liter di Batam dan 2.700 liter di Karimun. “Stok sementara dapat mencukupi kebutuhan Batam untuk 6-7 bulan, dan untuk Karimun untuk sekitar sebulan,” ujar Guido. Selain stok yang ada, pasokan tambahan terus dalam perjalanan, termasuk 1.250 ton beras medium untuk Batam dan 250 ton untuk Karimun, serta beras premium dalam jumlah serupa.
“Dengan stok yang ada saat ini ditambah pasokan yang sedang dalam perjalanan, kami memastikan kebutuhan beras masyarakat Batam dan Karimun dalam menghadapi Imlek, Ramadhan, hingga Idul Fitri 2026 dapat terpenuhi. Masyarakat tidak perlu resah, panik, ataupun khawatir,” tegas Guido.
Bulog Batam juga aktif mendukung operasi pasar murah yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kota Batam di 10 titik selama periode 9-13 Februari 2026. Selain itu, kerja sama dengan pertokoan di Karimun untuk penyaluran beras SPHP juga terus ditingkatkan. Penyaluran beras SPHP pada bulan Januari mencapai 282 ton, dengan rata-rata bulanan sekitar 200 ton. Inisiatif ini menunjukkan bagaimana Batam, sebagai salah satu gerbang perdagangan, tidak hanya memastikan keamanan pangan, tetapi juga menjembatani kebahagiaan multikultural melalui ketersediaan pangan yang merata.
Kalimantan Timur: Stabilitas Harga dan Pengawasan Ketat di Gerbang Ibu Kota Baru
Lebih jauh ke timur, di Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, ketersediaan pangan yang stabil menjadi sumber kebahagiaan bagi masyarakat. Kepala Bidang Perdagangan Dinas KUKMPerindag, Marlina, menyatakan bahwa persediaan komoditas di pasar tradisional masih mencukupi hingga Ramadhan tiba.
“Harga masih relatif stabil dan persediaan masih cukup aman saat bulan puasa,” ujarnya. Pemantauan rutin menunjukkan tidak ada kenaikan harga yang signifikan, bahkan beberapa komoditas seperti cabai mengalami penurunan harga, dari Rp60.000 menjadi Rp35.000 per kilogram.
Dinas KUKMPerindag juga berkolaborasi dengan Satgas Saber Pangan Polda Kaltim dalam melakukan inspeksi mendadak (sidak) di Pasar Induk Penajam. Pengawasan yang ditingkatkan ini bertujuan untuk mengantisipasi potensi kelangkaan pasokan, meskipun saat ini kondisi pasar masih terkendali. “Dari hasil pantauan secara umum kondisi harga pangan di pasaran masih terkendali dan beberapa komoditas mengalami penurunan harga,” kata Marlina. Meskipun ada potensi kenaikan harga seiring dengan meningkatnya permintaan selama Ramadhan, pemantauan ketat yang dilakukan pemerintah diharapkan dapat menjaga stabilitas dan kebahagiaan masyarakat. Keunikan di Kalimantan Timur adalah bagaimana daerah yang kaya akan sumber daya alam ini kini juga fokus pada ketahanan pangan, menciptakan suasana Ramadhan yang damai di tengah transisi menuju pembangunan ibu kota negara yang baru.
Secara keseluruhan, berbagai inisiatif yang digulirkan, mulai dari pasar murah di Jawa Timur, jaminan stok pangan oleh Bulog di Kepulauan Riau, hingga pengawasan ketat di Kalimantan Timur, membentuk sebuah mozaik kebahagiaan nasional. Prediksi ekonomi yang cerah dari Bank Indonesia semakin menggarisbawahi bahwa stabilitas pangan bukanlah sebuah kebetulan, melainkan hasil dari strategi yang terintegrasi dan komprehensif. Di bulan Ramadhan yang penuh berkah ini, kebahagiaan sejati tidak hanya dirasakan melalui ibadah spiritual, tetapi juga melalui meja makan yang terjangkau, di mana setiap suapan adalah perwujudan dari rasa syukur. Masyarakat dapat tersenyum lebar, karena pemerintah hadir sebagai sahabat setia, memastikan ibadah puasa tahun ini dipenuhi dengan kedamaian dan kelimpahan.





