Sepak bola telah mati, kemenangan Napoli dibumbui insiden penalti detik 15 dan menit 95

Pelatih Genoa, Daniele De Rossi, melontarkan kritik keras terhadap kepemimpinan wasit setelah timnya kalah tragis oleh Napoli.

Kedua tim menjalani pertandingan penuh kontroversi pada pekan ke-24 Liga Italia, Sabtu (7/2/2026).

Bertamu ke markas Genoa, Stadion Luigi Ferraris, Napoli memetik kemenangan dramatis 3-2 dalam laga penuh kekacauan.

Disebut demikian lantaran banyak insiden membingungkan yang terjadi sepanjang laga.

Kontroversi langsung muncul saat pertandingan baru masuk detik ke-15.

Dalam serangan pertama, Genoa mendapatkan tendangan penalti setelah Vitinha dijatuhkan kiper Alex Meret di kotak terlarang.

Banyak opini bertebaran yang menganggap Vitinha sengaja menempelkan kaki agar tersandung kaki Meret.

Eksekusi penalti pun sukses dilakukan Ruslan Malinovskyi.

Kekacauan terjadi karena, seperti dilaporkan DAZN, wasit Davide Massa pada awalnya bukan menunjuk titik putih untuk memberikan tendangan penalti.

Dia justru bermaksud memberikan tendangan ke gawang bagi Napoli karena Meret diduga tidak melakukan pelanggaran.

Namun, Massa kemudian mendapatkan instruksi dari ruang kontrol untuk melihat tayangan VAR.

Dari tayangan itulah keputusan menunjuk titik putih diambil. Wewenang wasit sebagai pengambil keputusan utama semakin dipertanyakan.

Kontroversi kedua lebih menyengat karena terjadi di ujung pertandingan.

Napoli gantian mendapatkan tendangan penalti setelah Maxwell Cornet menjatuhkan Antonio Vergara.

Keputusan Massa diricuhkan karena kontak antara Cornet dan Vergara dianggap sangat minim.

Entah karena terinjak ataupun pinggangnya ditarik, Vergara terjatuh dan mengerang kesakitan di kotak terlarang.

Massa melihat lagi VAR dan menjatuhkan sanksi berat untuk Genoa karena tendangan penalti itu terjadi pada menit ke-90+5.

Tembakan Rasmus Hojlund nyaris diselamatkan kiper Justin Bijlow, tapi bola terlampau licin dan lolos ke jaring gawang.

Akibat keputusan menyakitkan itu, Daniele De Rossi seolah menganggap citra sepak bola sebagai olahraga fisikal telah mati.

Sekarang sentuhan-sentuhan ringan pun bisa memicu hukuman berat yang mengubah nasib sebuah tim.

“Tendangan penalti? Itu peraturan sampah!” kata legenda AS Roma tersebut saat menanggapi kontroversi gol penentu kemenangan Napoli.

“Saya tidak tahu harus berkata apa lagi, ini tidak tampak seperti kesalahan jelas yang memerlukan wasit untuk memeriksa VAR.”

“Sepak bola yang biasa kita mainkan sudah tidak eksis lagi. Kita tidak tahu lagi seperti apa kesalahan yang jelas itu.”

“Saya harus meminta pemain untuk melompat dengan tangan di belakang punggung, menjauhi lawan di area penalti…”

“Hal ini adalah peraturan terdistorsi yang mengubah permainan. Wasit tidak lagi berada di lapangan.”

 

“Penalti ini meninggalkan banyak kekecewaan. Jika melihat insiden-insiden dalam dua bulan terakhir, kita bisa jadi gila.”

“Kami tidak pantas mendapatkan hasil akhir ini setelah penampilan intens yang kami tunjukkan di lapangan,” ucap De Rossi di Tuttomercatoweb.

Mantan wasit Liga Italia yang kini menjadi analis di DAZN, Luca Marelli, sepakat dengan protes De Rossi untuk penalti kedua (terhadap Vergara).

Dia juga menganalisis penalti pertama (Vitinha) yang dinilai layak diberikan walaupun kontak yang terjadi pun cuma sedikit.

“Menurut saya, Vitinha telah menggeser kakinya jauh sebelum benturan terjadi,” kata Marelli.

“Namun, kita tidak dapat mengabaikan fakta bahwa Meret dikenai hukuman karena kakinya menghalangi lari pemain lawan.”

“(Soal insiden Vergara) Saya tidak setuju, juga dengan tinjauan di lapangan.”

“Dari rekaman awal, mungkin saja terlihat seperti pelanggaran yang jelas. (Tapi) Kaki Cornet tidak pernah menyentuh kaki Vergara.”

“Dia tidak menendang bola, kontak yang sangat ringan. Terlalu ringan untuk dianggap pelanggaran,” tutupnya.

Pos terkait