SGN & PTPN: Akselerasi Hilirisasi Ayam Terintegrasi Sulsel

SGN Dukung Pembangunan Ayam Terintegrasi di Bone: Langkah Strategis Perkuat Ketahanan Pangan Nasional

PT Sinergi Gula Nusantara (SGN), sebagai subholding dari PT Perkebunan Nusantara III (Persero), menunjukkan komitmen kuatnya dalam mendukung program hilirisasi pangan nasional. Selain di Banyuwangi, SGN turut serta dalam groundbreaking program hilirisasi ayam terintegrasi yang dilaksanakan di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan. Pembangunan fasilitas Integrated Poultry ini berlokasi strategis di Kebun Dekko, Desa Mappasengka, Kecamatan Ponre, Kabupaten Bone.

Program hilirisasi ayam terintegrasi ini merupakan bagian integral dari strategi nasional untuk memperkuat sektor peternakan nasional sekaligus menopang ketahanan pangan bangsa. Pendanaan untuk inisiatif penting ini disalurkan melalui Danantara, sebuah mekanisme pendanaan yang dirancang untuk mendukung proyek-proyek strategis di sektor pangan.

Mahmudi, Direktur Utama SGN, menjelaskan bahwa program ini adalah implementasi nyata dari strategi hilirisasi pangan yang dijalankan secara serentak. “Program ini menjadi bagian dari strategi nasional hilirisasi pangan yang dilaksanakan secara serentak melalui pendanaan Danantara,” ungkapnya.

Memperkuat Sektor Peternakan Nasional dan Ketahanan Pangan

Fokus utama dari hilirisasi ayam terintegrasi di Kabupaten Bone adalah untuk memperkuat fundamental sektor peternakan nasional. Lebih dari itu, inisiatif ini juga dirancang untuk berkontribusi signifikan dalam upaya mewujudkan ketahanan pangan yang berkelanjutan. Skema pengembangan yang diterapkan mencakup seluruh rantai produksi, mulai dari aspek hulu hingga hilir. Hal ini meliputi penyediaan pakan berkualitas, optimalisasi proses budidaya ayam, hingga pengolahan hasil ternak menjadi produk bernilai tambah.

Acara groundbreaking di Bone dihadiri oleh sejumlah tokoh penting yang menunjukkan dukungan luas terhadap program ini. Di antaranya adalah Asisten II Setda Provinsi Sulawesi Selatan, Ir. H. Andi Darmawan Bintang, yang hadir mewakili Gubernur Sulsel. Turut hadir pula Staf Ahli Menteri Pertanian Bidang Perdagangan dan Hubungan Internasional, Dr. Nasrullah, serta Bupati Bone, H. A. Asman Sulaiman. Jajaran manajemen SGN, termasuk Direktur Manajemen Risiko PT SGN, Muh Faktur Rozi, dan Regional Head 8 PTPN I, Misran, juga turut hadir, bersama dengan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan aparat kewilayahan di Kabupaten Bone.

Visi Bone sebagai Pusat Peternakan Modern dan Pusat Pembelajaran

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Bone, Andi Asman Sulaiman, menyampaikan harapannya agar program ini tidak hanya menjadi pusat produksi unggulan, tetapi juga berkembang menjadi pusat pembelajaran dan pengembangan kapasitas bagi masyarakat sekitar. Beliau menekankan pentingnya memberikan pandangan yang positif dan prospektif kepada generasi muda.

“Generasi muda di Bone harus melihat bahwa sektor peternakan adalah sektor yang menjanjikan, modern, dan memiliki prospek masa depan yang cerah,” ujar Andi Asman. Pernyataan ini menggarisbawahi visi Bone untuk bertransformasi menjadi episentrum peternakan modern di Indonesia Timur, yang didukung oleh sumber daya manusia yang kompeten dan berdaya saing.

Meningkatkan Kesejahteraan Peternak dan Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Daerah

Melalui program hilirisasi ayam terintegrasi ini, Kementerian Pertanian menaruh harapan besar agar kesejahteraan para peternak dapat meningkat secara signifikan. Integrasi rantai produksi yang menyeluruh diharapkan mampu menekan biaya operasional, memperkuat ketersediaan pasokan ayam nasional, serta secara simultan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah secara berkelanjutan.

Pendanaan yang bersumber dari Danantara merupakan bagian dari strategi besar hilirisasi pangan nasional. Sinergi antar Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di sektor pangan, seperti PTPN III (Persero) dan PT Berdikari, menjadi kunci keberhasilan program ini. Keterlibatan aktif BUMN ini diharapkan dapat memberikan kepastian usaha yang lebih baik bagi para peternak.

Kepastian Usaha dan Tata Niaga yang Berkeadilan

Keterlibatan BUMN dalam program ini akan memberikan jaminan bagi para peternak, mulai dari aspek penyediaan bibit berkualitas, penguatan rantai pasok yang efisien, hingga jaminan pemasaran atas hasil produksi mereka. Skema terintegrasi ini dirancang untuk menciptakan sistem tata niaga yang lebih berimbang dan berkeadilan, baik bagi produsen maupun konsumen.

Lebih jauh lagi, hilirisasi ayam terintegrasi di Kabupaten Bone diproyeksikan untuk menjadi sebuah model produksi peternakan yang modern dan berkelanjutan. Seluruh tahapan dalam siklus produksi, mulai dari pembibitan, formulasi dan penyediaan pakan, proses budidaya, pengolahan hasil ternak, hingga tahap distribusi akhir, akan terintegrasi dalam satu sistem yang terpadu dan efisien. Pendekatan holistik ini diharapkan dapat meningkatkan produktivitas, kualitas produk, serta daya saing sektor peternakan ayam Indonesia di kancah nasional maupun internasional.

Pos terkait