Siap-Siap, Dunia! Nama Indonesia Sering Muncul di Mata Eropa! Perjalanan Mengagumkan Como 1907

Perkembangan Signifikan Como 1907 di Serie A Italia

Klub kecil yang dikenal dengan nama Como 1907 kini menjadi perhatian besar dalam dunia sepak bola Italia. Dengan pengelolaan oleh Djarum Group, konglomerat terkemuka asal Indonesia, klub ini telah mengalami transformasi luar biasa dalam beberapa tahun terakhir. Sejak diakuisisi pada 2019, Como 1907 berhasil menembus lapisan elite sepak bola Italia dan bahkan memastikan tiket untuk tampil di Liga Europa musim depan.

Kondisi Terkini di Serie A

Pada musim ini, Como 1907 berada di posisi kelima klasemen Serie A dengan 68 poin. Mereka unggul selisih gol dari Juventus, yang juga sudah pasti mendapatkan jatah Liga Europa. Saat ini, peluang Como untuk tampil di Liga Champions masih terbuka lebar jika AC Milan dan AS Roma gagal menang atau seri dalam pertandingan terakhir mereka. Jika hal tersebut terjadi, maka Como akan memiliki kesempatan untuk melangkah lebih jauh dalam kompetisi Eropa.

Laga terakhir Serie A Italia akan menjadi momen penting bagi Como. Mereka akan menjamu Cremonese yang sedang berjuang menghindari degradasi, sementara AC Milan akan bertandang ke Cagliari dan AS Roma akan menghadapi Verona yang sudah terdegradasi. Sementara itu, Juventus akan bertandang ke Torino.

Performa Mengesankan

Dari segi statistik, performa Como sangat mengesankan. Mereka adalah salah satu tim yang mengalami kekalahan paling sedikit sepanjang musim ini. Bahkan, produktivitas gol mereka jauh melebihi AC Milan, Roma, dan Juventus. Dengan 61 gol yang telah dicetak, Como mampu menciptakan banyak peluang serangan.

Di sisi pertahanan, Como juga menunjukkan ketangguhan. Mereka hanya kebobolan 28 gol, jauh lebih sedikit dibanding Inter Milan yang kebobolan 35 gol. Selisih gol Como hanya kalah dari Inter Milan, yang menjadi pemuncak klasemen.

Evolusi yang Konsisten

Dari posisi bawah, Como 1907 berhasil merangkak ke papan atas Serie A dalam waktu dua tahun. Klub ini baru promosi ke Serie A musim lalu dan finis di urutan kesepuluh dengan 49 poin. Musim ini, mereka mampu melampaui Parma, yang finis di urutan ke-13. Pencapaian ini menunjukkan bahwa evolusi klub ini tidak instan, tetapi dilakukan secara konsisten dan terencana.

Sebelum diakuisisi oleh Djarum Group, Como sempat mengalami kebangkrutan pada 2018. Setelah diambil alih oleh Djarum Group pada 2019, klub ini mulai bangkit dari keterpurukan. Proses promosi mereka ke Serie A terjadi setelah sukses di Serie D dan Serie C2.

Strategi yang Terencana

Djarum Group tidak melakukan strategi rekrutmen yang gila-gilaan. Mereka lebih memilih pendekatan yang terencana dan stabil. Di bursa transfer musim panas lalu, Como mendatangkan 11 pemain baru, lima di antaranya merupakan pemain yang sebelumnya dipinjam. Transfer termahal mereka adalah Jesus Rodriguez dengan biaya 22,5 juta euro.

Di bursa transfer Januari, Como hanya merekrut dua pemain tambahan dengan biaya yang lebih rendah. Hal ini menunjukkan bahwa klub ini mengatur keuangan dengan baik agar tidak melanggar aturan keuangan liga dan sepak bola Eropa.

Peran Cesc Fabregas

Peran Cesc Fabregas sebagai pelatih dan pemegang saham minoritas juga sangat penting dalam perkembangan Como 1907. Meskipun reputasinya sebagai pemain kelas dunia lebih besar daripada sebagai pelatih, Fabregas membawa perubahan signifikan dalam gaya bermain dan strategi klub.

Gabungan antara tangan dingin Fabregas dan komitmen Djarum Group membuat Como semakin berkembang. Kini, klub ini tidak hanya menjadi kisah kejutan, tetapi juga bisa menjadi penantang kuat gelar juara Italia.

Tantangan di Masa Depan

Jika Como benar-benar tampil di Liga Europa atau Liga Champions, mereka akan menghadapi tantangan baru. Mereka harus meningkatkan kedalaman dan kualitas skuad agar mampu bersaing di level Eropa tanpa kehilangan daya saing di Serie A.

Jika proses evolusi ini terus berjalan tanpa kehilangan arah, bukan mustahil jika suatu hari nanti Como akan menjadi salah satu klub terkuat di Italia.

Pos terkait