Sinyal Ganggu TKA SMPN 20 Loksado, Sekolah Pindah ke SDN Malinau

Persiapan dan Tantangan dalam Pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) di Sekolah-sekolah

Siswa SMPN 2 Loksado Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) menghadapi tantangan khusus dalam mengikuti Tes Kemampuan Akademik (TKA). Tes yang dimulai pada Senin (6/4) ini membutuhkan persiapan ekstra karena lokasi sekolah yang berada di daerah pegunungan. Karena terkendala sinyal, sekolah memutuskan untuk menumpang di SDN Malinau Loksado.

Kepala Sekolah SMPN 2, Muhammad Hasnan Fauzi S.Pd, menjelaskan bahwa sebelumnya saat gladi bersih TKA, sekolah juga meminjam gedung workshop Dinas Tenaga Kerja di Desa Lumpangi. Namun, kali ini mereka beralih ke SDN Malinau. Di sana, sekolah menggunakan layanan Starlink untuk memastikan jaringan internet tetap stabil selama pelaksanaan tes.

Hanya 21 peserta yang mengikuti TKA di SMPN 2, sehingga hanya satu ruangan yang digunakan. “Kami meminjam satu kelas untuk tes,” ujarnya. Meskipun demikian, selama pelaksanaan, terjadi beberapa kendala seperti masalah login, kesulitan pengawas menggunakan Zoom, hingga sinyal yang tidak stabil. Namun, semua bisa diselesaikan hingga akhir.

Sementara itu, TKA di SMPN 1 Kandangan berjalan lancar. Plh Kepsek Isnaini mengatakan bahwa pelaksanaan berlangsung mulus dari sesi pertama hingga kedua. Hal ini menunjukkan bahwa persiapan dan koordinasi yang baik dapat mengurangi hambatan dalam pelaksanaan tes.

Di HSS, TKA dibagi menjadi empat gelombang yang berlangsung dari 6 hingga 16 April 2026. Sedangkan SMPN 1 Pelaihari Kabupaten Tanahlaut mengambil jadwal 6-9 April untuk mengikuti TKA. Kepala Sekolah R Jaka Sarjana Dwijayanta mengungkapkan bahwa sebanyak 195 siswa mengikuti tes ini. Mereka dibagi dalam dua ruang dan dua sesi setiap harinya. Untuk mendukung pelaksanaan, sekolah menyediakan 60 Chromebook.

“TKA ini merupakan yang pertama kali dilaksanakan. Sebelumnya kita mengenal Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK) dan sebelumnya Ujian Nasional (UN),” tambahnya. Meski tidak menentukan kelulusan, hasil TKA menjadi salah satu syarat penting bagi siswa untuk melanjutkan ke jenjang pendidikan berikutnya.

Untuk menjaga objektivitas, pengawasan dilakukan dengan sistem silang. SMPN 1 Pelaihari melibatkan pengawas dari SMP As-Salam Pelaihari. Sementara itu, siswa kelas 7 dan 8 menjalani pembelajaran dari rumah dengan sistem penugasan sesuai jadwal mata pelajaran.

TKA juga dijalani oleh siswa SMPN 1 Banjarbaru Jalan Pangeran Suriansyah, Kemuning, Banjarbaru Selatan, Senin. Pada hari pertama, siswa kelas IX diuji dengan mata pelajaran Matematika. Pantauan BPost menunjukkan bahwa sekitar pukul 10.00 Wita, siswa-siswi sudah keluar atau selesai mengerjakan soal.

Salah satu siswa, Ahim, mengatakan ia selesai mengerjakan tes kurang lebih 1 jam 35 menit. Ia menjalani TKA secara online menggunakan komputer. “Ada dua sesi, kami di sesi satu,” ujarnya. Beberapa siswa mengaku tidak mengalami kesulitan berarti saat mengerjakan soal. Namun, ada juga yang merasa cukup kesulitan. “Soal-soalnya lumayan susah. Ada 50 soal,” kata Roby.

Pos terkait