Kepedulian Sosial di Sekolah Menengah Pertama
Di SMP Negeri 4 Takengon, kepedulian sosial telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari siswa. Mereka menunjukkan empati dengan menyisihkan uang jajan mereka untuk membantu teman-teman yang kurang mampu, baik itu yatim maupun yatim piatu. Program ini diberi nama Sijan (Sisihkan Uang Jajan) dan dilaksanakan setiap hari Jumat usai kegiatan yasinan bersama.
Dari kebiasaan kecil ini, siswa berhasil mengumpulkan dana sosial yang kemudian disalurkan kepada teman-teman yang membutuhkan. Program ini tidak hanya berdampak pada penerima bantuan, tetapi juga memberikan pelajaran penting tentang rasa empati, kebersamaan, dan semangat gotong royong.
Bupati Aceh Tengah, Haili Yoga, hadir di sekolah tersebut pada Jumat (10/4/2026). Ia mengungkapkan rasa bangganya melihat kepedulian para siswa yang sudah ditanamkan sejak dini. “Anak-anak kita hebat. Program Sijan ini sangat inovatif, di mana siswa menyisihkan sebagian uang jajannya untuk membantu teman yang membutuhkan. Dari program ini terkumpul hampir Rp600 ribu,” ujarnya.
Menurutnya, program tersebut bukan sekadar kegiatan sosial, tetapi juga membentuk karakter siswa agar memiliki rasa empati, kebersamaan, dan semangat gotong royong. Ia berharap program serupa dapat diterapkan di sekolah lain, sehingga tidak ada lagi siswa yang mengalami kesulitan, termasuk dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari di lingkungan sekolah.
Selain mengapresiasi program Sijan, Bupati juga menilai berbagai kegiatan positif di SMPN 4 Takengon turut membentuk karakter siswa. Beberapa contohnya adalah gemar membaca Al-Qur’an, menjaga kebersihan, serta kekompakan dewan guru dalam membina peserta didik.
Haili Yoga juga memberikan santunan kepada siswa yatim piatu dan kurang mampu, serta penghargaan kepada guru dan siswa atas kegiatan keagamaan seperti shalat Tarawih, Tahajud, dan khatam Al-Qur’an. Ia berpesan agar terus semangat meraih cita-cita dan tidak melupakan jasa orang tua serta guru.
“Cita-cita harus setinggi mungkin. Kunci sukses adalah selalu mendoakan orang tua dan menghargai guru,” pesannya.
Program Sijan menjadi contoh bahwa nilai kepedulian dan kebersamaan dapat tumbuh dari hal sederhana, sekaligus menjadi inspirasi bagi sekolah lain di Aceh Tengah.
Inisiatif Sosial yang Berdampak Positif
Beberapa aspek penting dari program Sijan antara lain:
- Keterlibatan siswa secara aktif: Setiap hari Jumat, siswa mengikuti kegiatan yasinan bersama sebelum melakukan penyisihan uang jajan.
- Pembentukan karakter: Program ini membantu siswa mengembangkan sifat empati, kerja sama, dan rasa tanggung jawab.
- Pengumpulan dana sosial: Dari kebiasaan kecil ini, dana sosial yang cukup besar terkumpul dan digunakan untuk membantu sesama.
- Dukungan dari pihak berwenang: Bupati Aceh Tengah memberikan apresiasi terhadap program ini dan berharap dapat diadopsi oleh sekolah lain.
Pemimpin Sekolah yang Mendukung
Kepala Sekolah SMP Negeri 4 Takengon juga menunjukkan dukungan kuat terhadap program Sijan. Ia menyatakan bahwa kegiatan ini tidak hanya memberikan manfaat langsung kepada siswa yang membutuhkan, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran penting tentang nilai-nilai sosial.
Selain itu, kepala sekolah juga menggarisbawahi pentingnya kebersihan lingkungan sekolah dan keaktifan siswa dalam kegiatan keagamaan. Hal ini mencerminkan komitmen sekolah dalam membentuk generasi yang tangguh dan berakhlak.
Kegiatan Keagamaan yang Menginspirasi
SMP Negeri 4 Takengon juga aktif dalam berbagai kegiatan keagamaan, seperti shalat Tarawih, Tahajud, dan khatam Al-Qur’an. Kegiatan ini tidak hanya memperkuat iman siswa, tetapi juga membangun rasa persatuan dan kekompakan di kalangan peserta didik.
Program-program seperti ini menunjukkan bahwa pendidikan tidak hanya berfokus pada akademik, tetapi juga pada pengembangan spiritual dan moral. Hal ini sangat penting dalam membentuk individu yang utuh dan berkontribusi positif bagi masyarakat.
Kesan dan Harapan
Harapan besar diucapkan oleh Bupati Aceh Tengah agar program Sijan dapat menjadi model bagi sekolah-sekolah lain. Dengan adanya program seperti ini, diharapkan tidak ada lagi siswa yang mengalami kesulitan ekonomi atau akses terhadap kebutuhan dasar.
Lebih lanjut, ia berpesan agar siswa terus semangat dalam mengejar cita-cita dan menghargai peran orang tua serta guru. Dengan begitu, mereka akan memiliki fondasi yang kuat untuk masa depan yang lebih cerah.





