Skema Baru Haji: Murur dan Tanazul untuk Kurangi Kepadatan di Muzdalifah



JAKARTA,

Pendekatan Baru dalam Penyelenggaraan Haji Tahun Ini

Penyelenggaraan haji tahun ini akan dihadirkan dengan pendekatan baru yang dirancang untuk mengatasi masalah kepadatan jemaah di area Muzdalifah dan Mina. Kementerian Haji dan Umrah telah menyiapkan skema murur dan tanazul sebagai solusi utama. Dua mekanisme ini bertujuan untuk mengurangi beban di area Muzdalifah yang semakin terbatas serta mengatur arus pergerakan jemaah menuju Mina.

Skema murur memungkinkan jemaah melintasi Muzdalifah tanpa turun dari kendaraan. Sementara itu, tanazul memberikan opsi bagi jemaah untuk kembali ke hotel atau tenda lebih awal. Dengan penerapan kedua skema ini, diharapkan dapat mengurangi kerumunan yang sering terjadi di dua lokasi tersebut.

Strategi Murur untuk Mengurangi Kepadatan

Laksma TNI Harun Arrasyid menyampaikan bahwa rencana penggunaan skema murur dan tanazul telah mendapatkan persetujuan dari pimpinan dan siap dijalankan dengan dukungan penuh dari petugas di lapangan, khususnya di wilayah Armuzna. Menurut Harun, rencana ini akan dilaksanakan pada tahun ini dan didukung oleh berbagai unsur petugas.

“Rencana untuk murur dan tanazul itu akan kita laksanakan rencananya di tahun ini,” ujar Harun setelah memberikan materi diklat calon petugas haji 2026 di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Rabu malam (21/1/2026). “Bapak Menteri juga akan melaksanakan proyek itu, sehingga kami dengan unsur-unsur petugas yang di Armuzna akan mendukung kebijakan itu.”

Harun menjelaskan bahwa skema murur dinilai sebagai langkah paling efektif dalam kondisi saat ini. Melalui skema ini, jemaah tertentu seperti lansia, jemaah berisiko tinggi, dan penyandang disabilitas akan tetap berada di dalam bus saat melewati Muzdalifah. Bus hanya akan berhenti sejenak untuk memenuhi rukun mabit sebelum jemaah melanjutkan perjalanan ke Mina.

“Kita anggap itu lebih efektif. Dengan adanya murur, bisa mengurai kepadatan jemaah di Muzdalifah dan juga akan bisa lebih mengontrol kepadatan, baik yang ada di Muzdalifah maupun nanti yang ada di Mina,” ucap Harun dikutip dari Antara.

Masih Tahap Konsep, Data Jemaah Terus Dimatangkan

Meski telah mendapatkan persetujuan, Harun menyebutkan bahwa implementasi teknis masih dalam tahap perencanaan awal. Hingga kini, jumlah pasti jemaah yang akan mengikuti skema murur dan tanazul masih menunggu hasil pendataan lanjutan.

“Kalau sekarang ini baru konsep saja yang kita akan laksanakan. Untuk berapa jumlah jemaah yang akan melakukan itu, nanti kalau sudah lengkap, proses pendataan dan sebagainya akan dimatangkan,” ujar Harun.

Dengan demikian, penerapan skema murur dan tanazul diharapkan mampu meningkatkan kenyamanan dan keamanan selama pelaksanaan haji. Proses pendataan dan koordinasi antarinstansi akan terus dilakukan guna memastikan pelaksanaan haji tahun ini berjalan lancar dan aman.

Pos terkait